Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Ini Step by Step & Efek Samping Operasi Perbesar Payudara

wolipop
Jumat, 20 Apr 2012 11:17 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dr. Enrina Diah (Dok. Pribadi)
Jakarta - Memiliki payudara lebih besar dan berisi jadi idaman sejumlah wanita. Untuk mendapatkan payudara lebih besar tersebut salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan operasi breast augmentation.

Pada operasi breast augmentation, payudara diberi tambahan implant silikon. "Melalui sayatan 4 cm di bawah payudara, dimasukkan implan di bagian bawah payudara tersebut," ujar dr. Enrina Diah SpBP dari Ultimo Aesthetic & Dental Center, Plaza Asia Lantai 18, Jl. Jend Sudirman Kav 59, Jakarta Pusat, saat berbincang dengan wolipop melalui telepon Kamis (19/4/2012).

Bagaimana tahapan operasi breast augmentation tersebut? Berikut ini step by stepnya seperti dijelaskan dr. Enrina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prosedur Operasi:
1. Membuat desain sayatan dan pocket yang akan dibuat.
2. Dilakukan dalam pembiusan umum atau bius lokal dan sedasi pada klien tertentu.
3. Dokter ahli bedah akan membuat sayatan.
4. Pembentukan ruangan pocket (kantung) untuk tempat implan.
5. Implan dimasukkan ke dalam pocket.
6. Luka operasi dijahit.

Operasi breast augmentation dengan penambahan implant ini biasanya memakan waktu 1 - 2 jam. Efek samping yang umumnya dirasakan setelah operasi adalah rasa nyeri yang bersifat sementara, bengkak dan perubahan sensasi pada puting.

Pasca diperbesar, payudara juga akan lebih sensitif selama beberapa minggu. "Risiko lainnya bisa infeksi, seperti berdarah kalau tindakannya nggak steril dan terbentuknya jaringan parut di sekitar implan," jelas dr. Enrina.

Mungkinkah terjadi kebocoran implant pasca operasi? Menurut dokter kelahiran Menado, 23 Mei 1974 itu kebocoran bisa saja terjadi meskipun kemungkinannya kecil. Namun yang perlu dipahami pasien adalah adanya kemungkinan mereka melakukan operasi ulang di masa yang akan datang.

"Implan kemungkinan bisa pecah. Di atas 10 tahun kemungkinan pecahnya bisa tinggi makanya harus dilakukan operasi sekunder, operasi kedua. Namanya juga buatan manusia, risiko dari alatnya sendiri, tergantung jenis implantnya," urai dr. Enrina.

Risiko operasi payudara menjadi lebih kecil ketika pasien memilih teknik stem cell breast augmentation. Seperti dijelaskan wolipop sebelumnya di artikel 2 Teknik Pembesaran Payudara, stem cell breast augmentation merupakan operasi pembesaran payudara dengan menggunakan lemak dari bagian tubuh pasien sendiri.

Pasca operasi stem cell breast augmentation ini, risiko terjadinya infeksi seperti berdarah juga tetap mungkin terjadi. Hanya saja risiko tersebut lebih kecil ketimbang breast augmentation dengan implant silikon.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads