4 Alasan Suami Menceraikan Istri Menurut Psikolog

Kiki Oktaviani - wolipop Selasa, 09 Jan 2018 19:30 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Dalam setiap pernikahan tidak ada yang selalu 'adem ayem'. Ada saja masalah yang menerpa rumah tangga. Permasalahan rumah tangga biasanya tak jauh-jauh dari buruknya komunikasi dan konflik.

"Lama-kelamaan masalah rumah tangga bisa menjadi periode ketidak bahagiaan yang semakin lama, komunikasi menjadi semakin lemah dan konflik menjadi kemarahan dan kebencian," kata psikolog Antonio Borrello, seperti dikutip dari Huffington Post.

Inilah yang membuat rumah tangga menjadi hancur dan membuat suami menceraikan istri:

1. Pria Merasa Tidak Dihargai
Menikah tak hanya berhubungan secara seksual maupun emosional. Menikah lebih dari itu. Karena banyak hal 'duniawi' yang dilakukan bersama. Ketika suami sudah merasa tidak dihargai maka dia akan menunjukkan kebencian daripada cinta kasihnya.

Di lubuk hati terdalamnya, pria sebenarnya cukup sensitif, terlebih jika dia tidak dihargai oleh pasangannya. Mungkin banyak wanita yang menyepelekan usaha pasangan bahkan sampai menghinanya. Tentu jika hal-hal tersebut berlangsung terus-menerus maka pria bisa memilih untuk bercerai.

2. Istri yang Boros
Banyak pria yang datang ke terapi pernikahan karena berselisih dengan keputusan istri dengan finansial keluarga mereka, kata psikoterapis F. Diane Barth. Pria kerap kali berselisih dengan istri yang boros, terlebih jika penghasilan suami lebih tinggi dari istri atau hanya suami yang menghasilkan uang. Menurut Diane, itu seperti suami tidak ikhlas dalam memberikan sesuatu pada istrinya.

"Yang perlu diketahui dari perasaan para pia adalah mereka akan lebih baik, jika kamu menjelaskan tentang pengeluaranmu sebelum membelinya dan sesekali mengucapkan terima kasih," ujar Diane.

3. Perselingkuhan
Perselingkuhan menjadi krisis rumah tangga yang paling besar yang biasanya berujung pada perceraian. Entah si suami yang selingkuh atau istri yang melakukannya, yang pasti perselingkuhan membuat hubungan pernikahan terancam runtuh.

4. Merasa Tidak Punya Kualitas Diri
Pria yang merasa tidak punya kualitas atau kelebihan biasanya menjadi minder dan mudah berkecil hati. Sementara pasangannya sering kali tidak tepat dalam memberikan saran. Saran yang disampaikan pasangannya dianggap kritik oleh sang suami. Inilah yang membuat pria menjadi semakin negatif pada dirinya. Kalau sudah begini, mereka merasa tidak bahagia dengan dirinya sendiri dan pernikahannya.
(kik/kik)