Arti Ghosting Dalam Hubungan Cinta dan Cara Menghadapinya

Lukita Wardhani - wolipop Kamis, 14 Okt 2021 16:45 WIB
Second Couple di Drama Korea Arti ghosting. Foto: Getty Images/iStockphoto/shironosov
Jakarta -

Kata ghosting kini populer di media sosial sebagai istilah percintaan. Apa arti ghosting dalam hubungan cinta? Bagaimana menghadapinya saat terkena ghosting?

Kata ghosting sendiri dalam kamus bahasa Inggris Urban Dictionary diartikan sebagai berikut: When a person cuts off all communication with their friends or the person they're dating, with zero warning or notice before hand. You'll mostly see them avoiding friend's phone calls, social media, and avoiding them in public.

Artinya ghosting adalah saat seseorang memutuskan semua komunikasinya dengan teman atau orang yang sedang dikencaninya secara tiba-tiba, tanpa peringatan atau pemberitahuan. Orang yang melakukan ghosting ini akan menghindari pesan WhatsApp, telepon atau pun media sosial orang yang dia ghosting.

Ghosting bisa terjadi di awal hubungan atau di tengah-tengah hubungan, serta bisa secara langsung atau online. Buat kamu yang mengalami hal ini pasti akan langsung merasakan efek kesehatan mental yang luar biasa. Menurut hasil dari dua studi pada 2018, sekitar 25 persen orang pernah menjadi pelaku ghosting.

Apa yang harus dilakukan jika kena ghosting dalam hubungan cinta?

Penelitian mengungkapkan lebih banyak emosi kompleks di balik terjadinya ghosting. Dua penelitian dari 2010 dan 2011 menunjukkan bahwa perpisahan seperti ini dapat menyebabkan rasa sakit fisik dan penolakan secara umum, menghasilkan aktivitas otak serupa yang terkait dengan nyeri tubuh.

Ghosting juga dapat memengaruhi harga diri kamu dan berdampak negatif pada hubungan kamu saat ini dan di masa depan, baik romantis maupun sebaliknya.

Bagaimana cara untuk move on setelah terkena ghosting?

Sembuh dari ghosting pastinya membuat kamu tidak lagi terlihat sama untuk semua orang. Dan cara move on setiap orang dapat berbeda. Berikut adalah beberapa cara kamu move on dari ghosting:

Tetapkan batasan terlebih dahulu

Saat dekat dengan seseorang pertimbangkan apakah kamu ingin kencan atau berteman saja? Kejujuran dan transparansi dapat membantu kamu dan orang lain memastikan tidak ada garis yang terlewati tanpa disadari.

Beri orang itu batas waktu

Belum mendengar kabar dari si dia selama beberapa minggu atau bulan dan lelah menunggu? Beri dia ultimatum. Misalnya, kamu dapat mengiriminya pesan yang memintanya untuk menelepon atau mengirim pesan teks di minggu depan, atau kamu akan menganggap hubungan itu sudah berakhir. Ini mungkin tampak kasar, tetapi dapat memberi kamu sebuah akhir yang jelas dan memulihkan perasaan kehilangan kendali atau kekuasaan.

Jangan otomatis menyalahkan diri sendiri

Kamu tidak memiliki bukti atau konteks untuk menyimpulkan mengapa orang lain meninggalkan hubungan itu. Jadi jangan merendahkan diri sendiri dan menyebabkan diri kamu semakin terluka secara emosional.

Jangan mematikan rasa sakit dengan obat-obatan, alkohol, atau lainnya. 'Perbaikan' ini bersifat sementara, dan kamu mungkin akan merasa kesulitan di kemudian hari.

Habiskan waktu bersama teman atau keluarga

Carilah persahabatan dari orang-orang yang kamu percayai dan dengan siapa kamu berbagi perasaan saling mencintai dan menghormati. Menjalani hubungan yang positif dan sehat dapat membuat kamu melupakan ghosting.

Cari bantuan profesional

Jangan takut untuk menghubungi terapis atau konselor yang dapat membantu kamu mengartikulasikan perasaan kompleks yang mungkin kamu miliki setelah kena ghosting Mereka dapat memberi kamu pencerahan cara mengatasi perasaan untuk memastikan keluar dari kesedihan dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Itulah arti ghosting dalam hubungan cinta dan bagaimana kamu bisa move on setelah mengalaminya.



Simak Video "Jadi Korban 'Ghosting', Lebih Baik Menunggu atau Melepaskan?"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)