Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tren Wisata Kecantikan di Korea

Do's & Don'ts Sebelum Renovasi Penampilan dengan Operasi Plastik di Korea

wolipop
Jumat, 28 Nov 2014 16:28 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. PlastiKorea
Jakarta -

Operasi plastik menjadi salah satu prosedur kecantikan yang kini semakin banyak dilakukan di Korea Selatan. Hal ini terbukti dengan hadirnya beragam klinik kecantikan yang menawarkan serangkaian operasi plastik dengan hasil alami tanpa meninggalkan bekas luka. Ditambah lagi durasi operasi yang tidak memakan waktu lama serta proses pemulihan yang tergolong cepat semakin menggiurkan para turis mancanegara berbondong-bondong datang ke Korea untuk menikmati perawatan instan ini, di antaranya adalah Indonesia.

Meski berbeda kultur dan bahasa, hal ini tidak menjadikan penghalang bagi mereka karena kini mereka dimudahkan dengan kehadiran agen wisata kecantikan yang membantu pasien mengurusi semua kepeluan untuk menjalani operasi di Korea. Jika Anda tertarik melakukan operasi plastik di Negeri Ginseng ini, sebaiknya perhatikan beberapa hal yang dapat melancarkan proses operasi seperti yang dikemukakan oleh Sovia Tjau selaku perwakilan dari The Line Clinic untuk Indonesia.

1. Jangan Minum Obat
Wanita 50 tahun ini menganjurkan untuk menghindari obat-obatan yang dapat mengencerkan darah serta obat penahan rasa nyeri seperti aspirin. Selain itu, meminum vitamin E juga tidak diperbolehkan karena pada saat operasi, darah yang keluar akan mengalir lebih banyak. Ia juga menyarankan untuk berhenti mengonsumsi obat-obat ini minimal seminggu sebelum operasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Hindari Rokok dan Alkohol
Selain obat-obatan, merokok dan meminum alkohol juga tidak diperbolehkan. "Jangan ngerokok dan minum alkohol dulu minimal sehari sebelum operasi. Karena nanti pembuluh darahnya jadi menyempit dan penyembuhan pasca operasinya jadi lebih lama," jelas wanita 50 tahun ini ketika berbincang dengan Wolipop di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2014).

3. Jangan Memakai Cat Kuku
Meski terkesan sepele dan tidak diperhatikan, rupanya cat kuku juga tidak boleh digunakan karena akan mengganggu alat deteksi denyut jantung. Sovia mengatakan, hal ini pernah terjadi pada pasien operasi plastik dari Kamboja. Sebelum operasi, si pasien lupa menghapus cat kuku 'gel' yang tidak dapat dihapus dengan penghapus cat kuku biasa sehingga pasien tersebut ditunda operasinya sampai cat kuku gel tersebut akhirnya berhasil dihapus.

4. Puasa
Selayaknya prosedur operasi pada umumnya, pasien operasi plastik juga diharuskan untuk berpuasa selama 7 hingga 8 jam sebelum menjalani operasi. Hal ini dilakukan untuk melancarkan proses anestesi total pada saat pembedahan untuk meregangkan semua otot, termasuk otot yang membatasi lambung dengan kerongkongan.

5. Tes Kesehatan
Wanita yang hobi travelling ini mengatakan, The Line Clinic sangat mengedepankan keselamatan pasien sehingga sebelum menjalani operasi besar seperti operasi pemotongan tulang rahang atau facelift (penarikan kulit wajah dan leher agar lebih kencang-red), para pasien akan melakukan pemeriksaan darah, X-Ray & ECG (pemeriksaan jantung) terlebih dahulu sebelum dioperasi. "Untuk pasien-pasien yang mempunyai sejarah penyakit tertentu, Dokter di sana biasanya minta hasil tes darah yang paling terakhir sebelum berangkat ke Korea, agar mereka tahu kondisi pasien apakah layak untuk dioperasi," jelasnya.

(int/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads