Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cantik Tanpa Senyum

Benarkah Wanita Bisa Awet Muda Jika Jarang Tersenyum? Ini Kata Dokter

wolipop
Senin, 02 Feb 2015 17:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Demi memiliki wajah awet muda, banyak cara dilakukan wanita mulai dari yang mahal seperti operasi plastik hingga sederhana dan aneh yaitu tidak tersenyum. Tiga wanita sudah menerapkan trik mengurangi senyum dalam hidup mereka dan mengklaim sukses tampil lebih muda. Apakah memang benar jarang tersenyum bisa membuat wajah awet muda karena wanita jadi tidak mengerutkan wajahnya?

"Senyum tidak menyebabkan kerutan," ujar Dr. Eric Bernstein, dokter kulit asal Pennsylvania, Amerika Serikat. "Sinar mataharilah yang 90% justru bisa merusak kulit, 5% karena penuaan dan 5% lainnya karena polusi dan stres," tambahnya seperti dikutip Philly.

Pendapat serupa juga diungkapkan Dr. Anthony Rossi, dermatologis di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York. Dr. Rossi menjelaskan sebenarnya semua aktivitas yang menimbulkan ekspreksi seperti tersenyum, sedih, cemberut atau berbicara bisa menyebabkan adanya garis-garis pada kulit wajah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: Resep Cantik dan Muda Seleb Hollywood di Atas Umur 40 Tahun

Khusus mengenai senyuman, garis yang paling dominan terbentuk bernama lipatan nasolabial. Garis ini terbentuk dari sisi samping hidung hingga sudut mulut. Lipatan nasolabial ini akan selalu muncul setiap kali Anda tersenyum. Dan seiring bertambahnya usia, lipatan tersebut tidak bisa hilang meskipun Anda sudah tidak lagi tersenyum. Penyebabnya karena kulit sudah kehilangan keelastisannya ketika usia Anda semakin tua.

Dan faktor penyebab kulit kehilangan keelastisannya bukan karena senyum. Paparan radiasi sinar ultraviolet menurut Dr. Rossi, menjadi faktor penyebab keriput yang sulit dikontrol wanita. "Justru hal itulah yang menjadi penyebab nomor satu timbulnya kerutan. Semakin sering kulit terpapar sinar matahari, semakin banyak jaringan yang rusak, sehingga menyebabkan kulit jadi tidak kencang dan elastisitasnya berkurang," jelasnya seperti dipaparkan pada Time.

Baca Juga: Awet Muda dengan Facial Sperma, Nenek 67 Tahun Ini Bikin Video Tutorial

Dr. Rossi menambahkan satu hal lagi yang menyebabkan kulit berkerut adalah perubahan biologis. Faktor biologis seperti berkurangnya lemak dan atrofi otot, dapat menyebabkan rusaknya struktur dasar kulit. Yang juga tak boleh dilupakan adalah faktor genetik.

"Kita tahu setiap etnis memiliki waktu penuaan yang berbeda-beda," katanya. Dia juga menambahkan faktor jumlah melanin dan produksi minyak dalam tubuh sebagai hal yang ikut mempengaruhi seberapa cepat kulit wanita mengalami kerutan.

Jadi, jangan takut untuk tersenyum. Smile....

(eny/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads