Viral Suami Bungkus-bungkus Istri, Psikolog: Bisa Jadi Fetish

Gresnia Arela Febriani - wolipop Jumat, 18 Jun 2021 07:30 WIB
Postingan salah satu pengguna Facebook tentang bungkus-bungkus istri. Foto: Dok. Instagram @mak_lamis.
Jakarta -

Postingan suami bungkus-bungkus istri di media sosial menjadi viral dan menimbulkan keresahan. Adalah pengguna Facebook bernama Herman Zent yang mengunggah foto-foto wanita yang digulung atau dibungkus dengan kain ke seluruh tubuhnya.

Aksi yang diunggah Herman Zent tersebut dianggap tak lazim. Dalam unggahannya, Herman memperlihatkan beberapa foto wanita yang disebut sebagai istrinya digulung dan dibungkus dengan kain.

"Bungkus-bungkus istri, yang dibungkus istri sendiri jadi gak ada yang dirugikan. Kembali menekankan, bahwa yang difoto adalah istri sendiri, jadi tidak ada pihak yang dirugikan #camkanitu," tulis Herman Zent dalam postingannya yang diunggah ulang akun gosip @mak_lamis dan menjadi viral.

Herman mengunggah foto-foto wanita yang dibungkus kain itu di akun Facebooknya mulai dari tanggal 17, 19 dan 20 November 2020. Terdapat 19 foto dengan beragam gaya wanita dibalut dengan kain ketat. Bahkan dalam foto terlihat wanita tersebut sedang mengandung, karena terlihat jelas lekukan tubuhnya.

Ia mengumpulkan foto tersebut dalam album yang berjudul 'Bungkus Putih'. Kini akun Facebook Herman Zent sudah tidak bisa ditemukan.

Postingan salah satu pengguna Facebook tentang bungkus-bungkus istri.Postingan salah satu pengguna Facebook tentang bungkus-bungkus istri. Foto: Dok. Instagram @mak_lamis.

Wolipop berbincang dengan Psikolog Klinis Dewasa Alfath Hanifah Megawati, M.Psi untuk membahas perilaku viral yang dianggap netizen mengerikan itu. Psikolog yang akrab disapa Ega itu mengatakan untuk mendiagnosis seseorang perlu menelaah gejala apa yang dialami orang tersebut.

"Melihat foto yang dipublish seseorang tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Tapi memang jika dilihat, dia memposting sesuatu yang tidak biasa, maka sepertinya ada motif mendapatkan perhatian orang banyak ya," jelas Ega kepada Wolipop, Kamis (17/6/2021).

Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan ada beragam motif dari pelaku yang mengunggah foto suami membungkus-bungkus istri tersebut.

"Entah motif ekonomi (viral), mendapatkan pengakuan atau memang ada kebutuhan lainnya yang melatarbelakangi. Tapi motif tersebut tidak cukup juga untuk mendiagnosis gangguan apa," tambahnya.

Ega menuturkan jika perilaku orang yang melakukan aksi membungkus-bungkus istri itu termasuk jenis fetish. Dikutip dari laman WebMD, penyakit fetish adalah kesenangan yang didapatkan oleh seseorang sebagai respons terhadap obyek yang seringkali tidak mengandung unsur-unsur seksual.

"Kalau memang orang tersebut membungkus istrinya untuk mendapatkan kepuasan seksual, karena istrinya seperti 'benda mati' ketika dibungkus, bisa jadi ke arah gangguan fetish," ungkap Ega.

Orang yang memiliki fetish, cenderung membutuhkan suatu obyek atau benda tertentu di hadapannya. Kemudian orang itu berfantasi seksual dengan obyek tersebut, atau digunakan kepada pasangan agar bisa meraih kepuasan seksual yang maksimal.

"Tapi jika kepuasan seksual didapat karena bisa menyakiti istrinya yang dibungkus, seakan-akan dapat mengontrol istrinya sepenuhnya, bisa ke arah masokis-sadisme. Keduanya masuk ke dalam kategori gangguan paraphilias," tutupnya.

Postingan salah satu pengguna Facebook tentang bungkus-bungkus istri.Postingan salah satu pengguna Facebook tentang bungkus-bungkus istri. Foto: Dok. Instagram @mak_lamis.
(gaf/eny)