Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ingin Hubungan yang Bahagia? Jangan Pacari Pria dengan 3 Ciri Ini

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 10 Jun 2014 19:08 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -
Ketika memiliki kekasih, tentu Anda menginginkan hubungan yang harmonis dan bahagia, bahkan bisa berlanjut ke pernikahan. Oleh sebab itu, sebelum menjadikan pria sebagai kekasih, sebaiknya pertimbangkan dulu dengan matang tentang karakter si dia.

Psikolog klinis dewasa, Liza Marielly Djaprie, M.Si,Psi,SC menyarankan, agar sebaiknya tidak memacari tiga ciri pria ini, bila ingin mendapat hubungan yang bahagia. Simak ciri-ciri pria yang sebaiknya dihindari.

1. Tidak Mau Meluangkan Waktu
Pria yang tidak pernah meluangkan waktunya untuk bersama Anda sebaiknya ditinggalkan karena tandanya dia tidak serius. Buat apa menjalani hubungan asmara tapi tidak bisa mempunyai waktu bersama? Terlebih lagi bila ia jarang memberikan Anda kabar hingga menghilang begitu saja.

"Buat saya pria yang benar-benar serius ketika saya melihat dia mau mendedikasikan waktunya untuk saya sama-sama belajar bareng. Nggak menuntut 24 jam, tapi di antara itu ada komunikasi," ujar Liza

2. Melakukan Kekerasan
Pria yang sudah melakukan kekerasan walaupun hanya beberapa kali sebaiknya dihindari. Kekerasan dalam hubungan bisa berlanjut ke pernikahan atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kekerasan itu tidak harus fisik, tapi bisa juga herbal. Misalnya saja, dia sering menyakiti hati Anda dengan kata-katanya yang kasar. Itu juga merupakan bagian dari kekerasan.

Jika salah satu pria sudah berani kasar dengan Anda sebaiknya tidak memilih pria tersebut. Mungkin move on dari kedua pria itu bisa menjadi jalan terbaik jika Anda merasa tidak dapat memilih di antara mereka.

3. 'Cowok Matre'
Pria juga seringkali memanfaatkan kebaikan wanita. Jika setiap pergi selalu Anda yang keluar uang, atau parahnya si dia meminjam uang Anda tapi tidak kunjung dikembalikan, sebaiknya perlu Anda pertimbangkan lagi untuk jadi kekasih.

"Pria yang suka minta bayarin terus itu juga nggak beres. Itu sebaiknya ditelaah lagi apa benar mau diteruskan dengan orang seperti ini?" saran psikolog lulusan Universitas Indonesia itu.

(kik/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads