Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Para Model Ini Tampil di Catwalk dengan Wajah Lebam dan Bibir Pecah

wolipop
Rabu, 14 Jan 2015 11:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Peran make-up artist dalam sebuah peragaan busana sangatlah penting, sama pentingnya dengan busana dan para model yang membawakannya. Jika biasanya para penata rias menyulap model di lantai catwalk jadi lebih cantik dan tampan atau menampilkan make-up yang ekstravaganza, berbeda dengan fashion show yang digelar Shangguan Zhe.

Berjalan di atas catwalk membawakan koleksi busana pria terbaru dalam pekan mode London Collections: Men Autumn/Winter 2015, para model tampak babak belur dengan mata lebam, bibir pecah dan pipi yang memar. 'Karya seni' yang sedikit menyeramkan itu merupakan hasil kreasi dari Maria Comparetto, seorang make-up artist asal Inggris.

Tak hanya wajah yang 'berantakan', rambut model-model pria ini juga ditata acak dan tidak beraturan. Rambut berdiri kaku, keriting acak-acakan, asimetris hingga tampak lepek dan berminyak. Alhasil, fokus fashion show pun tidak lagi hanya tertuju pada rancangan busana tapi juga penampakan wajah mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Maria, ini adalah kedua kalinya ia bekerjasama dengan desainer asal China tersebut. Dalam wawancaranya bersama Daily Mail, Maria menyatakan senang bisa terlibat kembali dalam fashion show Shangguan karena konsep rancangan dan panggung catwalk-nya selalu playful dan seperti kartun.

"Kami menggunakan warna-warna riasan khusus sehingga efek lebamnya tidak terlalu nyata dan membuatnya lebih seperti kartun. Warna-warnanya tampak jelas, terang, tapi para model prianya tetap tampan dan macho," tutur Maria.

Sementara itu koleksi busana yang ditampilkan Shangguan di The Old Sorting Office, London, Inggris pada Senin (12/1/2015) tersebut merupakan rancangan terbarunya untuk musim dingin 2015. Print menjadi highlight koleksi berlabel SANKUANZ itu dengan warna-warna bold serta motif abstrak bak kilasan cahaya di atas material polos putih.

Shangguan juga menampilkan berbagai tunik atau terusan panjang dengan gambar kartun, serta coat dan jaket aksen rumbai. Sisi maskulin tetap ditampilkan lewat garis rancang yang simple, tegas dan konstruktif.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads