e-Life

Ortu Selingkuh, Awas Anak Jadi Agresif!

dtv - wolipop Selasa, 04 Jan 2022 19:07 WIB
Jakarta -

Perselingkuhan dalam pernikahan bisa berpengaruh besar terhadap kondisi anak. Efeknya beragam, mulai dari psikis hingga berimbas ke fisik.

Psikolog & Grafolog Joice Manurung pernah menangani kasus seorang anak yang ayahnya berselingkuh sekian tahun. Saat akhirnya itu terkuak, sang anak terus bertanya di benaknya, "Mengapa?" dan tak pernah terjawab.

"Nah, anak ini akhirnya mengalami gangguan panik, awalnya panic attack, serangan panik. Kemudian berlanjut pada gangguan panik, yang itu menjadi awal gangguan kecemasannya, tadi saya sebut ada mengalami kelumpuhan, dia mengalami kelumpuhan, kemudian gangguan pernafasan, dan hampir 6 bulan dia bed rest, tidak bisa beraktivitas, lalu depresi," jelas Joice di acara e-Life detikcom.

Perselingkuhan juga menghancurkan rasa percaya yang dibangun dalam keluarga. Pada kasus-kasus ekstrem, hancurnya rasa percaya ini bahkan bisa berkembang menjadi agresivitas.

"Ada keluarga lain, anaknya punya sebuah kemarahan laten, terpendam, kepada sosok pria. Karena dianggap ayah ini adalah figur role model, figur contoh, panutan, yang kemudian melanggar kesepakatan, menghancurkan rasa percayanya, dan dia tidak percaya lagi pada figur-figur seperti itu. Nah akhirnya dia memutuskan untuk tidak mau mengenal pria. Tidak mau punya hubungan dengan pria, bahkan dalam tanda kutip, menunjukkan agresivitas yang kuat ketika harus bersentuhan atau tersentuh atau berhubungan dengan pria," terang Joice.

(gah/gah)