7 Tanda Kamu Pacaran Cuma Cari Validasi, Bukan Benar-benar Cinta
Banyak orang mengira menjalin hubungan semata-mata karena cinta. Padahal, tidak sedikit yang berpacaran hanya untuk mendapatkan validasi atau pengakuan dari orang lain, terutama dari pasangan. Kondisi ini bisa terjadi tanpa disadari.
Hubungan yang didasari kebutuhan untuk merasa dipilih dan diakui sering kali tampak seperti hubungan yang sehat. Padahal, menurut para terapis, perbedaan antara hubungan yang dibangun atas cinta dan hubungan yang hanya mencari validasi bisa sangat tipis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut tujuh tanda kamu mungkin sedang menjalin hubungan karena alasan yang keliru, bukan karena cinta yang tulus:
1. Lebih mementingkan status punya pasangan daripada mengenal sosoknya
Jika kamu lebih senang dengan status memiliki pasangan dibanding benar-benar mengenal dan menghargai dirinya, bisa jadi yang sebenarnya kamu cari adalah validasi.
Menurut Moe Ari Brown, terapis sekaligus pakar cinta dan koneksi internal di Hinge, seseorang sebaiknya melihat pasangan sebagai pribadi yang utuh. Ketertarikan yang sehat berakar pada sosok yang sedang dikencani, bukan pada gambaran ideal yang ada di kepala.
2. Hubungan terasa menyenangkan saat bersama, tetapi hambar ketika berjauhan
Kamu dan pasangan mungkin terlihat sangat cocok ketika bertemu langsung. Obrolan mengalir dan chemistry terasa kuat. Namun, saat berjauhan, hubungan justru terasa hambar.
Psikolog klinis Sabrina Romanoff menyebut kondisi ini sebagai performative compatibility, yaitu kecocokan yang muncul karena situasi tertentu, bukan karena kedekatan emosional yang benar-benar terbangun.
3. Terlalu cepat membuka semua cerita pribadi
Bersikap terbuka memang penting dalam hubungan. Namun, jika dilakukan terlalu cepat, hal itu justru bisa menjadi bentuk oversharing, bahkan berujung pada love bombing atau trauma dumping.
Menurut Romanoff, percakapan yang terlalu intens di awal hubungan memang bisa menciptakan kesan dekat. Namun, tanpa fondasi kepercayaan yang kuat, hubungan tersebut sulit berkembang secara sehat.
4. Terus menghubungi pasangan, tetapi menghindari komitmen
Kamu selalu menjaga komunikasi agar hubungan tetap berjalan, tetapi menghindari pembicaraan serius tentang masa depan atau komitmen. Romanoff menjelaskan bahwa orang yang digerakkan oleh ego cenderung mempertahankan perhatian orang lain tanpa benar-benar berniat membangun hubungan yang serius.
Tanda Kamu Pacaran Cuma Cari Validasi, Bukan Benar-benar Cinta
Foto: Instagram @sbsdrama.official
Kadang sangat perhatian, lalu tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Biasanya mereka muncul saat sedang bosan, kesepian, atau membutuhkan perhatian.
Menurut Romanoff, perilaku ini menunjukkan bahwa yang dicari adalah validasi, bukan hubungan yang sehat. Jika seseorang benar-benar ingin membangun hubungan, usahanya akan lebih konsisten.
6. Memberikan perhatian yang sama kepada banyak orang
Alih-alih fokus mengenal satu orang, kamu justru menjaga komunikasi dengan banyak orang sekaligus sehingga mereka menjadi 'cadangan' ketika yang lain sedang tidak ada. Psikoterapis Danielle Madonna menilai perilaku ini merupakan salah satu tanda seseorang haus akan validasi dari banyak orang.
7. Lebih menikmati proses mengejar daripada menjalani hubungan
Jika kamu lebih bersemangat saat mengejar seseorang yang sulit didapat, tetapi kehilangan minat setelah orang tersebut membalas perasaanmu, bisa jadi yang kamu cari bukan hubungan, melainkan rasa ingin diinginkan.
Madonna menjelaskan bahwa ketika antusiasme hilang setelah seseorang menunjukkan ketertarikan yang tulus, itu merupakan tanda bahwa motivasi utamanya adalah mendapatkan validasi, bukan membangun koneksi yang mendalam.













































