Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Geger Foto Terbaru Eks Pangeran Andrew Bersama Wanita Terbaring di Lantai

Daniel Ngantung - wolipop
Minggu, 01 Feb 2026 17:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Britains Prince Andrew kneels over a female in this image released by the Department of Justice in Washington, D.C., U.S., on January 30, 2026 as part of a new trove of documents from its investigations into the late financier and convicted sex offender Jeffrey Epstein. U.S. Justice Department/Handout via REUTERS   THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREAS FROM SOURCE.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis berkas terbaru kasus Epstein yang disertai foto Andrew bersama wanita lain. (Foto: U.S. Justice Department/Handout via REUTERS)
Washington D.C. -

Berkas terbaru kasus Jeffrey Epstein dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali menyeret nama mantan Pangeran Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor.

Sejumlah foto yang baru dipublikasikan memperlihatkan sosok yang diduga Andrew sedang merangkak di lantai dan mencondongkan tubuh ke arah seorang perempuan yang terbaring di bawahnya.

Foto-foto tersebut muncul dalam dokumen yang dirilis pada Jumat (30/1/2026) dan langsung mendapat sorotan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam salah satu foto tanpa tanggal, Andrew yang kini tak bergelar pangeran lagi setelah dicopot kakaknya, Raja Charles III, tampak menatap langsung ke kamera sambil berlutut di atas sosok perempuan yang masih berpakaian lengkap.

Wajah perempuan tersebut disamarkan. Foto lain menunjukkan tangan ayah dari Putri Beatrice dan Eugenie itu diletakkan di bagian perut orang yang sama. Di latar belakang, terlihat kaki orang lain yang disandarkan ke atas meja dengan tumpukan handuk di atasnya.

ADVERTISEMENT
Britain's Prince Andrew kneels over a female in this image released by the Department of Justice in Washington, D.C., U.S., on January 30, 2026 as part of a new trove of documents from its investigations into the late financier and convicted sex offender Jeffrey Epstein. U.S. Justice Department/Handout via REUTERS   THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REDACTED AREAS FROM SOURCE.Foto terbaru Andrew Mountbatten-Windsor dalam kasus Epstein. (Foto: U.S. Justice Department/Handout via REUTERS)

Dokumen tersebut langsung memicu tekanan politik baru terhadap Andrew yang selama ini dikenal dekat dengan Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara terbuka meminta Andrew untuk memberikan kesaksian di hadapan Kongres Amerika Serikat terkait hubungannya dengan Epstein. Pernyataan itu disampaikan Starmer saat kunjungan ke Jepang, Sabtu.

"Korban Epstein harus menjadi prioritas utama," ujar Starmer kepada wartawan dalam kunjungannya ke Jepang, Sabtu (31/1/2026), seperti dikutip CNN.

Selain foto, dokumen terbaru juga memuat pertukaran email antara Epstein dan Andrew pada Agustus 2010. Dalam email tersebut, Epstein mengundang Andrew untuk makan malam bersama seorang "teman" di London. Andrew membalas bahwa ia akan "senang bertemu dengannya" dan meminta Epstein memberikan detail kontaknya.

FILE PHOTO: Britain's Prince Andrew speaks with King Charles as they leave Westminster Cathedral at the end of the Requiem Mass, on the day of the funeral of Britain's Katharine, Duchess of Kent, in London, Britain, September 16, 2025. REUTERS/Toby Melville/File PhotoRaja Charles III mencopot gelar pangeran dari adiknya tahun lalu. (Foto: REUTERS/Toby Melville)

Epstein kemudian menggambarkan perempuan tersebut sebagai wanita Rusia berusia 26 tahun yang "pintar, cantik, dan dapat dipercaya," serta mengonfirmasi bahwa ia telah menerima alamat surat elektronik Andrew. Surat-surat ini dikirim dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas tuduhan meminta layanan seksual dari anak di bawah umur.

Dalam korespondensi lain yang dikirim lebih dari sebulan kemudian, Epstein dan Andrew merencanakan pertemuan di London. Andrew bahkan mengusulkan makan malam di Istana Buckingham dengan alasan akan memiliki "banyak privasi." Epstein membalas bahwa mereka akan "membutuhkan/memiliki waktu pribadi."

LONDON, ENGLAND - JUNE 12:  Princess Eugenie of York, Princess Beatrice of York and Prince Andrew, Duke of York walk about during Andrew bersama kedua anaknya, Putri Eugenie dan Putri Beatrice pada 2016. (Foto: Getty Images)

Hingga kini, tidak diketahui kapan dan di mana foto-foto tersebut diambil. Dokumen yang dirilis juga tidak menyertakan keterangan atau konteks tambahan. Tidak ada bukti langsung dalam foto maupun email yang menunjukkan terjadinya pelanggaran hukum.

Andrew selama ini membantah semua tuduhan yang mengaitkannya dengan kejahatan Epstein. Dalam wawancara BBC yang kontroversial pada 2019, ia mengklaim telah memutus hubungan dengan Epstein sejak 2010 dan menyatakan tidak pernah mengetahui atau mencurigai tindakan kriminal yang dilakukan Epstein.

FILE - This March 28, 2017, file photo, provided by the New York State Sex Offender Registry shows Jeffrey Epstein.  Epstein has died by suicide while awaiting trial on sex-trafficking charges, says person briefed on the matter, Saturday, Aug. 10, 2019. (New York State Sex Offender Registry via AP, File)Jeffrey Epstein pada Maret 2017. (Foto: New York State Sex Offender Registry via AP, File)

Departemen Kehakiman AS merilis dokumen terbaru ini enam minggu setelah tenggat waktu yang ditetapkan Kongres. Epstein sendiri meninggal dunia akibat bunuh diri di penjara pada 2019.
Publikasi foto dan email terbaru ini kembali menyorot hubungan Andrew dengan Epstein, yang sebelumnya berujung pada keputusan Raja Charles mencabut gelar kerajaan Andrew dan memintanya meninggalkan kediaman di Windsor tahun lalu.

Pada November lalu, sejumlah anggota Partai Demokrat di Komite Pengawasan DPR AS juga meminta Andrew datang ke Washington untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari penyelidikan jaringan Epstein dan dugaan para kaki tangannya. Dalam surat terbuka, para anggota parlemen menyebut kesaksian Andrew berpotensi memberi kejelasan dan keadilan bagi para penyintas.

Meski Andrew belum menanggapi permintaan tersebut dan Kongres tidak memiliki kewenangan memaksanya hadir, tekanan lintas negara terus meningkat. Permintaan terbuka dari Keir Starmer ini juga menandai perubahan sikap, setelah sebelumnya ia enggan berkomentar soal apakah Andrew sebaiknya memenuhi panggilan Kongres AS.

Britain's incoming Prime Minister Keir Starmer and leader of the Labour Party, stands at the podium as he addresses the nation following his general election victory, outside 10 Downing Street in London on July 5, 2024, a day after Britain held a general election. Starmer became Britain's new prime minister, as his centre-left opposition Labour party swept to a landslide general election victory, ending 14 years of right-wing Conservative rule. (Photo by Oli SCARFF / AFP)Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. (Foto: AFP/OLI SCARFF)

Istana Buckingham tidak memberikan pernyataan baru terkait isu ini. Pihak istana hanya merujuk pada pernyataan Oktober 2025 yang menjelaskan keputusan Raja Charles mencabut gelar, titel, dan kehormatan kerajaan dari adiknya tersebut.

Sebulan sebelumnya, Departemen Kehakiman AS juga merilis kumpulan dokumen lain yang menyoroti kedekatan Andrew dengan Epstein dan mantan kekasih Epstein, Ghislaine Maxwell. Dalam salah satu email tahun 2001, seseorang berinisial "A" yang menulis dari kediaman kerajaan di Skotlandia menanyakan apakah Maxwell telah "menemukan teman-teman baru yang tidak pantas" untuknya. Email lain memperlihatkan Maxwell diduga membantu merencanakan perjalanan ke Peru yang melibatkan "gadis-gadis."

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads