Liputan Khusus Harta Takhta Cerita

Curhat Wanita yang Punya Bos Jahat, Kena PHK Tapi Akhirnya Bahagia

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 15 Feb 2021 20:45 WIB
Aggressive/angry boss complaining asian business woman(casual uniform) in cafe office Foto: Getty Images/iStockphoto/Nattakorn Maneerat.
Jakarta -

Bagi seseorang yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pastinya seperti petir di siang bolong. Dan hal itu juga menjadi momen menyeramkan bagi seorang pekerja.

Seperti kisah wanita bernama Ajeng ini yang menceritakan kepada kisahnya kena PHK kepada Detikcom. Dia mengungkapkan atasannya tak suka dengan dirinya, sejak awal bekerja di tempat tersebut. Pada akhirnya, ia pun menerima untuk di-PHK.

Dalam rangka memeriahkan hari kasih sayang atau Hari Valentine, Detikcom membuat program Harta Takhta Cerita. Acara ini dibuat untuk kamu yang punya kisah menarik bisa berupa perjuangan cinta, karier atau pun cerita hidup menarik lainnya.

Nantinya, cerita paling menarik dari detikers akan dipilih untuk dibacakan oleh sederet publik figur hingga tokoh kenamaan Indonesia. Buat kamu yang sudah penasaran dan tak sabar ingin ikutan, pastikan kamu simak syarat dan ketentuan KLIK DI SINI.

Berikut selengkapnya kisah Ajeng:

Dear detikers, saya Ajeng dari Tangerang, Banten. Saya pernah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun 2014. Kejadian itu adalah titik terendah dalam hidup saya.

Saya di-PHK karena atasan saya tidak menyukai saya sejak saya pertama kali masuk. Saya selalu dimarahi tanpa sebab. Saya selalu berdoa kepada Tuhan, agar bisa melembutkan hati atasan saya.

Pada tahun ketiga, doa saya dijawab. Saya naik jabatan. Saat itu, atasan saya bersikap lebih baik.

Namun sayang kebaikannya hanya bertahan dalam dua minggu dan kembali seperti semula. Saya terus berdoa hingga akhirnya Tuhan menjawab doa saya dengan PHK.

Awalnya berat namun setelah saya lewati. Rencana Tuhan itu memang indah. Saya sekarang mendapatkan atasan yang 180 derajat berbeda dari sebelumnya. Sangat baik dan takut akan Tuhan. Saya sungguh mengucap syukur buat jawaban doa yang diberikan Tuhan.

(Ajeng - Tangerang, Banten).

(gaf/eny)