Liputan Khusus
Kenali 5 Faktor yang Membuat Rambut Berketombe
wolipop
Jumat, 09 Nov 2012 08:05 WIB
Jakarta
-
Setiap orang dapat memiliki masalah kulit kepala seperti ketombe. Survei wolipop menunjukkan 99% orang pernah punya masalah ketombe dalam hidupnya.
Gejala awal ketombe mudah dilihat misalnya serpihan putih pada rambut dan bahu, kulit kepala dan rambut yang berminyak disertai rasa gatal. Kondisi ini sering terjadi pada musim panas dengan sinar matahari yang menyengat, sehingga kulit kepala berubah menjadi kering.
Bayi juga dapat memiliki masalah kulit kepala seperti ketombe yang dinamakan cradle cap. Hal ini menyebabkan kulit kepala bayi berubah menjadi keras dan juga gatal. Cradle cap biasanya terjadi ketika bayi baru lahir ataupun ketika mereka menginjak usia kanak-kanak. Namun tidak perlu khawatir karena cradle cap tidak berbahaya dan akan hilang sendiri ketika bayi menginjak usia satu tahun.
Pada orang dewasa, penyebab ketombe bermacam-macam. Berikut ini pemaparan dari situs Mayo Clinic mengenai penyebab ketombe. Kenali agar Anda bisa mengetahui bagaimana cara penanganan yang tepat:
1. Kulit kepala yang kering
Kondisi kulit kepala yang kering sering terjadi karena perubahan suhu dan cuaca misalnya cuacan panas berubah menjadi cuaca yang dingin ataupun sebaliknya sehingga menyebabkan kulit kepala gatal dan munculnya ketombe. Ketika kulit kepala kering, ketombe yang muncul tidak disertai dengan rambut yang berminyak. Biasanya ketombe yang disebabkan karena kondisi pertama ini juga disertai tanda-tanda kulit kering lainnya. Misalnya kulit yang bersisik di bagian lengan ataupun siku.
2. Kulit kepala berminyak
Kulit kepala yang berminyak dan iritasi biasanya ditandai dengan kulit kepala berwarna kemerahan dan munculnya ketombe berwarna putih ataupun kekuningan. Kondisi ini biasa disebut sebagai sindrom Seborrheic Dermatitis. Umumnya sindrom ini terjadi pada area yang memiliki kandungan minyak cukup tinggi, seperti sekitar alis, sisi hidung, belakang telinga, dan juga ketiak. Rambut atau kulit kepala yang kotor juga dapat mengakibatkan minyak serta sel kulit mati menumpuk, sehingga memicu timbulnya ketombe.
3. Psioriasis & Eczema
Psioriasis disebabkan oleh banyaknya kulit mati yang tebal dan menumpuk di kulit kepala. Hal ini biasanya terjadi pada area lutut, siku, dan juga kulit kepala. Gejalanya hampir mirip dengan Seborrheic Dermatitis, hanya saja psioriasis disebabkan karena menumpuknya kulit mati di kepala. Sedangkan, Eczema dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh kita, termasuk kulit kepala, yang menyebabkan munculnya ketombe.
4. Alergi
Hati-hati saat Anda menggunakan produk perawatan dan penataan rambut. Kalau tidak cocok, produk pewarnaan ataupun perawatan rambut yang mengandung paraphenylene diamine (PPD) dapat mengakibatkan kulit kepala iritasi, gatal dan juga berwarna kemerahan. Terlalu sering keramas dan banyak memakai aneka produk styling rambut juga menyebabkan masalah serupa.
5. Bakteri ataupun Jamur (malassezia)
Bakteri atau jamur yang tumbuh pada kulit kepala bisa menjadi tidak terkontrol sehingga mengakibatkan folikel rambut memproduksi lebih banyak minyak. Kondisi ini menyebabkan kulit kepala iritasi dan tumbuhnya sel kulit mati kemudian memicu ketombe.
Kenapa bakteri atau jamur di kulit kepala bisa tumbuh menjadi tidak terkontrol, penyebabnya belum diketahui secara pasti. Hanya saja kulit kepala yang terlalu berminyak, perubahan hormon, stress, lemahnya daya tahan tubuh, serta gangguan saraf seperti penyakit Parkinson, perubahan usia, hormon pria, diet yang buruk, cukup sensitif dengan kondisi malassezia ini yang bisa memicu ketombe.
(eny/rma)
Gejala awal ketombe mudah dilihat misalnya serpihan putih pada rambut dan bahu, kulit kepala dan rambut yang berminyak disertai rasa gatal. Kondisi ini sering terjadi pada musim panas dengan sinar matahari yang menyengat, sehingga kulit kepala berubah menjadi kering.
Bayi juga dapat memiliki masalah kulit kepala seperti ketombe yang dinamakan cradle cap. Hal ini menyebabkan kulit kepala bayi berubah menjadi keras dan juga gatal. Cradle cap biasanya terjadi ketika bayi baru lahir ataupun ketika mereka menginjak usia kanak-kanak. Namun tidak perlu khawatir karena cradle cap tidak berbahaya dan akan hilang sendiri ketika bayi menginjak usia satu tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kulit kepala yang kering
Kondisi kulit kepala yang kering sering terjadi karena perubahan suhu dan cuaca misalnya cuacan panas berubah menjadi cuaca yang dingin ataupun sebaliknya sehingga menyebabkan kulit kepala gatal dan munculnya ketombe. Ketika kulit kepala kering, ketombe yang muncul tidak disertai dengan rambut yang berminyak. Biasanya ketombe yang disebabkan karena kondisi pertama ini juga disertai tanda-tanda kulit kering lainnya. Misalnya kulit yang bersisik di bagian lengan ataupun siku.
2. Kulit kepala berminyak
Kulit kepala yang berminyak dan iritasi biasanya ditandai dengan kulit kepala berwarna kemerahan dan munculnya ketombe berwarna putih ataupun kekuningan. Kondisi ini biasa disebut sebagai sindrom Seborrheic Dermatitis. Umumnya sindrom ini terjadi pada area yang memiliki kandungan minyak cukup tinggi, seperti sekitar alis, sisi hidung, belakang telinga, dan juga ketiak. Rambut atau kulit kepala yang kotor juga dapat mengakibatkan minyak serta sel kulit mati menumpuk, sehingga memicu timbulnya ketombe.
3. Psioriasis & Eczema
Psioriasis disebabkan oleh banyaknya kulit mati yang tebal dan menumpuk di kulit kepala. Hal ini biasanya terjadi pada area lutut, siku, dan juga kulit kepala. Gejalanya hampir mirip dengan Seborrheic Dermatitis, hanya saja psioriasis disebabkan karena menumpuknya kulit mati di kepala. Sedangkan, Eczema dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh kita, termasuk kulit kepala, yang menyebabkan munculnya ketombe.
4. Alergi
Hati-hati saat Anda menggunakan produk perawatan dan penataan rambut. Kalau tidak cocok, produk pewarnaan ataupun perawatan rambut yang mengandung paraphenylene diamine (PPD) dapat mengakibatkan kulit kepala iritasi, gatal dan juga berwarna kemerahan. Terlalu sering keramas dan banyak memakai aneka produk styling rambut juga menyebabkan masalah serupa.
5. Bakteri ataupun Jamur (malassezia)
Bakteri atau jamur yang tumbuh pada kulit kepala bisa menjadi tidak terkontrol sehingga mengakibatkan folikel rambut memproduksi lebih banyak minyak. Kondisi ini menyebabkan kulit kepala iritasi dan tumbuhnya sel kulit mati kemudian memicu ketombe.
Kenapa bakteri atau jamur di kulit kepala bisa tumbuh menjadi tidak terkontrol, penyebabnya belum diketahui secara pasti. Hanya saja kulit kepala yang terlalu berminyak, perubahan hormon, stress, lemahnya daya tahan tubuh, serta gangguan saraf seperti penyakit Parkinson, perubahan usia, hormon pria, diet yang buruk, cukup sensitif dengan kondisi malassezia ini yang bisa memicu ketombe.
(eny/rma)
Home & Living
5 Kulkas 2 Pintu Terbaik 2026: Kapasitas Jumbo & Desain Estetik
Makanan & Minuman
Kamu Pecinta Matcha? Jangan Ngaku Kalau Belum Coba Camilan Ini!
Olahraga
Transformasi Badan Tanpa Gym? Ini Alat Workout yang Wajib Kamu Coba di Rumah
Perawatan dan Kecantikan
Duel Serum Peeling Viral, Somethinc vs Glad2Glow, Mana yang Lebih Worth It untuk Kulitmu?
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Faktanya Kulit Leher Lebih Cepat Kendur Dibanding Wajah, Ini Cara Merawatnya
Alasan Serum Vitamin C Jadi Andalan Skincare untuk Kulit Cerah dan Awet Muda
Apakah Kacang Mete Menyebabkan Jerawat? Ini Fakta yang Jarang Diketahui
Jarang Cuci Sisir? Ini Dampaknya untuk Rambut dan Kulit Kepala
7 Skincare Lokal yang Aman untuk Ibu Hamil, Bebas Bahan Berbahaya
Most Popular
1
Bak Putri Duyung, Gaya Lisa BLACKPINK Rayakan Ultah ke-29 Pakai Bra di Pantai
2
So Sweet! Son Ye Jin Rayakan 4 Tahun Pernikahan Bersama Hyun Bin
3
Heboh Rumor Pacaran Jo In Sung & Jang Wonyoung IVE, Alasannya Tak Terduga
4
Viral Kisah Pilu Pengantin Baru: Istri Hilang Ingatan Setelah 3 Bulan Menikah
5
4 Julukan Couple Fuji dengan Artis Pria Versi Netizen, Terbaru Furap
MOST COMMENTED











































