Cantik Tanpa Senyum
Benarkah Wanita Bisa Awet Muda Jika Jarang Tersenyum? Ini Kata Dokter
Demi memiliki wajah awet muda, banyak cara dilakukan wanita mulai dari yang mahal seperti operasi plastik hingga sederhana dan aneh yaitu tidak tersenyum. Tiga wanita sudah menerapkan trik mengurangi senyum dalam hidup mereka dan mengklaim sukses tampil lebih muda. Apakah memang benar jarang tersenyum bisa membuat wajah awet muda karena wanita jadi tidak mengerutkan wajahnya?
"Senyum tidak menyebabkan kerutan," ujar Dr. Eric Bernstein, dokter kulit asal Pennsylvania, Amerika Serikat. "Sinar mataharilah yang 90% justru bisa merusak kulit, 5% karena penuaan dan 5% lainnya karena polusi dan stres," tambahnya seperti dikutip Philly.
Pendapat serupa juga diungkapkan Dr. Anthony Rossi, dermatologis di Memorial Sloan Kettering Cancer Center, New York. Dr. Rossi menjelaskan sebenarnya semua aktivitas yang menimbulkan ekspreksi seperti tersenyum, sedih, cemberut atau berbicara bisa menyebabkan adanya garis-garis pada kulit wajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus mengenai senyuman, garis yang paling dominan terbentuk bernama lipatan nasolabial. Garis ini terbentuk dari sisi samping hidung hingga sudut mulut. Lipatan nasolabial ini akan selalu muncul setiap kali Anda tersenyum. Dan seiring bertambahnya usia, lipatan tersebut tidak bisa hilang meskipun Anda sudah tidak lagi tersenyum. Penyebabnya karena kulit sudah kehilangan keelastisannya ketika usia Anda semakin tua.
Dan faktor penyebab kulit kehilangan keelastisannya bukan karena senyum. Paparan radiasi sinar ultraviolet menurut Dr. Rossi, menjadi faktor penyebab keriput yang sulit dikontrol wanita. "Justru hal itulah yang menjadi penyebab nomor satu timbulnya kerutan. Semakin sering kulit terpapar sinar matahari, semakin banyak jaringan yang rusak, sehingga menyebabkan kulit jadi tidak kencang dan elastisitasnya berkurang," jelasnya seperti dipaparkan pada Time.
Baca Juga: Awet Muda dengan Facial Sperma, Nenek 67 Tahun Ini Bikin Video Tutorial
Dr. Rossi menambahkan satu hal lagi yang menyebabkan kulit berkerut adalah perubahan biologis. Faktor biologis seperti berkurangnya lemak dan atrofi otot, dapat menyebabkan rusaknya struktur dasar kulit. Yang juga tak boleh dilupakan adalah faktor genetik.
"Kita tahu setiap etnis memiliki waktu penuaan yang berbeda-beda," katanya. Dia juga menambahkan faktor jumlah melanin dan produksi minyak dalam tubuh sebagai hal yang ikut mempengaruhi seberapa cepat kulit wanita mengalami kerutan.
Jadi, jangan takut untuk tersenyum. Smile....
(eny/fer)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Tren Rambut 2026: Baby Bob, Model Bob Pendek yang Cocok untuk Rambut Keriting
Cara Menghilangkan Jerawat: Lakukan 3 Resolusi Kecantikan Ini di 2026
Brand K-Beauty Rilis Cleansing Pad, Cara Praktis Membersihkan Wajah
Blush On Tak Bisa Asal Pakai, Ini Cara Aplikasinya Sesuai Bentuk Wajah
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh











































