Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

L'Oreal Beri Penghargaan Pada 4 Perempuan Peneliti di Bidang Sains

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 14 Nov 2013 11:55 WIB
...
Foto: Alissa/ Wolipop
Jakarta -

L'Oreal tidak hanya dikenal dengan perusahaan yang fokus pada bidang kecantikan dan perawatan tubuh. Tapi juga perusahaan global yang selalu mendorong investasi dalam bidang sains. Sebagai bukti nyata atas dukungan di bidang ilmu pengetahuan tersebut, sejak tahun 1998, L'Oreal bekerjasama dengan UNESCO untuk menjalankan program L'Oreal-UNESCO For Women in Science (FWIS).

Di Indonesia sendiri, program ini juga mulai diadakan sejak 2004. Dan tercatat ada 30 fellows, sebutan bagi penerima penghargaan L'Oreal Nasional Indonesia, yang terbagi atas 22 fellows kategori Life Science, dan 8 lainnya dari kategori Material Science.

"Program ini memberi apresiasi terhadap perempuan peneliti berbakat yang memberi kontribusi signifikan bagi sains secara global. Di antara semua negara di Asia Pasifik, Indonesia merupakan negara dengan penerima fellowship tertinggi. Hal ini membuktikan bahwa perempuan peneliti di Indonesia memiliki potensi besar," ujar Vismay Sharma, Presiden Direktur L'Oreal Indonesia, di Aula Terapung, Perpustakaan Pusat, Universitas Indonesia, Depok, Kamis (14/11/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tahun 2013 ini, menjadi tahun kesepuluh pelaksanaan progam FWIS di Indonesia. Dan kembali L'Oreal-UNESCO FWIS memberi penghargaan kepada empat perempuan peneliti muda.

Empat wanita peneliti yang tergabung dalam fellowship FWIS itu adalah Dr. Yosi Agustina dari Insitut Teknologi Bandung, Ratih Asmana Ningrum dari Bioteknologi LIPI, Yusnita Rifai, Ph.D, Apt dari Fakultas Farmasi Universitas Hassanudin, dan terakhir Dr. Indri Badria Adilina dari Pusat Penelitian Kimia LIPI.

Sedikit tentang penelitian yang mereka lakukan, Dr. Yosi, Ratih, dan Yusnita akan melakukan penelitian di bidang kesehatan. Dr. Yosi Agustina misalnya, akan menganalisis korelasi tentang penyakit Tiberculosis dengan Diabetes Mellitus, dan mencari pengobatan optimal. Adapun Ratih Asmana, yang mengembangkan anti kanker. Dan Yusnita Rifai yang akan melakukan penelitian untuk pencegahan osteoporosis.

Satu fellowship lainnya datang dari kategori Material Science, yaitu Dr. Indri. Wanita 31 tahun itu melakukan penelitian tentang pengembangan material nanokomposit menjadi bahan kimia bernilai tinggi. Keempat peneliti muda ini akan menerima fellowship dengan nilai masing-masing Rp 80 juta untuk mendanai penelitian mereka.

(asf/eny)
...
Hide Ads