Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Waspada! Bukan Cuma Wanita, Pria Juga Bisa Punya Selulit

wolipop
Selasa, 23 Okt 2012 09:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Selulit masalah yang umum dialami wanita. Tahukah Anda bukan hanya wanita saja yang tubuhnya berselulit? Para pria pun bisa memiliki problem serupa. Apa penyebab selulit pada pria?

Selulit masalah yang umum dialami wanita. Selulit merupakan lemak berlebih yang membentuk jaringan parut dan dapat dideteksi dengan cara menekan kulit. Ketika kulit ditekan dan membentuk jaringan seperti kulit jeruk, itulah yang disebut selulit.

Selulit muncul ketika banyak lemak menumpuk dan terjebak dalam rongga-rongga kulit sehingga kulit tampak seperti bergelombang. Selulit banyak dijumpai disekitar bokong, paha, pinggang, betis, payudara dan lengan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaringan parut ini rupanya bukan hanya masalah untuk wanita. Para pria pun bisa memiliki masalah tubuh berselulit, seperti dikatakan dr. Fhemilya Indra Resvita, Sp.KK., dokter kulit di Ultimo Clinic, Jakarta. Selulit pada pria mirip dengan wanita.

"Secara umum jika dilihat dari histopatologi (kondisi dan fungsi jaringan), miri-mirip. Selulit pada pria juga disebabkan karena lemak atau obesitas," jelas dr. Fhemmy saat ditemui wolipop di Ultimo Clinic, Plaza Abda, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan belum lama ini.

Seiring pertambahan usianya, pria pun bisa memiliki banyak selulit. Hal itu dikarenakan metabolisme tubuhnya semakin melambat, termasuk metabolisme lemaknya. Jika pria tidak menyeimbangkan antara asupan makanan dengan apa yang dikeluarkannya, selulit bisa muncul.

Meski pria bisa terkena selulit, kemungkinannya lebih kecil ketimbang wanita. Kenapa wanita lebih berpotensi memiliki selulit? Seperti dikutip dari Live Strong hal itu dikarenakan wanita memiliki hormon estrogen yang bisa menstimulasi produksi lemak subuktan. Lemak subuktan ini berada langsung di bawah jaringan kulit, seperti di paha dan bokong.

Sementara pria, produksi hormon estrogennya tidak sebanyak wanita, sehingga lemak subuktan di tubuh mereka lebih tipis dan kemungkinan memiliki selulit pun jadi kecil. Pada pria, hormon yang lebih dominan adalah testosterone yang menstimulasi produksi protein. Hal itulah yang membuat jaringan ikat di tubuh pria lebih padat dan kaya protein, sehingga lapisan kulitnya lebih tebal. Ketebalan itulah yang mengurangi risiko munculnya selulit.

Kalaupun pria memiliki selulit, umumnya bagian tubuh yang terkena tidak sebanyak wanita. Selulit pada pria muncul di bagian tubuh seperti perut dan di bawah pinggang. Untuk mengurangi atau menyamarkan selulit tersebut cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads