Kisah Haru Gorila Viral yang Meninggal di Pelukan Pria Penyelamatnya

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 08 Okt 2021 18:04 WIB
Gorila Ndakasi dan penyelamatnya Foto: Daily Star
Jakarta -

Seekor gorila yang sempat viral karena foto selfie bersama penyelamatnya dikabarkan meninggal. Mengharukannya, gorila tersebut meninggal di pelukan sang pria yang menyelamatkannya.

Seperti dikutip dari Daily Star, gorila bernama Ndakasi itu sempat viral usai foto selfienya bersama sang penyelamat, Andre Bauma beredar di media sosial sekitar 2 tahun yang lalu. Dalam foto lucu tersebut Ndakasi terlihat membusungkan dada bersama temannya, Ndeze. Saat itu Ndakasi masih berusia 12 tahun.

Andre Bauma menyelamatkan Ndakasi usai ibunya dibunuh oleh milisi bersenjata di Taman Nasional Virunga, Kongo, yang merupakan taman nasional tertua di Afrika. Karena kejadian itu, Andre dan rekan-rekannya berusaha merawat Ndakasi dan membatunya untuk pulih dari trauma kehilangan induknya.

Trauma yang dialami oleh Ndakasi membuatnya tidak akan mungkin untuk kembali dilepaskan ke alam liar. Ndakasi pun dirawat dan tinggal di taman Senkwekwe Center bersama temannya, Ndeze dan gorila yatim piatu lainnya.

Beberapa waktu lalu Taman Nasional Virunga memberikan kabar menyedihkan mengenai kondisi Ndakasi. Ndakasi dikabarkan telah meninggal di usianya yang ke-14 tahun karena kondisi kesehatan yang memburuk.

"Dengan kesedihan yang mendalam, Virunga mengumumkan kematian gorila yatim piatu tercinta, Ndakasi. Pada malam hari tanggal 26 September, setelah penyakit yang berkepanjangan di mana kondisinya memburuk dengan cepat, Ndakasi menghembuskan napas terakhirnya dalam pelukan penuh kasih dari pengasuh dan teman seumur hidupnya, Andre Bauma," bunyi pernyataan tersebut.

Andre Bauma pun turut mengungkapkan perasaannya dengan menuliskan sebuah pesan yang diunggah di situs web taman nasional tersebut. Andre menyebut Ndakasi sebagai temannya dan mengaku mencintai kepribadian Ndakasi yang selalu ceria dan bisa membuat Andre tersenyum.

"Merupakan hak istimewa untuk mendukung dan merawat makhluk yang penuh kasih seperti itu, terutama mengetahui trauma yang diderita Ndakasi di usia yang sangat muda. Orang bisa mengatakan bahwa dia mengikuti ibunya, Nyiransekuye, yang namanya berarti 'seseorang yang senang menyambut orang lain'. Saya bangga menyebut Ndakasi sebagai temanku. Saya mencintainya seperti anak kecil dan kepribadiannya yang ceria membuat saya tersenyum setiap kali saya berinteraksi dengannya," tulis Andre.

(vio/vio)