Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pikirkan Hal Ini Saat Ingin Kembali Pada Kekasih yang Pernah Selingkuh

Alissa Safiera - wolipop
Sabtu, 07 Nov 2015 15:56 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta - Ada ungkapan yang mengatakan jika kepercayaan seperti kertas. Sekalinya dirusak atau dirobek, tak akan bisa kembali sempurna lagi.

Rasa percaya menjadi kunci penting dalam sebuah hubungan. Namun kadang, seseorang tak menganggap kepercayaan begitu pentingnya dan berujung menyesal akhirnya. Misalnya saja menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan dengan berbohong atau berselingkuh.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sekalinya kepercayaan dirusak akan sulit mempercayai lagi. Namun jika kekasih menunjukkan penyesalan mendalam dan membuat Anda ingin mencoba lagi, bukan juga hal tak mungkin. Semua orang berhak mendapat kesempatan kedua, bukan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Psikolog sekaligus konsultan cinta Ratih Ibrahim memberi beberapa saran bagi Anda yang tengah dilanda masalah serupa. Bila hendak menerimanya lagi, maka Anda harus menyelesaikan permasalahan yang dulu pernah terjadi sebelum memutuskan untuk kembali. Masalah-masalah itu adalah:

1. Masalah perilakunya berselingkuh
Berpura-pura menganggap hal itu tak pernah terjadi bukanlah solusi. Lebih baik menyelesaikan dengan mengetahui semuanya. Tanyakan alasan di balik perselingkuhannya dengan orang lain ketika masih berpacaran, kapan dan di mana terjadi? Apa yang memicunya? Mengapa terjadi? Bagaimana bisa terjadi?

2. Masalah penilaiannya terhadap Anda
Jika ia menyalahkan Anda atas perselingkuhannya, tanyakan juga kapan dan dimana ia merasa demikian, apa yang menyebabkan ia merasa demikian, mengapa ia merasa demikian, dan bagaimana ia merasa demikian.

3. Harapan
Komunikasikan apa yang menjadi harapannya dan harapan Anda sendiri dalam menjalin hubungan. Apakah masing-masing dapat memenuhinya atau tidak? Hal ini penting untuk mengevaluasi hubungan dan diri sendiri sebelum memutuskan untuk kembali menjalin hubungan kasih dengannya.

"Trust atau rasa percaya terhadap pasangan adalah salah satu syarat penting dalam membangun hubungan kasih dengan seseorang. Bila kamu tidak memiliki rasa percaya terhadapnya, kamu ragu terhadapnya dan menilai diri kamu tidak mampu memberikan kembali kepercayaan kamu terhadapnya maka saran saya, lebih baik kamu tidak menjalin hubungan kasih kembali dengannya," ujar psikolog pendiri PT Personal Growth itu.



(als/als)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads