Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Exosome Jadi Tren Treatment di Klinik Kecantikan, Dokter Ungkap Risikonya

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 02 Okt 2026 11:32 WIB
...
Ilustrasi Suntik Botox
Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/Rat0007
Jakarta -

Exosome kini makin populer sebagai treatment di klinik kecantikan karena disebut bisa membantu meremajakan kulit hingga mengatasi rambut rontok. Di balik popularitasnya, ternyata treatment ini masih menyimpan sejumlah risiko dan diperdebatkan di dunia kesehatan serta kecantikan.

Treatment ini dapat dilakukan dengan cara dioleskan ke kulit, digunakan bersama microneedling atau laser, hingga melalui suntikan. Bahan yang disebut exosome sebenarnya merupakan vesikel ekstraseluler berukuran sangat kecil yang dilepaskan oleh sel dan berfungsi membawa sinyal antarsel. Di dalamnya terdapat berbagai komponen biologis, termasuk protein, lipid, RNA, mRNA, dan materi genetik lainnya. Kandungannya pun bisa berbeda tergantung dari sel asal exosome tersebut.

Dalam dunia kecantikan, exosome banyak diteliti karena kemampuannya membawa sinyal yang berpotensi memengaruhi proses perbaikan jaringan. Sejumlah penelitian awal mengaitkannya dengan produksi kolagen dan elastin, perbaikan skin barrier, pigmentasi, bekas luka hingga siklus pertumbuhan rambut. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas dan belum ada standar yang seragam mengenai sumber, proses isolasi maupun kandungan setiap produk exosome.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doctor, nurse, scientist hand in blue gloves holding flu, measles, coronavirus, covid-19 vaccine disease preparing for child, baby, adult, man and woman vaccination shot, medicine and drug concept.Ilustrasi Foto: Getty Images/Nenad Cavoski

Meski potensinya cukup menjanjikan, keamanan exosome masih menjadi tanda tanya. Dr. Gina Maccarone, dokter bedah kosmetik dan pendiri The Surgeonista di Cincinnati, Amerika Serikat, mengatakan hingga kini belum ada satu pun produk exosome yang mendapat persetujuan FDA untuk penggunaan terapeutik pada manusia.

"Treatment ini masih sepenuhnya eksperimental," ujar Maccarone, seperti dikutip dari USA Today.

ADVERTISEMENT

Menurut Maccarone, efek samping yang muncul bisa berupa kemerahan, bengkak dan iritasi di area treatment, terutama setelah prosedur suntik. Pasien juga bisa mengalami reaksi alergi atau respons dari sistem imun.

Salah satu masalahnya adalah kandungan produk exosome yang belum selalu memiliki karakterisasi jelas. Artinya, sulit memastikan secara pasti apa saja yang terdapat di dalam produk dan bagaimana tubuh akan meresponsnya.

"Kalau sebuah produk tidak memiliki karakterisasi yang jelas, efek sampingnya juga sulit diprediksi karena kita tidak benar-benar tahu apa yang ada di dalamnya," jelasnya.

FDA sebelumnya telah mengirimkan surat peringatan kepada sejumlah perusahaan yang memasarkan produk berbahan exosome. Pada Mei 2026, FDA kembali mengingatkan masyarakat mengenai potensi risiko serius dari penggunaan produk sel dan jaringan manusia yang belum mendapat persetujuan, terutama ketika disuntikkan ke tubuh.

(kik/kik)
...
Hide Ads