Perlukah Tetap Berteman dengan Sahabat yang Sudah Merebut Kekasih?
Perasaan dikhianiti pasti menjadi berlipat ganda setelah mengetahui bahwa kekasih direbut sahabat sendiri. Perasaan marah, benci dan sedih pastinya berkumpul menjadi satu ketika tahu orang yang Anda percaya selama ini menikam dari belakang. Kalau sudah seperti ini, pantaskah masih menjalin pertemanan dengan sahabat?
1. Merenungkan
Untuk mengetahui jawaban apakah dia masih layak untuk dijadikan sahabat, jawabannya hanya Anda sendiri yang tahu. Psikolog sekaligus konsultan cinta Wolipop menyarankan Anda untuk merenungkan bagaimana persahabatan Anda selama ini.
"Kamu dapat merenungkan apakah sahabatmu memang merupakan sahabat yang terbaik untukmu. Apa saja yang dilakukannya selama kamu bertengkar dengan mantan pasanganmu, apa yang diucapkannya kepadamu ketika ia memutuskan untuk berpacaran dengan mantan pasanganmu, serta perilaku dan perkataannya terhadapmu. Keputusan kembali pada kamu, untuk memilih dan menentukan kelanjutan hubungan persahabatanmu," ujar Ratih dalam surat konsultasi cintanya di Wolipop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan oleh psikolog Efnie Indrianie, M.Psi, emosi negatif harus dikeluarkan dan tidak boleh ditahan-tahan. "Marah tidak bisa ditahan. Itu bisa menjadi tension yang akan berpengaruh buruk pada psikologis tubuh," ujar psikolog lulusan Universitas Maranatha, Bandung, saat ditemui Wolipop baru-baru ini.
Marah tidak harus selalu dengan melabrak teman Anda. Anda bisa melakukan dengan banyak cara, misalnya dengan berteriak atau melampiaskannya dengan aggression therapy. Efnie menjelaskan Anda bisa membuat orang-orangan atau menggunakan guling. Benda tersebut bisa menjadi simbol dari sahabat Anda. Anda bisa melemparkannya dengan barang atau memaki benda tersebut.
3. Apakah Boleh Melabraknya?
Sebenarnya, melabrak tidak menjamin perasaan bisa lebih lega. Namun, memang ada tipe orang yang harus membuat konfrontasi dulu baru bisa merasakan sedikit lebih lega. Psikolog klinis tersebut menegaskan bahwa Anda boleh melakukan konfrontasi tapi hanya dilakukan sekali saja dan harus ada yang mendampingi, entah dari psikolog atau sahabat lain.
"Boleh bertemu dengan dia, tapi hanya sekali. Enough setelah itu. Mungkin ada orang yang harus lihat orangnya dan menumpahkan kekesalan dan mengekspresikan, 'dia harus melihat marahku dan dia harus tahu sakit hatinya aku', ada kan orang yang seperti itu. Boleh saja dilakukan, tapi cukup sekali dan didampingi," jelas Efnie.
4. Stop Berpikiran Negatif
Bila Anda mengibaratkan peristiwa yang sedang dialami sebagai mimpi buruk, bencana mengerikan, atau hal yang menakutkan. Tanpa sadar Anda hanya menghabiskan waktu untuk memikirkan hal-hal yang negatif saja. Sebaiknya fokus pada hal-hal positif yang bisa dilakukan untuk mengalihkan perhatian, misalnya menjadi relawan ditempat pengungsian, atau mengajarkan anak-anak yang kurang mampu agar bisa belajar.
Hal positif tersebut juga bisa dilakukan untuk diri sendiri, mulai dari mempercantik diri dengan pergi ke salon, atau memasak untuk orang di rumah. Apa saja bisa dilakukan untuk menyenangkan hati orang lain.
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Pakaian Wanita
Bingung Cari Kado? Hampers Dompet Wanita Elegan Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis
Ada Robot Seks AI dengan Selera Humor, Bikin Orang Ketawa Lebih dari Manusia
Ramalan Zodiak Cinta 12 Maret: Capricorn Tahan Emosi, Cancer Lebih Perhatian
Ramalan Zodiak 12 Maret: Taurus Jangan Putus Asa, Gemini Pertahankan Kinerja
Ramalan Zodiak 12 Maret: Aquarius Hindari Perdebatan, Pisces Jangan Ceroboh
Ramalan Zodiak 12 Maret: Libra Jangan Ragu, Sagitarius Keuangan Membaik
Viral Tren Video AI Orangtua untuk Desak Anak Segera Menikah
Kim Seon Ho Kena Isu Pajak, Brand Fashion Langsung Tarik Iklan
Ramalan Zodiak Cinta 8 Januari: Capricorn dan Sagitarius Mengalah Demi Cinta
Weekend Lover, Tren Hubungan Viral di TikTok yang Dinilai Merendahkan Diri











































