Diserang Netizen, Ini Kata Anak SMP yang Menikah di Usia 15 Tahun

Eny Kartikawati - wolipop Sabtu, 24 Jun 2017 11:04 WIB
Foto: dok. Amanda Safitri (Facebook) Foto: dok. Amanda Safitri (Facebook)

Jakarta - Amanda Safitri, anak SMP yang menikah di usia 15 tahun, tak tinggal diam dengan serangan netizen terhadap dirinya. Amanda menuliskan status terbaru di Facebook untuk menanggapi pernikahannya yang viral.

Baca Juga: Risiko Menikah Muda Seperti Pasangan Anak SMP 15 Tahun yang Viral

"Hidup" saya, yang jlanin nya juga saya,yg ngerasain saya juga. Kok anda pada repot sih?! Kurang krjaan kali ya? Gpp deh yg pnting saya nggak ngurusin hidup anda! Mungkin dia haters saya ahaha," tulis Amanda Safitri di akun Facebooknya pada 20 Juni 2017.

Diserang Netizen, Ini Kata Anak SMP yang Menikah di Usia 15 TahunAmanda dan Gaston, siswa SMP yang menikah di usia 15 tahun. Foto: dok. Amanda Safitri (Facebook)


Amanda seolah tak peduli dengan segala kritikan terhadap pernikahannya. Dia menegaskan pernikahannya yang oleh sebagian orang dianggap terlalu dini adalah bagian dari hidupnya yang siap dia jalani.

Remaja putri yang tinggal di Baturaja, Sumatera Selatan, ini pun menyebut mereka yang 'repot' mengurusi pernikahannya sebagai pihak yang kurang memiliki pekerjaan. Dia juga menyebut mereka sebagai haters.

Baca Juga: Dua Anak SMP Menikah di Usia 15, Bolehkah? Ini Kata KUA

Status terbaru Amanda ini tentunya kembali mendapat ragam komentar dari netizen. Ada yang mendukung Amanda, tak sedikit juga yang kembali memberikan nasihat pada anak ABG tersebut.

"Respect buat amandađź‘Ť semangat terus," tulis seorang pengguna Facebook yang dibalas ucapan terimakasih oleh Amanda. "Jgn dengerin kta orang,,orang mah bisanya nyinyir.jalani hidupmu dgn baik," tulis seorang netizen lain yang mendukung.

"Di indonesia aturan nikah dini tu di larang lagian ngapain kali nikah cepet2 gya gk ad waktu ,,masa dpn lu tu mah panjang ,,,,,trs lu dpt buku nikah y dari mna kli lu kan blom 17 thn ,,,,,jan2 buku nikah palsu lgi,,,,,," tulis seorang pengguna Facebook yang kontra dengan pernikahan dini Amanda. Dan lagi-lagi remaja putri itu memberikan jawaban bahwa pernikahannya adalah urusannya, sehingga orang lain tak perlu ikut repot mengurusinya.

Diserang Netizen, Ini Kata Anak SMP yang Menikah di Usia 15 TahunFoto: dok. Amanda Safitri (Facebook)


Sosok Amanda Safitri dan suaminya Muhammad Fitrah Rizky (Gaston) menikah pada 17 Mei 2017. Unggahan foto pernikahannya langsung menjadi viral karena dia dan sang suami menikah di saat usia mereka belum genap 15 tahun.

"Tepat tanggal 17 mei 2017 pukul 19:00 sang saksi dan penghulu mengesah kan kami ber dua, mulai dri saksi berbicara di sana kami brusaha untk hidup mandiri,pikiran dewasa, tahan smpe kakek dan nenek:v acara nya lancar.. Makasi tmen,saudara,and yg lain udah bntu doa_- #GastonJelek," tulis Amanda Safitri di Facebooknya sambil mengunggah foto-foto pernikahan mereka.

Selain netizen, psikolog dan Komnas Perempuan ikut bereaksi menyatakan keprihatinan mereka pada pernikahan dini yang menjadi viral ini. Psikolo Liza Marielly Dzaprie mengungkapkan sisi buruk yang akan timbul akibat menikah di usia dini adalah pasangan tersebut akan ketinggalan fase psikologis sesuai umurnya. Hal tersebut dapat menyebabkan pasangan muda ini kurang cakap untuk mengatasi konflik-konflik yang mungkin akan timbul setelah menjalani kehidupan berumah tangga.

"Ketika mereka menikah dini fase remajanya tidak dinikmati dan proses belajarnya tidak diserap dengan maksimal seperti remaja lainnya. Dia kehilangan berinteraksi dengan anak-anak remaja seusianya, padahal kemampuan berinteraksi pada remaja akan membantu mereka nanti belajar berinteraksi ketika di lingkungan kerja," ucap Liza.

Sementara itu menurut Komnas Perempuan pernikahan di usia anak termasuk salah satu tindakan kekerasan terhadap perempuan. Tak hanya itu, menikah di usia sekolah juga dapat memberikan kontribusi pada kanker mulut rahim.

"Pasti itu ada dispensasi dari pengadilan agama. Perkawinan dini itu memberikan kontribusi pada kekerasan rumah tangga jadi nikah di usia anak itu memberikan kontribusi pada kasus-kasus kekerasan rumah tangga. Yang kedua bahwa WHO sendiri sudah melaunching data hubungan seks dibawah usia 18 tahun itu memberikan kontribusi pada kanker mulut rahim," jelas wakil ketua Komisi Nasional Perempuan Budi Wahyuni saat dihubungi Wolipop, Rabu (21/6/2017).
(eny/dtg)