Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Krim Vitamin E Efektif Hilangkan Bekas Luka, Mitos atau Fakta?

wolipop
Minggu, 06 Jul 2014 12:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Bekas luka, jaringan parut, bekas jerawat atau stretch mark bisa mengganggu penampilan dan membuat tidak percaya diri. Pemakaian krim vitamin E pun disebut-sebut bisa memudarkan atau mengecilkan bekas luka tersebut dengan efektif. Namun ada yang menganggapnya hanya mitos dan strategi pemasaran produk.

Benarkah vitamin E bisa mengurangi bekas luka? Sayangnya, menurut dokter spesialis kulit, tidak. Ahli dermatologi asal Australia, Dr Philip Artemi mengatakan vitamin E sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki kulit pasca luka.

"Banyak orang memakai krim vitamin E dan melihat adanya perubahan pada bekas lukanya. Tapi sebenarnya perubahan itu terjadi bukan karena pemakaian vitamin E," jelasnya, seperti dikutip dari ABC Australia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktanya, sebenarnya kulit kita sendiri yang memperbaiki diri secara alami. Secara perlahan, kulit memang akan memperbaiki dirinya secara perlahan dan bekas luka bisa saja mengecil, menipis atau berkurang paling cepat satu tahun. Namun dalam proses perbaikan itu, vitamin E tidak terlalu banyak berperan.

Dr Philip mengatakan memang benar bahwa vitamin E bisa membantu pembentukan kolagen. Kolagen merupakan jenis protein yang menjaga kekencangan, kelembaban dan kekenyalan kulit. Tapi bukan berarti dengan hanya mengoleskan krim atau minyak vitamin E, otomatis produksi kolagen akan bertambah dan membantu memudarkan bekas luka. Vitamin E baru bisa bekerja ketika ia berada di dalam tubuh manusia dan itu pun tidak menghasilkan perubahan yang cukup signifikan.

Daripada membuang-buang uang untuk membeli krim vitamin E yang diklaim bisa menghilangkan bekas luka tapi tak memberikan hasil, Dr Philip menyarankan untuk pergi ke dokter kulit dan menjalani prosedur medis yang telah terbukti hasilnya. "Orang banyak yang mendapatkan uang dari hasil menjual produk yang sebenarnya tidak ada manfaat untuk menghilangkan bekas luka," tambahnya.

Dr Philip mengatakan ada cara lain yang lebih efektif untuk meminimalisir penampakan bekas luka yaitu dengan menggunakan perban khusus. Perban tersebut dikenal dengan sebutan perban silikon, yang berfungsi mempertahankan kelembaban pada luka ketika masa penyembuhan, sehingga bekas luka bisa lebih kecil.

"Perban mengandung silikon telah terbukti secara klinis baik untuk menjaga kelembaban pada luka. Tapi Anda juga bisa mengoleskan Vaseline petroleum jelly atau perban jenis apapun yang bisa mencegah udara mengenai kulit," jelas dokter dari Australasian College of Dermatologists ini.

Perlu diingat, perban silikon bukan untuk menghilangkan bekas luka tapi meminimalisir pembentukan jaringan parut setelah luka sembuh. Penggunaannya harus diterapkan pada luka yang sudha dibersihkan, dan dipakai setiap hari selama minimal 12 minggu atau tergantung kondisi luka pada kulit. Setelah itu bekas luka akan mengecil dengan sendirinya tapi tidak hilang total.

Pada tahap inilah diperlukan perawatan secara medis dari dokter spesialis kulit. Penghilangan bekas luka bisa dilakukan dengan penyinaran atau injeksi bahan kimia.

"Bekas luka yang warnanya merah atau keunguan bisa dihilangkan dengan laser. Tapi jika bekas lukanya terlalu tebal, bisa menggunakan suntik cortisone untuk melembutkan dan meratakannya. Sampai saat ini dua metode itu yang dinilai paling efektif," jelas Dr Philip.

Peningkatan kondisi kulit setelah perawatan biasanya mencapai 30 hingga 60 persen. Namun kembali lagi, itu tergantung dari kondisi dan jenis kulit.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads