4 Efek Patah Hati Bagi Kesehatan, Sakit Jantung Sampai Darah Tinggi
Patah hati lebih dari melibatkan emosi. Efek samping dari drama patah hati juga bisa terlihat pada tubuh. Menurut parah ahli, putus cinta yang membuat patah hati bisa menyebabkan beberapa hal pada tubuh.
Sindrom patah hati, begitu para pakar menyebutnya. Perlu diketahui, inilah beberapa hal yang bisa terjadi pada tubuh saat putus cinta dan merasakan patah hati yang hebat:
1. Sakit Jantung
Menurut Dr. Edison de Mello, MD, PhD, jantung bisa membesar dalam masa sindrom patah hati. "Kondisi ini bisa terjadi ketika berhadapan dengan patah hati yang terkadang membesar sementara dan tidak memompa dengan baik," ungkap Dr. Edison.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Merasakan Seperti Gejala Putus Obat
Psikolog Dr. Wyatt Fisher menjelaskan bahwa otak akan mengeluarkan hormon dopamin dan oksitosin saat jatuh cinta. Efeknya sama seperti menggunakan kokain. Efek menyenangkan dan bahagia akan terasa saat jatuh cinta. Tapi apa yang terjadi saat putus cinta?
"Saat orang putus cinta, otak merasakan pengalaman seperti gejala putus obat. Gejala tersebut identik seperti berhenti dari menggunakan heroin," jelas Dr. Fiher, seperti dikutip Elite Daily.
Dr. Fisher menjelaskan bahwa gejala tersebut biasanya akan sembuh setelah enam bulan. Dalam rangka penyembuhan tersebut, seseorang yang patah hati tidak boleh selalu mengurung diri dan mengasihani diri. Bersosialisasi dan menyibukkan diri menjadi penyembuhnya. Mendapat dukungan dari orang terdekat dan bantuan psikolog akan mempercepat proses penyembuhan patah hati tersebut.
3. Depresi
"Saat putus cinta kita merasakan banyak hal, kita merasa sedih, menangis, sulit tidur, nafsu makan berkurang atau justru tidak terkontrol, lemah dan kurangnya motivasi. Hal itu karena menurunnya hormon serotonin," kata psikolog Dr. Danielle Forshee.
Serotonin diketahui untuk menjaga mood dengan baik. Jika tidak cukup memiliki serotonin seperti yang dirasakan saat putus cinta, maka akan menyebabkan depresi.
4. Darah Tinggi
Ditambahkan Dr. Edison de Mello, MD, PhD, ketika memiliki banyak hormon stres dampak buruk lainnya adalah meningkatnya tekanan darah. Kortisol menyebabkan darah tinggi terlebih jika seseorang tekanan darahnya tidak seimbang.
Elektronik & Gadget
OPPO A6x vs Samsung Galaxy A16, Duel Smartphone Terjangkau dengan Fitur Maksimal!
Home & Living
Solusi Cepat Kreasi Berbagai Sajian di Dapur dengan Chopper Bumbu Praktis Ini!
Fashion
Nike Vomero Premium Alabaster, Cocok untuk Lari hingga Aktivitas Santai
Home & Living
Sparkle MAXI Karbol Sereh, Solusi Lantai Bersih dan Wangi
Ramalan Zodiak Cinta 21 Maret: Aries Lebih Peduli, Virgo Perbaiki Komunikasi
Ramalan Zodiak 21 Maret: Aquarius Masih Ada Beban, Pisces Tetap Sabar
Lebaran Jadi Momen Maaf-Maafan, Ini Cara Minta Maaf Sesuai Zodiak (Part 1)
50 Pantun Idul Fitri Singkat Terbaru, Bikin Ucapan Lebaran Makin Berkesan
Ramalan Zodiak 21 Maret: Libra Harus Mengalah, Sagitarius Kontrol Ucapan
Potret Lucinta Luna Salat Ied di Masjid Seoul, Pakai Baju Koko & Peci
Potret Cantik Istri Pogba Rayakan Lebaran, Model yang Disebut Mualaf
Terseret Skandal Epstein, Putri Beatrice & Eugenie Diminta Lepas Gelar
Aktris Iran Ini Viral Usai Sebut Kematian Khamenei Ditunggu 47 Tahun











































