Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ini Kata Pakar Percintaan Ketika Mempertahankan Pasangan yang Berselingkuh

wolipop
Rabu, 24 Sep 2014 19:49 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Salah satu masalah terbesar dalam hubungan asmara adalah perselingkuhan. Ketika pasangan berselingkuh maka bisa menjadi awal kehancuran hubungan. Meski merasa kecewa dan sangat sedih, namun terkadang wanita masih ingin mempertahankan hubungan.

Mungkin Anda sudah banyak mendengar saran dari teman atau keluarga agar segera mengakhiri hubungan yang sudah dirusak dengan kehadiran orang ketiga. Namun, sebenarnya di lubuk hati terdalam sulit untuk mengakhirinya. Ini saran pakar percintaan dan psikolog Rosdiana Setyaningrum dan Ratih Ibrahim soal mempertahankan pasangan yang berselingkuh.

1. Menghargai Diri Sendiri
Perselingkuhan menjadi momen yang menyakitkan karena itu sebagai tanda bahwa pasangan kurang berkomitmen pada hubungan. "Cinta memang bukan pilihan, dapat datang pada orang dan waktu yang tidak tepat. Namun demikian komitmen adalah pilihan. Apakah Anda ingin menjalani hubungan yang hanya sekedar status atau hubungan yang atas didasari cinta kedua belah pihak," ujar Pendiri Conseling and Development Center PT Personal Growth, Ratih Ibrahim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ratih menambahkan, ketika bisa memberikan keputusan yang bijak maka Anda menghargai diri sendiri karena Anda menginzinkan diri untuk bahagia. "Pada saatnya nanti, akan ada orang yang tepat untukmu yang layak untuk kamu cintai, yang mencintai kamu dan kamu mencintai dia, yang percaya pada kamu dan kamu percaya padanya, yang respect terhadap kamu dan kamu terhadapnya, dan yang bersamanya membuat kamu menjadi semakin berkembang lebih baik, begitupun dia," ungkap psikolog sekaligus konsultan cinta di Wolipop itu.

2. Ketika Masih Ada Kesempatan
Dari masalah perselingkuhan tersebut, mungkin membuat kekasih sadar dan menyesal. Ia pun mungkin ingin mempertahankan hubungan. Ratih menyarankan, ketika memang masih memiliki komitmen mungkin masih bisa diusahakan.

"Ajak dia bicara secara baik-baik, mungkinkah ada masalah di antara kalian yang tidak disadari sehingga menyebabkan perubahan hubungan kalian. Bicarakan bersama dengan pasangan secara terbuka dan jujur bagaimana solusi yang terbaik untuk kalian berdua," ujar ibu dua anak itu.

3. Tabiat Orang yang Berselingkuh
Sedangkan menurut psikolog klinis dewasa, Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, orang yang berselingkuh biasanya memiliki tabiat yang sama. Ia berusaha mendapat kepercayaan lagi dari kekasihnya, tapi setelah itu mengulang kembali kesalahan. "Kalau dia melakukan ini sekarang ya kemungkinan dia melakukan ini terus akan besar, dan bisa terulang di pernikahan. Dia nyeleweng lagi ya nyeleweng lagi," ujar Rosdiana.

4. Insecure
Jika berusaha untuk mempertahankan, maka Anda harus siap menanggung perasaan tidak aman, selalu curiga dan berpikir akan selalu dibohongi pasti akan dirasakan pasca diselingkuhi. Mungkin saja si dia benar-benar berubah, tapi perasaan tidak aman tersebut membuat hubungan diwarnai dengan pertengkaran. Apakah ini yang disebut hubungan bahagia?

Psikolog yang akrab disapa Diana itu menyarankan agar memikirkan kembali hubungan asmara setelah diselingkuhi. "Kalau selingkuh itu balik lagi ke kita, kita bisa terima nggak? Kalau kita terima dan jadinya curigaan artinya kita nggak bisa terima, mendingan nggak usah," tambah psikolog lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads