Indonesia Fashion Week 2026 Resmi Dibuka, Kain Ulos Jadi Sorotan Utama
Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 hadir kembali di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Memasuki penyelenggaraan ke-14, ajang mode tahunan yang digagas Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) ini mengusung tema 'Ulos Simetria'.
Tema tersebut mengangkat kain tradisional Ulos dari Sumatera Utara sebagai inspirasi utama koleksi para desainer dan fashion label Tanah Air. Ulos diterjemahkan ke dalam berbagai siluet dan rancangan kontemporer yang selaras dengan tren fesyen masa kini, tanpa meninggalkan nilai budaya yang melekat di dalamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Indonesia Fashion Week sekaligus Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono, mengatakan tema Ulos Simetria dipilih untuk menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi dalam industri mode Indonesia.
"Melalui tema ini kami ingin menegaskan bahwa industri mode Indonesia harus terus menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi, kearifan lokal dan persaingan global, serta antara nilai budaya dan masa depan industri kreatif. Inilah semangat yang menjadi landasan Indonesia Fashion Week 2026," ujar Poppy.
Indonesia Fashion Week 2026 Foto: Dok. IFW |
Menurutnya, Ulos tidak hanya dikenal sebagai kain adat khas Sumatera Utara, tetapi juga memiliki filosofi tentang kehangatan, keseimbangan, harmoni, dan persatuan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perkembangan industri mode Indonesia agar semakin kompetitif di pasar global.
Selama lima hari penyelenggaraan, mulai 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, IFW menghadirkan berbagai agenda, mulai dari peragaan busana, pameran dagang, bazar fashion, forum kreatif, talkshow, pertunjukan hiburan, hingga kuliner. Ratusan desainer, fashion label, pelaku UMKM, pengrajin kriya, institusi pendidikan, serta Dekranasda dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam ajang ini.
Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, berharap IFW 2026 dapat semakin memperkenalkan Ulos, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ia ingin Ulos semakin dikenal di dunia internasional, tidak hanya di industri fashion tetapi juga sektor pariwisata.
"Saya berharap kepada para desainer untuk lebih melirik lagi Ulos karena warisan budaya Batak ini sangat kaya," ujar Kahiyang.
Melalui tema Ulos Simetria, IFW 2026 ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya Indonesia dapat terus berkembang melalui sentuhan inovasi. Ajang ini juga menjadi wadah bagi para pelaku industri kreatif untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus memperkuat posisi fesyen Indonesia di kancah internasional.
(eny/eny)












































