ADVERTISEMENT

e-Life

Sudah Jelas Selingkuh Tapi Tidak Merasa Bersalah

dtv - wolipop Selasa, 04 Jan 2022 15:33 WIB
Jakarta -

Perselingkuhan adalah keputusan yang dibuat secara sadar. Dengan kata lain, tidak ada yang namanya perselingkuhan yang tidak disengaja.

"Pasti karena dia sadar. Dan karena itu adalah hal yang menyenangkan, memberikan sebuah gairah dalam kehidupannya dia, bahkan bisa memuaskan kebutuhan, justru orang akan mencari terus. Makanya bisa bertahan cukup lama. Nah, pertanyaannya cuma sebenarnya bukan soal dia sadar atau, tapi dia merasa bersalah apa nggak? Kan gitu," jelas Psikolog & Grafolog Joice Manurung di acara e-Life detikcom.

Namun, seringkali pelaku perselingkuhan enggan mengakui perbuatannya. Bahkan, ia berusaha begitu keras untuk menjustifikasi perselingkuhannya dengan berbagai alasan.

"Ini adalah salah satu bentuk dari manipulasi. Jadi dia memanipulasi, memanipulasi keadaan, memanipulasi hubungannya, memanipulasi kondisi dirinya dengan orang lain dan dengan pasangannya, dan sebagainya. Nah, jadi boleh dikatakan pelakunya ini manipulatif. Nah jadi pelaku perselingkuhan kalau dia memiliki kecenderungan manipulatif, berarti ada bawaan karakteristik di dalamnya," terang Joice.

Terkadang, begitu kuatnya sikap manipulatif, seseorang bisa sangat yakin bahwa dia tidak bersalah setelah semua yang dilakukannya.

"Saya pernah handle kasus sampai orangnya tiada, dia tidak mengakui gitu. Akhirnya memang hubungan ini diselesaikan dalam perceraian. Sampai perceraian terjadi, hingga akhirnya orangnya menjelang ajal, dia tidak mengakui juga. Karena menurut dia, itu bukan perselingkuhan. Barangkali menurut dia, itu adalah hanya hubungan sesaat yang tidak membutuhkan komitmen dan harusnya boleh dipahami. Nah, saya tadi katakan, karena dia manipulatif, jadi dia memanipulasi keadaan dan seakan-akan memanipulasi mindset pasangannya bahwa ini tuh tidak ada apa-apa. 'Tetap kamu yang lebih utama dalam hidup saya.' Tapi dia ke mana-mana. Kan begitu ya. Jadi, itu yang dia bangun dalam pikiran pasangannya, gitu," tutur Joice.

(gah/gah)