Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Creambath

Seberapa Sering Wanita Indonesia Creambath?

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 12 Apr 2013 09:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Creambath menjadi salah satu perawatan rambut favorit wanita Indonesia. Seberapa seringkah wanita Indonesia melakukan perawatan yang diciptakan oleh Rudy Hadisuwarno tersebut?

Dari hasil survei yang dilakukan Wolipop melalui online pada Kamis (11/4/2013) ditemukan fakta bahwa 60 persen wanita melakukan creambath dua minggu sekali. Tidak hanya untuk membuat rambut sehat, alasan lainnya wanita rajin melakukan perawatan tersebut adalah untuk relaksasi dari pijatan yang dilakukan terapis.

"Creambath dua kali sebulan. Selain perawatan rambut juga mengincar pijatan terapisnya," ujar Clara (bukan nama sebenarnya).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 30 persen responden mengaku melakukan creambath sebulan sekali. Padatnya aktivitas membuat wanita tidak sempat melakukan creambath lebih sering, namun setidaknya sekali dalam sebulan mereka menyempatkan diri untuk datang ke salon untuk creambath.

"Nggak setiap minggu juga. Minimal sebulan sekali ke salon. Kalau nggak sempet keluar rumah lagi perawatannya di rumah aja," ungkap Vira (bukan nama sebenarnya).

Sedangkan 10 persen sisanya, sangat rajin melakukan perawatan creambath. Untuk perawatan yang lebih sering, responden mengaku tidak melakukannya di salon, melainkan di rumah.

"Creambath di rumah seminggu sekali. Di akhir bulan baru ke salon," ujar Fitri (bukan nama sebenarnya).

Lalu, seberapa sering creambath sebaiknya dilakukan? Menurut dr. Hanny Nilasari, Sp.KK, creambath paling baik dilakukan dua minggu sekali. Dr Hanny juga menyarankan agar wanita memperhatikan bahan-bahan yang digunakan sebagai krim creambath, yang disesuaikan dengan jenis kulit kepala. Sehingga sebelum memulai creambath, sebaiknya berkonsultasi mengenai jenis rambut dan kulit kepala pada terapis.

"Dua minggu sekali sudah paling aman. Bahan yang dipakai seharusnya bahan-bahan yang cocok untuk kulit kepala atau bahan yang sudah teruji oleh BPOM," tutur Dr Hanny.

(kik/rma)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads