Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

'Bro-tox', Botoks untuk Pria yang Kini Jadi Tren

wolipop
Rabu, 11 Jan 2012 07:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ist.
Jakarta - Simon Cowell bukan satu-satunya pria yang khawatir tentang masalah kulitnya hingga melakukan perawatan botoks. Saat ini semakin banyak pria dari kalangan biasa yang juga beralih ke perawatan pengencangan wajah dengan cara penyuntikan itu.

Seperti dilansir Daily Mail, tren tersebut dijuluki 'Bro-tox', dimana pria tidak hanya merawat kulitnya sebatas pencukuran kumis dan jenggot saja. Di Amerika sendiri ditemukan, sebanyak 300 ribu pria melakukan prosedur botoks.

Dalam tayangan Good Morning America, kelompok yang memakai botoks mengungkapkan bagaimana awal mula mereka melakukan botoks. Salah satu penyebabnya adalah ketertarikan para pria tersebut pada operasi plastik. Seperti Marc, 38 tahun dari Detroit, Michigan mengaku diberikan kado natal dari istrinya berupa voucher botoks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kartu tersebut sangat istimewa, tapi ada notes kecil yang bertuliskan, ada botoks dan aku sedikit terkejut," ujar Marc dalam sesi bincang-bincang di televisi itu.

Istri Marc tidak memiliki masalah dengan penampilan suaminya. Justru kado tersebut merupakan tanggapan atas ketidaknyamanan suaminya tentang penampilannya saat ini.

"Kita melihat foto zaman dulu dan aku berkata aku tampak sudah begitu tua dalam waktu beberapa tahun terakhir ini," tambah Marc.

Marc melakukan botoks bukanlah untuk kepentingan karirnya yang harus dituntut sempurna, tampaknya ia memang ingin memperbaiki penampilannya saja.

Marc tidak bekerja dibidang di mana ia harus dituntut rapi dan berpenampilan sempurna. Aktivitasnya saat ini adalah memperbaiki mobil dan sering melakukan pekerjaan yang kotor.

Bukan hanya Marc, Julio Mendez, pria yang juga mendapatkan hadiah botoks mengaku, tidak sabar melakukan perawatan wajah tersebut. "Aku akan melakukan perawatan botoks segera dan aku sangat senang. Aku memiliki kerut di sekitar keningku.

Begitupula dengan Johnny Markoudakis yang baru saja melakukan botoks. Masih dalam acara yang sama, Johnny mengaku sangat puas dengan hasil yang diberikan dari suntik botoks.

"Aku menyukainya. Hanya seminggu, tapi orang langsung menyadari bahwa aku terlihat tidak stres," ujar Johnny.

Sedangkan Jason Grange mengaku sampai ketagihan melakukan botoks. Hal itu karena ia tidak ingin terlihat tua.

Ahli bedah pun setuju bahwa semakin banyak pria yang melakukan botoks. Dr Anthony Griffin, dokter bedah plastik asal Los Angeles mengatakan, pria semakin berkompetisi dalam lingkungannya.

"Masyarakat percaya penampilan yang baik maka akan mendapat bayaran yang tinggi dan dengan botoks mereka bisa mendapatkan wanita cantik," ujar Anthony.

Sementara Dr Anthony Youn, yang merawat Marc menjelaskan setiap tahunnya semakin banyak pria yang melakukan botoks dan banyak wanita memberikan hadiah berupa voucher botoks untuk prianya. Anthony memberikan saran yang perlu diwaspadai para wanita jika ingin memberikan voucher operasi plastik untuk pacar atau suaminya.

"Jika Anda akan memberikan operasi plastik sebagai hadiah, pastikan bahwa orang tersebut benar-benar menginginkannya, karena beberapa orang mungkin menganggapnya buruk," tambah Anthony.


(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads