Liputan Khusus Bahasa Tubuh
5 Resep Hubungan Langgeng dengan 'Membaca' Bahasa Tubuh Pasangan
Bahasa tubuh seseorang ternyata sangat berpengaruh terhadap hubungan asmara. Menurut Microexpression Expert, Kirdi Putra, kelanggengan suatu hubungan tidak ditentukan dengan kata-kata tapi bahasa tubuh serta bagaimana cara Anda berbicara kepada pasangan.
"Menurut penelitian dari pakar komunikasi dunia, Albert Mehrabian dalam bukunya yang berjudul 'Silent Messages', ia mendefinisikan komunikasi non-verbal atau bahasa tubuh itu 55%, intonasi suara 38% dan 7% kata-kata. Jadi kita bisa melihat bahwa 93% hubungan itu bukan karena kata-kata tapi bahasa tubuh dan intonasi suara," tutur Kirdi kepada Wolipop di kantornya, Jl. Sanjaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/3/2014).
Penting mengetahui bahasa tubuh pasangan supaya bisa mengerti lebih dalam mengenai dirinya. Terkadang pria sulit mengerti wanita karena tidak memahami bahasa tubuh atau cara kekasihnya menyampaikan sesuatu. Hal tersebut akhirnya bisa menimbulkan pertengkaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Beritahu Sejak Awal
Agar tidak selalu salah paham dengan pasangan, sebaiknya beritahu kebiasaan Anda sejak awal. Misalnya saja Anda terbiasa berbicara dengan nada keras dengan orang terdekat. Bila tidak diberitahu mungkin saja pasangan menyangka Anda marah-marah karena intonasi yang keras tapi sebenarnya tidak seperti itu. Maka dari itu, klarifikasi kebiasaan serta hobi Anda dan pasangan ketika baru memulai hubungan supaya tidak menjadi masalah nantinya.
2. Kenali Gerak-gerik Pasangan
Tidak sedikit pria yang mengeluh karena wanita seringkali memberikan 'kode' melalui tutur kata atau bahasa tubuh mereka daripada berbicara secara langsung. Kirdi mengatakan bahwa itu wajar karena tidak semua wanita mengerti dengan dirinya sendiri.
Beberapa wanita juga tidak bisa mengatakan sesuatu yang kurang disukainya secara langsung. Sebagai contoh, ketika wanita diajak makan sesuatu oleh pasangannya dan dia tidak suka makanan tersebut tapi sulit menolak ajakan kekasih biasanya menunjukkan bahasa tubuh mereka. Bahasa tubuh tersebut bisa dengan menggelengkan kepala, berwajah murung, atau ketika ditanya tidak menjawab dengan pasti. Itu bisa merupakan tanda dia tidak mau.
"Hanya dengan bahasa tubuh seperti itu dapat menimbulkan persepsi yang berbeda. Jika lawan jenisnya tersebut tidak hafal dengan bahasa tubuh disaat pasangannya mau sesuatu, ini bisa menimbulkan pertengkaran. Amati lebih dahulu agar kita tahu kalau bahasa tubuhnya begini berarti dia lagi marah, saat berkacak pinggang berarti dia lagi bete, seperti itu," jelas Senior Coach & Counselor dari Narapatih Mind & Mental Clinic itu.
3. Lakukan Negosiasi dengan Pasangan
Dalam hubungan tentu perlu negosiasi agar berjalan dengan harmonis. Coba buat kesepakatan dengan pasangan. Jika terlalu sulit memahami dia, Anda bisa diskusikan baik-baik dengan pasangan. Anda juga bisa saling evaluasi diri mungkin kebiasaan berbicara dengan intonasi keras dapat dilatih menjadi lebih lembut secara perlahan. Hindari bernegosiasi dalam keadaan emosi.
4. Hindari Bersikap Terlalu Posesif dengan Pasangan
Posesif yang dimaksud adalah terlalu banyak mengomentari gerak tubuh pasangan sehingga membuat dia tidak nyaman. Biasanya ini dilakukan oleh wanita. Kirdi memberikan contoh, saat sedang kencan pasangan bermain smartphone. Baru sebentar, Anda sudah mengomentarinya dengan nada sindiran. Padahal saat itu mungkin saja ada hal penting yang harus segera dibalas. Ini bisa memicu pertengkaran dalam hubungan.
Oleh karena itu, pendiri Hypnosis Training Institute of Indonesia ini juga menyarankan agar wanita juga mengenali sikap pria ketika merasa tidak nyaman dengan perlakuan Anda. "Nah komentar dengan kekepoan yang berlebih itu justru akan memunculkan masalah dalam hubungan. Kita juga bisa amati dari cara dia ngobrol ketika membahas makanan terlihat gerak tubuhnya yang semangat, tapi saat bicara kerjaan gerak tubuhnya terlihat bosan, berarti dia memang sedang malas berbicara masalah pekerjaan, itu sih pentingnya sebenarnya lebih coba dipahami," tandasnya.
5. Pahami Perbedaan Budaya Antara Anda dan Pasangan
Faktor lingkungan dan budaya sangat mempengaruhi karakter seseorang. Ini yang perlu dipahami karena semua orang tidak bisa berubah seperti yang Anda harapkan. Anda perlu memahami kebiasaan budayanya agar tidak menimbulkan persepsi negatif sehingga berakhir dengan pertengkaran.
"Contohnya, orang Jawa Timur kalau nggak suka itu bahasa tubuhnya langsung berkacak pinggang dan berbicara lugas tanpa maksud meremehkan atau merendahkan. Tapi itu memang bahasa tubuh mereka. Sedangkan pasangan orang Jawa Tengah asli yang kalau ngomong lembut dan pelan, nah ini bisa terjadi persepsi yang salah," tutur Kirdi.
Oleh karena itu, Anda harus mengenal kebiasaan-kebiasaan yang dipengaruhi oleh budaya pasangan untuk menghindari adanya kesalahpahaman.
(aln/aln)
Home & Living
Sekali Coba Susah Balik! Handuk Premium Ini Harus Kamu Punya, Cek Alasannya
Home & Living
Satu Set Alat Ini Memudahkan Pekerjaan Kamu! TEKIRO Socket Set Harus Kamu Miliki di Rumah
Home & Living
Nggak Perlu Capek Bersihin WC! Notale Spin Scrubber Ini Memudahkan Pekerjaan, Harus Ada di Rumah
Home & Living
Cari Dudukan Santai yang Empuk dan Estetik? Pilihan Bean Bag Ini Layak Jadi Andalan
Bikin Baper! Aksi Lamar Kekasih di Waterfront Danau Toba Ini Viral
Ramalan Zodiak 5 Januari: Taurus Jaga Emosi, Gemini Manfaatkan Momentum
Tipe Balas Chat Berdasarkan Zodiak: Aries Gercep, Ada yang Hilang Berhari-hari
Ramalan Zodiak 5 Januari: Capricorn Lebih Mandiri, Pisces Jangan Egois
Ramalan Zodiak 5 Januari: Virgo Jangan Keras Kepala, Libra Kontrol Emosi
Rebutan Uang Duka, Konflik Menantu dan Mertua Berujung Tragis
5 Makanan Terbaik untuk Buka Puasa Diet IF, Kenyang Lebih Lama dan BB Turun
8 Foto Alyssa Daguise Liburan ke London, Bumil Tampil Stylish Pakai Coat Bulu
Bikin Baper! Aksi Lamar Kekasih di Waterfront Danau Toba Ini Viral











































