Penyebab Kulit Kering Menurut Dermatologi
wolipop
Rabu, 24 Nov 2010 09:00 WIB
Jakarta
-
Kulit kering merupakan masalah yang sering dialami oleh banyak orang. Khususnya saat udara dingin, kulit menjadi lebih kering.
Kulit pecah-pecah, merah, gatal dan iritasi merupakan kondisi yang menggambarkan masalah kulit kering. Dr Suzan Obagi, profesor dermatologi di University of Pittsburgh, akan membantu Anda untuk mengatahui penyebab utama kulit kering, seperti dikutip sheknows.
Udara kering
Suhu rendah dan banyak angin dapat memicu kekeringan kulit. Kulit membutuhkan setidaknya 60 persen kelembaban untuk tetap bisa menghidrasi kulit.
Air panas
Mandi dengan air panas juga dapat menghilangkan minyak alami kulit. Hal tersebut membuat kulit menjadi kering. Untuk menghindari kulit semakin kering, jangan mandi di air panas lebih dari 10 menit. Setelah mandi dengan air hangat, segera keringkan tubuh dengan handuk agar semua hawa panas dan sisa air panas di tubuh terserap.
Sabun
Banyak sabun yang mengandung formula deterjen yang keras. Formula tersebut dirancang untuk menghilangkan kotoran di kulit. Sayangnya, minyak alami kulit juga bisa ikut terangkat oleh sabun.
dr. Obagi menyarankan, hanya menyabuni tubuh pada daerah-daerah tertentu saja, seperti pangkal paha, ketiak dan tengkuk. Menurut dr. Obagi bagian lain tidak perlu disabuni.
"Air sudah cukup untuk membersihkan kulit lengan dan kaki agar kulit terhindar dari pengeringan yang disebabkan oleh sabun," jelas dr Obagi.
Baju
Pakaian terlalu ketat juga dapat menyebabkan masalah kulit. Kulit dapat teriritasi jika materi kain terus menggosok kulit yang sudah terlanjur kering. Saat kondisi kulit sangat kering, dr. Obagi menyarankan untuk menggunakan pakaian yang sedikit longgar.
Kondisi medis
Kondisi medis juga dapat menyebabkan kulit kering. Seperti perubahan hormon atau masalah kulit seperti eksim.
Obat-obatan
Banyak obat-obatan yang berpengaruh terhadap kekeringan kulit. Biasanya kondisi kulit akan kembali normal jika telah berhenti menggunakan obat-obatan tersebut.
Jika telah mengetahui penyebab kekeringan kulit akan lebih mudah untuk mengatasinya. dr. Obagi juga menyarankan untuk selalu menggunakan moisturizer atau pelembab setiap harinya.
Jangan hanya gunakan pelembab saat kulit terasa kering, tapi teruslah menggunakan moisturizer setiap kali. Moisturizer akan lebih bekerja bila kondisi kulit selalu lembab. Aplikasikan pelembab saat kulit sedikit basah, kondisi kulit yang lembab akan mengunci moisturizer di dalam tubuh sehingga kulit terus terhidrasi.
(kik/kik)
Kulit pecah-pecah, merah, gatal dan iritasi merupakan kondisi yang menggambarkan masalah kulit kering. Dr Suzan Obagi, profesor dermatologi di University of Pittsburgh, akan membantu Anda untuk mengatahui penyebab utama kulit kering, seperti dikutip sheknows.
Udara kering
Suhu rendah dan banyak angin dapat memicu kekeringan kulit. Kulit membutuhkan setidaknya 60 persen kelembaban untuk tetap bisa menghidrasi kulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mandi dengan air panas juga dapat menghilangkan minyak alami kulit. Hal tersebut membuat kulit menjadi kering. Untuk menghindari kulit semakin kering, jangan mandi di air panas lebih dari 10 menit. Setelah mandi dengan air hangat, segera keringkan tubuh dengan handuk agar semua hawa panas dan sisa air panas di tubuh terserap.
Sabun
Banyak sabun yang mengandung formula deterjen yang keras. Formula tersebut dirancang untuk menghilangkan kotoran di kulit. Sayangnya, minyak alami kulit juga bisa ikut terangkat oleh sabun.
dr. Obagi menyarankan, hanya menyabuni tubuh pada daerah-daerah tertentu saja, seperti pangkal paha, ketiak dan tengkuk. Menurut dr. Obagi bagian lain tidak perlu disabuni.
"Air sudah cukup untuk membersihkan kulit lengan dan kaki agar kulit terhindar dari pengeringan yang disebabkan oleh sabun," jelas dr Obagi.
Baju
Pakaian terlalu ketat juga dapat menyebabkan masalah kulit. Kulit dapat teriritasi jika materi kain terus menggosok kulit yang sudah terlanjur kering. Saat kondisi kulit sangat kering, dr. Obagi menyarankan untuk menggunakan pakaian yang sedikit longgar.
Kondisi medis
Kondisi medis juga dapat menyebabkan kulit kering. Seperti perubahan hormon atau masalah kulit seperti eksim.
Obat-obatan
Banyak obat-obatan yang berpengaruh terhadap kekeringan kulit. Biasanya kondisi kulit akan kembali normal jika telah berhenti menggunakan obat-obatan tersebut.
Jika telah mengetahui penyebab kekeringan kulit akan lebih mudah untuk mengatasinya. dr. Obagi juga menyarankan untuk selalu menggunakan moisturizer atau pelembab setiap harinya.
Jangan hanya gunakan pelembab saat kulit terasa kering, tapi teruslah menggunakan moisturizer setiap kali. Moisturizer akan lebih bekerja bila kondisi kulit selalu lembab. Aplikasikan pelembab saat kulit sedikit basah, kondisi kulit yang lembab akan mengunci moisturizer di dalam tubuh sehingga kulit terus terhidrasi.
(kik/kik)
Kesehatan
Jaga Lambung dan Imun Selama Puasa Ramadan! PRO EM 1 Bantu Stabilkan Lambung dengan Bakteri Baik
Kesehatan
Punya Masalah Gatal dan Iritasi di Area Intim? Saatnya Ganti ke Perawatan yang Tepat
Pakaian Pria
Tampil Elegan di Bulan Ramadan dengan MCE Jam Tangan Pria Fortune Series Full Black!
Pakaian Pria
Tampil Ringkas, Gerak Bebas dengan Waistbag Pria Waterproof Andalan buat Aktivitas Harian!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
3 Kebiasaan Pakai Makeup yang Diam-Diam Merusak Kulit
Fenomena Skin Anxiety, Saat Skincare Justru Bikin Stres dan Insecure
7 Rekomendasi Sunscreen yang Aman untuk Ibu Hamil
Ini Tinted Lip Balm yang Dipakai Margot Robbie di Film 'Wuthering Heights'
Review 3 Shades Make Over Amplify Fluid Glass, Efek Bibir Berkilau Bak Kaca
Most Popular
1
Gaya Mahalini Beri Kejutan Ultah Suami di Kasur, Rambut On Point Bikin Salfok
2
Pesona Elea Putri Ussy-Andhika Pratama di Pemotretan Keluarga, Bikin Salfok
3
Pesona Eileen Gu, Atlet Ski Berprestasi yang Juga Model Victoria's Secret
4
Bella Hadid Merasa 'Tak Berguna' saat Mengidap Penyakit Lyme Disease
5
3 Kebiasaan Pakai Makeup yang Diam-Diam Merusak Kulit
MOST COMMENTED











































