Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Joe Biden Kembalikan Hadiah Pemimpin Dunia, Kecuali Manset dari PM Italia

Daniel Ngantung - wolipop
Minggu, 01 Feb 2026 19:02 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Presiden AS Joe Biden dan PM Italia Giorgia Meloni
Presiden ke-46 AS Joe Biden dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. (Foto: Reuters)
Washington D.C. -

Presiden ke-46 Amerika Serikat Joe Biden mengembalikan sebagian besar hadiah mewah dari para pemimpin semasa menjabat. Namun, ada satu yang tampaknya spesial sehingga tetap disimpannya.

Berdasarkan catatan Departemen Luar Negeri AS yang dipublikasikan baru-baru ini, Biden memilih menyimpan manset pemberian Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Aksesori merek Buccellati berbahan perak sterling dan diketahui berharga US$ 723 atau sekitar Rp 12 juta. New York Post mengabarkan, hadiah itu diberikan Meloni pada Maret 2024 atau tiga bulan sebelum insiden di KTT G7 di Puglia, Italia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika itu, Meloni membimbing Biden kembali ke barisan pemimpin dunia. Pria 83 tahun itu sempat berusaha berjalan menjauh saat sesi foto bersama.

ADVERTISEMENT

Hubungan Biden dan Meloni sendiri sempat diwarnai keraguan. Saat partai sayap kanan Italia berkuasa pada 2022, Biden sempat melontarkan peringatan samar. Namun seiring waktu, sikapnya melunak.

Manset BuccellatiManset Buccellati, hadiah untuk Preiden Biden dari PM Italia Meloni. (Foto: Dok. Buccellati)

Dalam kunjungan ke Italia pada Juni 2024, Biden bahkan menyapa politisi 49 tahun itu dengan ciuman di kedua pipi, menggenggam tangannya, dan memberi hormat dengan gaya canggung.

Selain manset dari Meloni, satu-satunya hadiah lain yang diakui Biden tetap disimpan dalam laporan akhir masa jabatannya adalah fragmen pesawat dari bangkai pembom ringan A-20 Havoc. Hadiah tersebut diberikan pada 2023 oleh Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape.

Hadiah itu memiliki makna emosional bagi Biden. Ia kerap menceritakan kisah pamannya, Letnan Dua Angkatan Udara AS Ambrose Finnegan Jr., yang tewas dalam kecelakaan pesawat di lepas pantai Papua Nugini saat Perang Dunia II. Namun, pernyataan Biden pada 2024 soal 'kanibal' di wilayah tersebut sempat memicu polemik diplomatik.

Sepanjang masa jabatannya, Biden menerima berbagai cendera mata unik dari para pemimpin dunia. Di antaranya sendok es krim dari Sultan Brunei dan sepeda senilai US$ 7.089 dari Presiden Uni Emirat Arab. Hadiah-hadiah tersebut, termasuk satu set kereta api perak custom senilai US$ 7.750 dari Perdana Menteri India Narendra Modi, diserahkan ke Arsip Nasional AS.

Sesuai hukum federal AS, pejabat pemerintah dilarang menerima hadiah atau perjalanan senilai lebih dari US$ 480, kecuali jika penolakan dapat menimbulkan rasa malu bagi pemberi atau negara. Jika ingin menyimpan hadiah, pejabat harus membayar sendiri nilainya.

Aturan ini juga berlaku bagi Ibu Negara Jill Biden. Ia dilaporkan membayar gelang Dior senilai US$ 5.000 dari Ibu Negara Prancis Brigitte Macron. Jill Biden juga menyimpan parfum Ormonde Jayne pemberian Emir Qatar Sheikh Khalifa Bin Hamad Al Thani dan istrinya.

Selain itu, Jill Biden mempertahankan sebuah vas hadiah dari Putri Wales Catherine alias Kate Middleton. Meski satu set hadiah tersebut, terdiri dari vas, dua buku, dan sebuah keranjang, bernilai US$ 567, hanya vas yang disimpan secara pribadi.

Ia juga menyimpan perhiasan perak dari Isabel López Joyeria yang diberikan Lavinia Valbonesi, Ibu Negara Ekuador. Perhiasan tersebut bersama bros berbentuk bulu emas bernilai US$ 760, namun bros emasnya dikirim ke Arsip Nasional.

Sementara itu, Biden tercatat masih "menunggu untuk menerima" fragmen patung Katedral Notre Dame yang diberikan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 2024, sebagai simbol restorasi katedral ikonik tersebut pascakebakaran hebat 2019 silam.

(dtg/dtg)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads