ADVERTISEMENT

e-Life

Ciri Umum Pasangan yang Berselingkuh

dtv - wolipop Selasa, 04 Jan 2022 12:47 WIB
Jakarta -

Perubahan perilaku pada pasangan dapat mengindikasikan ada sesuatu yang tak biasa. Perubahan ini adalah salah satu dari sekian banyak indikasi perselingkuhan.

Menurut Psikolog & Grafolog Joice Manurung, tidak ada cara khusus mengidentifikasi pasangan yang berselingkuh. Karena menurutnya, ada orang-orang yang cukup 'cerdas' dalam menyembunyikannya, sehingga tidak terlihat ada perubahan berarti.

Namun, bagi orang-orang tertentu ada beberapa perubahan perilaku yang mencolok. Misalnya, berkurangnya rasa hormat dan kepekaan.

"Ada orang-orang yang secara sadar itu mengubah perilakunya. Mengapa? Karena tadi, dia hanya mencari misalnya kenyamanan. Kebutuhan afeksi. Ketika itu didapatkan, maka kepada pasangan yang sah, dia tidak lagi bisa menunjukkan sikap kepeduliannya, misalnya. Kemudian, rasa-rasa hormatnya, misalnya ada yang begitu. Atau, kepekaannya itu nggak dia perlihatkan lagi karena energi untuk itu sudah dia pakai untuk orang yang menjadi selingkuhannya," jelas Joice.

Selain itu, ada juga orang-orang yang menunjukkan kecenderungan agresif ke pasangan sah sejak ia berselingkuh.

"Ada yang justru menunjukkan kecenderungan agresif. Agresivitas pun meningkat. Yang awalnya nggak suka marah-marah, ini lebih mudah tersinggung, cepat iritasi. Lalu, sering menaikkan nada bicara ketika ngobrol dengan pasangannya yang awalnya nggak begitu. Bahkan, melakukan yang namanya bullying, atau kekerasan. Baik secara verbal, maupun secara fisik kepada pasangannya," terang Joice.

Namun, siapa sangka bahwa jika pasangan mendadak romantis juga terkadang perlu dicurigai? Menurut penuturan Joice, hal ini termasuk pengalihan tindakan.

"Ada yang memang disebut dengan mengalihkan tindakan, istilahnya. Jadi, orang itu selalu berpikir begini, kalau saya ngasih yang lebih kepada orang, pasti saya akan dianggap baik. Orang yang tidak biasanya peduli, misalnya, memeluk, gitu ya, atau ada memberikan hadiah-hadiah kecil, nah dengan memberikan lebih, lebih dari yang biasa, itu. Dia dianggap tambah sayang, tambah perhatian, padahal itu upaya untuk menutupi," tuturnya.

Dalam ranah psikologi, hal ini juga bisa disebut sebagai defense mechanism atau mekanisme pertahanan diri.

"Jadi dia mengganti, memproyeksikan, atau mengganti bentuk, mensubstitusi, apapun itu istilahnya, untuk membuat kenyamanan pada dirinya. Karena dia merasakan, ini nggak nyaman, berselingkuh itu nggak nyaman. Kalau pasangan saya tahu, itu nggak nyaman. Jadi bagaimana caranya saya nyaman? Ya itu dengan memberikan lebih. Itu bisa terjadi," jelas Joice.

(gah/gah)