Liputan Khusus Toxic Relationship

Cerita Hannah Al Rashid Pernah Terjebak Toxic Relationship, Hidup bak di Penjara

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 23 Feb 2021 11:39 WIB
Hannah Al Rashid menceritakan pengalaman saat mengalami toxic relationship Hannah Al Rashid. Foto: Instagram @hannahalrashid
Jakarta -

Aktris Hannah Aidinal Al Rashid atau yang lebih dikenal dengan Hannah Al Rashid berbagi kisah pedihnya ketika terjebak toxic relationship. Hannah membagikan kisahnya agar wanita yang sedang atau pernah berada dalam situasi serupa dengannya bisa sadar dan bangkit, menata hidup baru.

Lewat akun Twitternya @HannahAlrashid, aktris kelahiran London, Inggris itu menceritakan pengalamannya saat mengalami hubungan yang tidak sehat alias toxic relationship. Saat dihubungi Wolipop terkait cuitannya tersebut, Hannah mengizinkan untuk kisahnya tersebut dikutip.

Dalam cuitannya, aktris yang kerap mengkampanyekan gerakan kesetaraan gender itu menuliskan dia pernah dekat dengan pria yang sebelumnya adalah sahabatnya sendiri. Namun tak lama setelah resmi pacaran, sikap pria tersebut langsung berubah total.

Saat itu Hannah Al Rashid tak menyadari jika dia berada dalam toxic relationship, karena usianya yang masih muda. Hannah mengaku pernah menerima kekerasan verbal dari mantan kekasihnya itu.

"This guy would verbally abuse me EVERY SINGLE DAY for no reason at all. Gw dikatain bodoh, gobl**, anji**, and various super horrendous words usually aimed at women that I don't wanna write here. It hurt me to hear them, but mostly I was confused why I was being treated like this," tulis Hannah di akun Twitternya @HannahAlrashid pada 13 Februari 2021.
(13/2/2021).

Hannah Al Rashid menceritakan pengalaman saat mengalami toxic relationshipHannah Al Rashid pernah mengalami toxic relationship. Foto: Instagram @hannahalrashid.

Hannah mengungkapkan mantan kekasihnya itu kerap cemburu buta pada teman-teman prianya. Sang mantan selalu merebut handphone aktris 35 tahun itu, ketika ada panggilan telepon dan pesan masuk. Pria tersebut akan menjadi sangat marah karena tidak bisa memahami isi percakapan antara Hannah dan teman-temannya.

"And as a result dia banting HP gw dan continue the usual caci makian He would take my phone, read my messages, call me a slut coz I had so many guy friends (he would get really frustrated when he read my UK friends messages coz he couldn't understand them) and as a result dia banting HP gw dan continue the usual caci makian #bukansayangnamanya," jelas Hannah dalam cuitannya.

Hannah menuturkan jika mantan kekasihnya itu sangat insecure. Pria tersebut tidak menyukai Hannah tetap berkomunikasi dengan teman-temannya. Hingga dia merasa seperti di kekang dalam penjara.

"Orangnya insecure banget, bahkan kalau gw bicara sama teman dalam bahasa Inggris dia bisa bilang "Lo ga usak sok pinter anj***" He decided he didn't like any of my friends dan gw dijauhin dari teman2 gw, I became increasingly isolated, he was always around me. Felt like a prison," tulisnya lagi.

Tak hanya itu saja, mantannya itu juga sangat mengontrol hidup Hannah Al Rashid. Sang aktris pun pernah mengalami kejadian memalukan karena kelakuan mantannya itu. Seperti saat ia sedang audisi sebuah film, mantannya itu meminta temannya untuk mengawasi pergerakannya.

"This incident really broke my heart, coz my work was my only safe space, and whereas I still did my best at the audtion, it was like there was a black cloud hanging over me, I was embarrassed to be in that kind of situation and even made excuses for my bf actions & logic," ujar Hannah Al Rashid.

Model video klip grup musik Yovie & Nuno yang berjudul Dia Milikku itu mengungkapkan lagi badannya pernah memar karena sempat beradu mulut dengan mantannya di pinggir jalan. Namun menyedihkannya tak ada seorang pun yang menolongnya saat itu.

"Pernah berantem di jalan depan pangkalan ojek, and I was crying. Gw beranjak pergi and he went ape shit, he grabbed my arms and started shaking me. Bystanders just watched, no one helped. Besoknya my arms were all bruised from him grabbing me. #BukanSayangNamanya," ucapnya geram.

Hannah Al Rashid menceritakan pengalaman saat mengalami toxic relationshipHannah Al Rashid yang pernah mengalami toxic relationship. Foto: Instagram @hannahalrashid.

Terjebak dalam toxic relationship, Hannah Al Rashid butuh waktu untuk bisa sadar dan memutuskan hubungan dengan mantannya itu. Wanita yang pernah membintangi film Jailangkung itu menyebutkan awalya ia tak tega jika harus putus. Dia kerap merasa bersalah dan pada akhirnya tetap bertahan.

"Gw merasa ga bisa cerita ke teman gw sendiri karena dia membuat gw menjauh dari mereka. I felt stupid and guilty if I suddenly messaged them after not seeing/speaking to them for so long. Takut gw akan dijudge juga sama teman. Jadinya merasa Bener2 sendiri," kenang Hannah.

"Karena cuma bisa hangout sama teman dia, sempat berfikir untuk cerita ke mereka, tapi takut mereka ga percaya karena depan teman dia sendiri he's so fun and asik. He was completely different with me, but he never showed that side depan mereka. I thought they wouldn't believe me," tulis Hannah Al Rashid lagi di Twittermya.

Hannah mengatakan bahwa mantannya itu kerap meminta maaf padanya dan sadar telah melakukan kesalahan. Pria tersebut juga selalu berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun pada akhirnya hal yang sama terulang. Hingga setelah sembilan bulan berada dalam toxic relationship dengan sang mantan, bintang film Aruna dan Lidahnya itu bisa lepas dari pria tersebut.

"9 bulan gw dalam situasi bersama orang ini, dimana gw direndahkan, dicacimaki, dimanipulasi setiap hari. I blocked out a lot of experiences with him for my own sanity, but I realised the effects of that relationship are long lasting sampai sekarang #bukansayangnamanya," imbuh wanita yang kini sudah bahagia menjadi istri Nino Fernandez itu.

Hannah Al Rashid mengungkapka jika thread pengalamannya berada dalam toxic relationship ini dibuatnya agar bisa membantu wanita lainnya terhindar dari pengalaman tersebut. "Karena saya pernah menjadi korban kekerasan, saya merasa punya tanggung jawab untuk speak up soal issue ini, saya harus sharing supaya issue ini tidak dianggap tabu lagi dan supaya korban lain di luar sana tidak merasa sendiri," kata aktris yang kini menggalang donasi untuk para wanita melalui Kampanye Kawan Puan di situs KitaBisa, saat dihubungi Wolipop via email.

Bagi kamu yang merasa terjebak toxic relationship atau menjadi korban kekerasan dari pasangan seperti yang pernah dialami Hannah Al Rashid, sebaiknya segera cari pertolongan. Kamu bisa menghubungi Komnas Perempuan, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2A) atau sejumlah LSM yang aktif melindungi wanita dan anak-anak korban kekerasan, seperti Yayasan Pulih.

(gaf/eny)