ADVERTISEMENT

Cara Segera Move On Ketika Mencintai Pria Beristri dan Memiliki Anak

- wolipop Senin, 27 Apr 2015 20:29 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta -

Mencintai seseorang terkadang menjadi sangat sulit ketika kondisi dan situasi tidak memungkinkan untuk mempertahankan hubungan tersebut. Misalnya saja hubungan asmara dengan pria yang sudah memiliki istri.

Meski sudah mengetahui bahwa hubungan tersebut salah, namun terkadang wanita terjebak di dalam hubungan tersebut dan sulit melepaskannya. Memang diperlukan keteguhan dan keinginan yang kuat untuk bisa lepas dari pria beristri dan sudah memiliki anak. Untuk bisa memutuskan hubungan dan segera move on dari pria berstatus suami orang tersebut, ini saran terbaik.

1. Ingat Dia Bukan Pria yang Baik
Menurut psikolog dan konsultan cinta Wolipop, Ratih Ibrahim, menjalani asmara dengan pria beristri bukan hubungan yang sehat untuk dijalani. Itu berarti pria tersebut bukan tipikal pria setia. "Sudah pasti bukan hubungan yang baik karena terlihat bahwa pria tersebut tidak bisa berkomitmen dalam hubungan," ujar Ratih.

2. Beban Moral
Meski begitu mencintainya dan ada perasaan tidak ingin kehilangan si dia, sebagai wanita tetap saja memiliki perasaan bersalah karena sudah berada di tengah-tengah rumah tangganya. Beban moral tersebut bisa membuat hidup Anda menjadi tidak tenang. "Pikirkan apa yang akan kamu rasakan seandainya kamu berada di posisi istri dari pria tersebut. Oleh karena itu, lepaskan apa yang bukan menjadi milikmu dan jadikan itu sebagai pembelajaran," saran psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

3. Move On dengan Mengembangkan Diri
Daripada menjalani hubungan yang complicated sebaiknya segera move on dengan mengembangkan diri. Tanamkan di diri Anda bahwa Anda memiliki kelebihan sehingga Anda pantas mendapatkan pria yang lebih baik dari si dia. "Tingkatkan kemampuan diri yang masih kurang. Libatkan diri dalam kegiatan yang positif dan bermanfaat, seperti kegiatan olahraga, waktu berkualitas dengan keluarga atau teman-teman, dan lainnya," tambah Ratih.

4. Beri Waktu untuk Berduka
Sekuat apapun menghadapi situasi ini, namun jangan menghindari perasaan sedih Anda. Tidak ada yang salah dari menangis dan merasa sedih. Ini akan membantu Anda melepaskan segala perasaan negatif di dalam diri. "Ada banyak orang perempuan atau laki-laki membenahi (perasaan sedihnya) dengan rasional. Semakin menyangkal emosi negatif saat putus cinta dan berpura-pura baik-baik saja akan lebih sulit ove on. Jujurlah pada perasaan Anda," ujar psikolog Roslina Verauli, M.Psi.

5. Menghindari Si Dia
Setelah putus terkadang mantan kekasih masih sangat sulit untuk dihindari, apalagi jika Anda satu kantor dengannya. Jika situasinya seperti itu, Anda bisa mengambil cuti untuk beberapa saat dengan berlibur. Selain menghindari perasaan yang masih emosional ketika bertemu dengannya, berlibur akan menenangkan pikiran Anda dan Anda bisa memikirkan langkah selanjutnya. Selain itu, kubur kenangan Anda dan dia dengan menghapus foto kebersamaan Anda di ponsel Anda, jangan dengarkan lagu-lagu yang sering diputar bersama mantan. Jika perlu block nomor teleponnya dan hapus dia dari pertemanan di media sosial dan instant messenger agar si dia tak lagi menghubungi Anda.

(kik/hst)