Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Gen Z Tinggalkan Hubungan Nonchalant Kini Beralih ke Tren Chalant, Apa Itu?

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 03 Jul 2026 09:09 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Happy young couple enjoying a healthy meal together in a minimalist kitchen.
Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak
Jakarta -

Istilah situationship dan pasangan yang bersikap nonchalant atau cuek sempat menjadi tren di kalangan Gen Z. Namun belakangan, semakin banyak anak muda mulai meninggalkan pola hubungan tersebut dan beralih ke konsep baru yang disebut chalant.

Tren ini muncul sebagai respon terhadap hubungan yang minim komitmen dan terasa kurang melibatkan usaha dari kedua belah pihak. Jika dulu sikap dingin dan sulit ditebak dianggap menarik, kini banyak Gen Z justru menginginkan pasangan yang terbuka, konsisten, dan berani menunjukkan rasa sayang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Fenomena ini bahkan sempat disinggung dalam salah satu episode Love Island. Salah satu peserta, Sol, secara terbuka mengungkapkan tipe pasangan yang ia sukai.

"Aku suka seseorang yang benar-benar menunjukkan ketertarikan padaku. Aku tidak suka orang yang terlalu nonchalant. Aku justru ingin kamu sangat chalant terhadapku," ujarnya.

Di TikTok, pembahasan mengenai hubungan chalant juga semakin ramai. Berbagai video yang mengulas tren tersebut telah ditonton jutaan kali dan mengumpulkan jutaan tanda suka.

Dikutip dari SheKnows, perubahan ini menunjukkan bergesernya budaya pacaran di kalangan Gen Z. Jika dulu menjadi bucin sering dianggap memalukan, kini menunjukkan perhatian, memberikan kepastian, dan membangun hubungan yang sehat justru semakin dihargai.

Konsep chalant hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya hubungan yang mengagungkan sikap cuek. Alih-alih bermain tarik ulur, banyak anak muda kini lebih menghargai pasangan yang hadir secara emosional dan tidak ragu menunjukkan kepeduliannya.

Menurut pakar hubungan Hinge, Moe Ari Brown, tren chalant bukan sekadar istilah viral di media sosial, melainkan mencerminkan perubahan ekspektasi dalam dunia kencan.

"Usaha sedang menjadi tren. Keinginan akan chalance bukan sekadar mengikuti istilah viral, melainkan menginginkan perhatian dan kepedulian yang memang seharusnya menjadi standar dalam sebuah hubungan," ujarnya, seperti dikutip dari Cosmopolitan.

(kik/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads