Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Peramal Ini Ngaku Bisa Baca Nasib Lewat Keju, Gimmick atau Nyata?

Tim Wolipop - wolipop
Senin, 22 Jun 2026 17:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jen Billock
Jen Billock meramal lewat keju Foto: dok. Instagram @jenniferjoanbillock
Jakarta -

Bagi kebanyakan orang, keju adalah makanan penambah kelezatan. Namun bagi Jen Billock, keju bisa menjadi alat untuk membaca masa depan. Wanita asal Chicago itu bahkan dijuluki Penyihir Keju karena mengaku dapat meramal nasib seseorang lewat pola dan tekstur pada sepotong keju.

Billock mulai menekuni praktik yang dikenal sebagai tyromancy saat pandemi Covid-19, ketika pekerjaannya sebagai penulis terhenti. Saat mencari metode ramalan yang tidak biasa, ia menemukan praktik membaca keju dan langsung tertarik.

"Saya mencari cara-cara aneh meramal lewat makanan, lalu menemukan keju. Dari situlah semuanya dimulai," ujarnya, seperti dikutip dari New York Post.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Billock sudah lama mempelajari tarot. Ia kemudian mengadaptasi teknik membaca simbol dalam tarot ke praktik tyromancy, tradisi kuno yang telah dikenal sejak abad ke-2 dan pernah digunakan di Inggris pada Abad Pertengahan.

Jen BillockJen Billock Foto: dok. Instagram @jenniferjoanbillock

Menurut Billock, membaca keju mirip dengan membaca ampas kopi atau daun teh. Ia mengamati bentuk, lubang, dan tekstur yang muncul, lalu menafsirkannya menjadi pesan tentang cinta, karier, kesehatan, hingga kehidupan pribadi.

ADVERTISEMENT

"Saya fokus pada kejunya, lalu pesan-pesan itu mulai muncul. Saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar," katanya.

Dalam satu sesi, klien biasanya diminta memilih empat potong keju. Tiga potong pertama mewakili masa lalu, masa kini, dan masa depan, sementara potongan terakhir digunakan untuk menjawab pertanyaan tertentu. Ia percaya pemilihan keju memiliki hubungan dengan orang yang membawanya.

"Keju hanyalah kendaraan. Ia menjadi penghubung antara saya dan orang yang sedang saya baca," jelas Billock.

Tak hanya keju, ia mengaku bisa membaca berbagai makanan dan minuman lain, mulai dari croissant, salad, hingga semangkuk kari. Menurutnya, makanan memiliki hubungan emosional yang kuat dengan manusia sehingga bisa menjadi media yang tepat untuk refleksi dan interpretasi. Meski kerap menghadapi skeptisisme hingga dihujat "gimmick", Billock menanggapinya dengan santai.

"Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah Anda belajar sesuatu, lalu makan kejunya. Jadi sebenarnya tidak ada ruginya," katanya.

Meski sering membaca keju milik orang lain, Billock justru tidak pernah meramal dirinya sendiri. Ia memilih menikmati keju tanpa perlu mengetahui pesan apa yang mungkin tersembunyi di dalamnya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads