ADVERTISEMENT

Liputan Khusus Single Parent

Kisah Perjuangan Ibu Tunggal Besarkan Anak, Saat Mantan Suami Tak Beri Nafkah

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 12 Des 2021 12:18 WIB
Foto Syifa dan buah hatinya. Foto: Dok. pribadi Syifa. Foto Syifa dan buah hatinya. Foto: Dok. pribadi Syifa.
Jakarta -

Bertanggung jawab untuk membesarkan buah hati seorang diri menjadi tantangan sendiri bagi single parent atau orangtua tunggal. Walaupun berjuang sendirian, tak sedikit wanita yang berhasil membesarkan buah hatinya tanpa didampingi suami dan diberikan nafkah untuk menghidupi anak kandung mereka.

Seperti kisah wanita bernama Fadyah Syifa Hasbiah yang mengurus seorang diri buah hatinya yang kini berusia tujuh tahun. Kepada Wolipop, ia menceritakan awal mula menjadi single parent.

"Saya menikah awal 2014. Dulu saya pikir menikah muda itu indah dan manis. Saya seperti diberikan madu saat saya meminta gula. 21 tahun saat itu umur saya. Belum umur yang matang untuk menikah tapi saya nekat menikah hanya karena impian saya menikah muda," ungkap Syifa kepada Wolipop.

Ketika Syifa mengandung buah hati pertama, ia dan suami merasa bahagia dan bersyukur. Namun seiring perjalanan kehamilannya, suaminya mengalami perubahan sikap.

"Awal hamil sama-sama seneng tapi lalu ada perubahan sikap dari suami karena ternyata dia belum siap. Lalu mulai pulang malam sampai akhirnya kasar di awal kehamilan trisemester pertama," kenangnya.

Trisemester kedua sikap suami Syifa semakin menjadi seperti pulang makin larut dan seakan-akan memiliki pekerjaan yang menumpuk. Padahal Syifa tahu pekerjaan suaminya tidak membutuhkan banyak waktu dan pikiran.

Fadyah Syifa Hasbiah dan Lovely AssyabiyaFadyah Syifa Hasbiah dan sang anak, Lovely Assyabiya Foto: Dok. pribadi Syifa.

Syifa kemudian mendapatkan informasi jika suaminya selingkuh dan mengkhianatinya. Dan Syifa pun berhasil berkomunikasi dengan wanita selingkuhan suaminya tersebut. Dari komunikasi itu terungkaplah penyebab suaminya berubah sikap padanya.

"Namun di trisemester akhir saat saya akan lahiran, sikap suami agak mulai reda menjadi lebih manis. Ternyata saya baru tahu bahwa ternyata sebelumnya ia suka marah-marah karena pacarnya hamil. Lalu digugurkan dengan alasan istrinya juga sedang hamil. Selingkuhannya bilang, ia gugurkan anaknya demi saya. Demi anak yang saya kandung," ucap Syifa terkejut.

Ketika anak Syifa lahir, tidak ada sedikit pun pikiran bahwa suaminya akan selingkuh lagi. Namun ternyata sang suami mengulangi perbuatannya.

"Ternyata saat itu suami punya kekasih baru yang saya tidak tahu namanya. Alhamdulillahnya kekasihnya ini tidak hamil. Kenapa saya bisa tahu itu setelah semuanya terbongkar. Anak saya usia 4 bulan, saya melihat BBM (Blackberry Messenger) dengan perempuan lain, mesra," geram Syifa.

Tak tahan atas perlakuan sang suami, Syifa lalu meminta pria tersebut jujur. Dan suaminya disidang oleh keluarga besar Syifa.

"Dia sampai menyebut nama Tuhan bahwa tidak selingkuh namun keluarga saya tidak percaya. Usia anak saya lima bulan, saya diungsikan ke rumah tante saya di Kulon Progo, Yogyakarta," kata Syifa.

Fadyah Syifa Hasbiah dan Lovely AssyabiyaFadyah Syifa Hasbiah dan Lovely Assyabiya Foto: Dok. pribadi Syifa.

Suami Syifa Selingkuh Lagi

Pada saat itu Syifa dan buah hatinya pindah mengontrak di Godean, Yogyakarta. "Saya bawa semua perlengkapan yang saya butuhkan. Sedihnya saat itu terakhir kali anak saya bertemu ayahnya. Karena tak sedetik pun ia menengok kami. Ternyata saat itu ia punya pacar baru lagi. Kali ini pacarnya lah yang akhirnya jadi pelakor," tuturnya.

Anak kedua dari tiga orang bersaudara ini mengetahui informasi jika suaminya selingkuh lagi dari semua sahabatnya. "Saya akhirnya tahu siapa saja selingkuhannya. Sampai saya melabrak dua selingkuhannya. Yang pertama sudah selesai, ia minta maaf. Yang dua saat itu masih jadi kekasihnya namun tidak mau putus," ujar Syifa lelah.

Dan akhirnya Syifa tahu bawah selingkuhan suaminya hamil dan akan dinikahi. Pada saat itu, Syifa memutuskan mengakhiri pernikahannya dengan sang suami.

"Kejadian saat anak saya baru satu tahun dan keadaan saya mau sidang skirpsi," ucapnya.

Semenjak sang anak lahir, Syifa banting tulang mencari nafkah seorang diri. Bahkan ketika harus bimbingan skripsi ia membawa sang anak. Saat itu Syifa masih kuliah di Yogyakarta.

Syifa terakhir bertemu dengan mantan suaminya pada tahun 2015. Bagaimana cerita Syifa yang membesaran buah hatinya seorang diri, tanpa sang mantan suami memberikan nafkah untuk anak mereka? Klik halaman selanjutnya.

Saksikan juga Spesial Hari Ibu: "Kami Mau Ditelepon Ayah"

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2