Minta Break dalam Hubungan Asmara, Normalkah?
Alissa Safiera - wolipop
Selasa, 14 Jul 2015 19:44 WIB
Jakarta
-
Saat pertengkaran sudah tak lagi menjadi bumbu namun mengurangi romantisme dalam hubungan, tak jarang pasangan akan mengambil pilihan untuk putus. Namun tak sedikit pula yang memilih untuk mempertahankan dengan cara break atau vakum sampai hubungan dirasa tak lagi hambar.
Masalahnya, apakah break adalah pilihan yang tepat atau justru membuat hubungan jadi tak berarti? Meski tak bisa dianggap solusi yang paling tepat, namun break bisa menjadi sarana instropeksi bagi kedua pasangan. Itu pun jika masing-masing memanfaatkan waktu tersebut untuk berpikir dewasa, bukannya berhubungan dengan lawan jenis lain.
Menurut psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi., memiliki pasangan yang selalu ada di sisi, membuat seseorang sulit untuk terbiasa menikmati waktunya sendiri. Namun setelah memutuskan untuk break, Anda jadi mempunyai waktu untuk beradaptasi dengan rasa kehilangan. Mengistirahatkan hubungan yang telah dijalin bersama pasangan juga dapat membantu seseorang berpikir jernih mengenai hal-hal yang selama ini terlintas di pikiran.
"Break juga dapat berfungsi sebagai sarana introspeksi sehingga mampu memandang masalah dengan lebih objektif," jelasnya ketika diwawancara melalui e-mail, Rabu (1/10/2014).
Pertanyaan selanjutnya ketika pasangan memilih break adalah berapa lama sebaiknya vakum ini dilakukan? Konsultan percintaan di situs kelascinta, Kei Savourie mengatakan, tidak perlu memakan waktu lama untuk break.
Satu hingga dua minggu adalah waktu yang diperkirakan cukup untuk menjernihkan pikiran dan introspeksi diri. "Break yang terlalu lama justru akan membuat masalah semakin menumpuk," tuturnya ketika berbincang dengan Wolipop, Selasa (30/09/2014).
Senada dengan Kei, Psikolog Ayoe Sutomo berpendapat bahwa tidak ada jangka waktu yang pasti dalam melakukan masa rehat ini. Ketika salah satu atau kedua pihak merasa sudah cukup mampu melihat masalah dengan lebih obyektif, break harus segera diakhiri.
Kei pun mengingatkan, seberat apapun masalah yang dihadapi, tidak ada pilihan lain selain menyelesaikannya. Sebaiknya mulai belajar untuk menyelesaikan masalah meskipun terasa sulit. Ia juga menambahkan, apabila salah satu pihak masih mencoba untuk lari dari masalah dan tidak ada itikad baik untuk diselesaikan, tidak ada salahnya untuk mengajaknya bertemu di tempat ramai, sekadar makan bersama atau mengobrol ringan untuk menetralkan suasana.
(asf/asf)
Masalahnya, apakah break adalah pilihan yang tepat atau justru membuat hubungan jadi tak berarti? Meski tak bisa dianggap solusi yang paling tepat, namun break bisa menjadi sarana instropeksi bagi kedua pasangan. Itu pun jika masing-masing memanfaatkan waktu tersebut untuk berpikir dewasa, bukannya berhubungan dengan lawan jenis lain.
Menurut psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi., memiliki pasangan yang selalu ada di sisi, membuat seseorang sulit untuk terbiasa menikmati waktunya sendiri. Namun setelah memutuskan untuk break, Anda jadi mempunyai waktu untuk beradaptasi dengan rasa kehilangan. Mengistirahatkan hubungan yang telah dijalin bersama pasangan juga dapat membantu seseorang berpikir jernih mengenai hal-hal yang selama ini terlintas di pikiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan selanjutnya ketika pasangan memilih break adalah berapa lama sebaiknya vakum ini dilakukan? Konsultan percintaan di situs kelascinta, Kei Savourie mengatakan, tidak perlu memakan waktu lama untuk break.
Satu hingga dua minggu adalah waktu yang diperkirakan cukup untuk menjernihkan pikiran dan introspeksi diri. "Break yang terlalu lama justru akan membuat masalah semakin menumpuk," tuturnya ketika berbincang dengan Wolipop, Selasa (30/09/2014).
Senada dengan Kei, Psikolog Ayoe Sutomo berpendapat bahwa tidak ada jangka waktu yang pasti dalam melakukan masa rehat ini. Ketika salah satu atau kedua pihak merasa sudah cukup mampu melihat masalah dengan lebih obyektif, break harus segera diakhiri.
Kei pun mengingatkan, seberat apapun masalah yang dihadapi, tidak ada pilihan lain selain menyelesaikannya. Sebaiknya mulai belajar untuk menyelesaikan masalah meskipun terasa sulit. Ia juga menambahkan, apabila salah satu pihak masih mencoba untuk lari dari masalah dan tidak ada itikad baik untuk diselesaikan, tidak ada salahnya untuk mengajaknya bertemu di tempat ramai, sekadar makan bersama atau mengobrol ringan untuk menetralkan suasana.
(asf/asf)
Perawatan dan Kecantikan
Rambut Kering Kamu Mau Mengkilau Tanpa Rusak? Ini Hair Dryer Low Watt yang Diam-Diam Powerful!
Kesehatan
Cewek Wajib Tahu! Cara Simpel Biar Area Kewanitaan Tetap Fresh & Sehat
Pakaian Wanita
Dompet Mini Stylish dari Jims Honey yang Bikin Tampilan Makin Rapi & Elegan!
Perawatan dan Kecantikan
Blush Sekali Tap, Langsung Fresh! Ini Liquid Blush yang Bikin Wajah Glowing Natural Seharian
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 6 April: Libra Beda Pendapat, Scorpio Cari Solusi
Ramalan Zodiak 6 April: Virgo Perbaiki Hubungan, Leo Tak Lagi Resah
Ramalan Zodiak Cinta 5 April: Capricorn Bersabar, Leo Jangan Banyak Komentar
Ramalan Zodiak 5 April: Aries Kurang Agresif, Taurus Jangan Menyerah
Ramalan Zodiak 5 April: Aquarius Jauh dari Harapan, Capricorn Tetap Sabar
Most Popular
1
Kisah Cinta Beda Usia 23 Tahun Viral: Kakek 70 Tahun Nikahi Sepupu Istri
2
Gigi Hadid Akhirnya Buka Suara Soal Namanya di Dokumen Epstein
3
Foto: Kate Middleton Tampil Elegan di Paskah, Pakai Perhiasan Ratu Elizabeth
4
TikTok Viral Verificator
Viral Janur Kuning Jadi Bendera Kuning, Ibu Meninggal Usai Anak Akad Nikah
5
Ramalan Zodiak 6 April: Libra Beda Pendapat, Scorpio Cari Solusi
MOST COMMENTED











































