Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ini Bahayanya Ketika Kulit Tidak Dilindungi Sunscreen

Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 25 Mar 2015 08:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Di Indonesia kesadaran untuk seseorang menggunakan sunscreen atau tabir surya masih cukup rendah, padahal produk ini sangat penting diaplikasikan untuk melindungi kulit dari bahaya sinar matahari. Seberapakah bahayanya?

Matahari terdiri dari tiga jenis; sinar ultraviolet A (UVA), sinar ultraviolet B (UVB) dan sinar ultraviolet C (UVC). Masing-masing sinar tersebut memicu kerusakan pada kulit, tapi untungnya UVC tidak membahayakan karena masih terserap oleh atmosfer. Namun, UVA dan UVB berperan besar dalam terjadinya masalah pada kulit.

UVB dapat memicu sun burn atau kulit yang gosong hingga kulit mengelupas. UVB juga dapat memicu kanker kulit jika kulit tidak mendapatkan proteksi yang baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"UVB sebenarnya lebih bahaya karena menyebabkan kanker karena panjang gelombangnya yang lebih pendek sehingga sinar UV memapar kulit bagian atas," ujar DR. Joshita Djajadisastra, MS, Phd Kepala Laboratorium Farmasi dari Universitas Indonesia saat acara 'Your Skin Under The Sun' bersama BASF di DBS Tower, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Sementara UVA dapat merusak kulit lebih dalam yang dapat merusak epidermis hingga terjadinya penuaan dini. Mulai dari terbentuknya melanin yang membuat timbulnya flek hitam hingga kulit yang keriput.

Sehingga penggunaan tabir surya sangat penting. Kandungan dalam sunscreen bekerja untuk menyerap dan memantulkan matahari sehingga matahari tidak langsung terpapar dengan kulit.

Itu semua berkat formulasi yang ada dalam tabir surya yang dapat bekerja memantulkan sinar ultraviolet. Adalah SPF (Sun Protection Factor) yang merupakan ukuran kemampuan proteksi untuk melindungi kulit dari sinar UVB.

Mungkin Anda sudah mengetahui kandungan SPF yang umum misalnya SPF 15, SPF 30 atau SPF 50. Semakin besar angka SPF maka semakin baik dalam melindungi kulit dari matahari. Namun umumnya di Indonesia sudah cukup aman menggunakan SPF 15 atau SPF 30.

"SPF 15 lebih nyaman dipakai dibanding SPF 50 sehingga banyak orang yang memilih menggunakan SPF 15 karena pada dasarnya bila SPF-nya semakin tinggi maka akan semakin berminyak dan tidak nyaman di kulit, meskipun lebih efektif. Namun dalam tabir surya tidak ada yang salah dalam pemilihannya yang penting adalah menggunakannya setiap hari," jelas Kurniawati Kusnadi, Senior Manager Care Chemical BASF.

Tak hanya mempertimbangkan SPF, Anda juga perlu mencari sunscreen dengan label PA atau protection grade. Label tersebut berhubungan dalam melindungi kulit dari UVA.

PA biasanya menggunakan tanda plus (+) di belakangnya. Hal tersebut menandadakan kekuatan perlindungan kulit dari sinar UVA. Makin banyak tanda plus berarti semakin baik proteksi perlindungannya, misalnya PA+, PA++, PA+++ dan seterusnya.

Biasanya ada label yang menyebutkan perlindungan UVA 15. Itu berarti PA+++. Bagaimana cara mengetahuinya? PA+ berarti kandungan UVA 2 hingga 4, PA++ UVA 4 hingga 8, PA+++ artinya UVA 8 hingga 16. Pentingnya memilih sunscreen yang mengandung PA karena dalam ruangan pun UVA dapat menembus.

"UVA bisa menembus kaca untuk itu meski di dalam ruangan tetap menggunakan sunscreen," tambah Kurniawati.

(kik/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads