Ini yang Harus Dilakukan Ketika Kekasih Minta Break Tapi Tidak Putus
Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 01 Okt 2013 19:10 WIB
Jakarta
-
Break bisa dilakukan oleh pasangan kekasih yang masih labil apakah akan melanjutkan hubungan atau tidak. Break bukan berarti putus. Masa tersebut merupakan waktu rehat sejenak itu dilakukan agar keduanya bisa berpikir lebih dalam tentang masa depan hubungan mereka.
Biasanya keputusan tersebut diambil ketika hubungan bermasalah, sering bertengkar atau salah satu merasa tidak ada kecocokan. Apabila si dia minta break, padahal Anda merasa hubungan bisa berjalan tanpa harus rehat, pasti Anda merasa tidak adil.
Tapi hubungan tidak bisa dipakasakan. Sebaiknya Anda menerima keputusannya, sambil berpikir apa yang terbaik untuk Anda dan dia. Ini yang sebaiknya dilakukan ketika si dia minta break.
1. Minta Penjelasan
Minta penjelasannya kenapa dia ingin break. Bila sebelumnya tidak ada masalah, mungkin Anda kaget mendengar keputusannya. Tenangkan diri dan minta penjelasannya. Bicarakan baik-baik, jangan sampai terbawa emosi karena malah akan memperkeruh suasana.
2. Tetapkan Waktu
Masa break atau yang sering juga disebut vakum harus memiliki limit waktu. Bicarakan di awal keputusan, sampai berapa lama Anda dan si dia break. Jangan sampai hubungan mengambang terlalu lama karena sama-sama tidak menentukan kapan berakhirnya masa break. Minta si dia untuk tidak melakukan break terlalu lama. Paling lama satu bulan.
3. Tentukan Bagaimana Cara Berhubungan
Pasangan yang break ada yang ingin masih tetap berhubungan, tapi dibatasi. Ada pula yang tidak berhubungan sama sekali sampai masa break usai. Tentukan cara komunikasi Anda dan kekasih selama break. Dengan begitu tidak ada yang merasa dirugikan karena telah dibicarakan sebelumnya.
3. Introspeksi
Selama masa break, mungkin Anda merasa sedih, galau dan juga kecewa. Jangan hanya memikirkan keterpurukan Anda. Jadikan masa tersebut untuk intropeksi diri. Apa yang membuat ingin menginginkan break, bagaimana hubungan terjalin selama ini dan akan konsep hubungan seperti apa yang diinginkan di masa depan.
4. Tentukan Sikap
Jika sudah terlalu lama break, tapi si dia masih menunjukkan sikap acuh tak acuh sebaiknya tentukan sikap. Bisa jadi si dia memang sebenarnya memang ingin putus atau jangan-jangan sudah memiliki wanita lain.
Ratih Ibrahim, psikolog sekaligus konsultan cinta di Wolipop menyarankan agar wanita lebih tegas bila kekasih minta break tapi tidak memberikan batas waktu. "Masih banyak kesempatan untuk mendapatkan pria yang lebih sayang dan lebih yakin mengenai perasaannya terhadap kamu," ujar Ratih.
5. Memperbaiki Hubungan atau Move On
Bila masa break selesai dan kekasih ingin melanjutkan jalinan asmara, maka Anda dan kekasih harus memperbaiki hubungan. Tapi bila si dia ternyata lebih nyaman sendiri, maka mau tidak mau Anda harus menerima keputusannya dan belajar untuk move on. Memang tidak mudah, tapi ada pelajaran setiap putusnya hubungan. Setidaknya, Anda sedikit terbiasa tidak ada si dia karena sebelumnya telah menjalani masa break.
(kik/kik)
Biasanya keputusan tersebut diambil ketika hubungan bermasalah, sering bertengkar atau salah satu merasa tidak ada kecocokan. Apabila si dia minta break, padahal Anda merasa hubungan bisa berjalan tanpa harus rehat, pasti Anda merasa tidak adil.
Tapi hubungan tidak bisa dipakasakan. Sebaiknya Anda menerima keputusannya, sambil berpikir apa yang terbaik untuk Anda dan dia. Ini yang sebaiknya dilakukan ketika si dia minta break.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minta penjelasannya kenapa dia ingin break. Bila sebelumnya tidak ada masalah, mungkin Anda kaget mendengar keputusannya. Tenangkan diri dan minta penjelasannya. Bicarakan baik-baik, jangan sampai terbawa emosi karena malah akan memperkeruh suasana.
2. Tetapkan Waktu
Masa break atau yang sering juga disebut vakum harus memiliki limit waktu. Bicarakan di awal keputusan, sampai berapa lama Anda dan si dia break. Jangan sampai hubungan mengambang terlalu lama karena sama-sama tidak menentukan kapan berakhirnya masa break. Minta si dia untuk tidak melakukan break terlalu lama. Paling lama satu bulan.
3. Tentukan Bagaimana Cara Berhubungan
Pasangan yang break ada yang ingin masih tetap berhubungan, tapi dibatasi. Ada pula yang tidak berhubungan sama sekali sampai masa break usai. Tentukan cara komunikasi Anda dan kekasih selama break. Dengan begitu tidak ada yang merasa dirugikan karena telah dibicarakan sebelumnya.
3. Introspeksi
Selama masa break, mungkin Anda merasa sedih, galau dan juga kecewa. Jangan hanya memikirkan keterpurukan Anda. Jadikan masa tersebut untuk intropeksi diri. Apa yang membuat ingin menginginkan break, bagaimana hubungan terjalin selama ini dan akan konsep hubungan seperti apa yang diinginkan di masa depan.
4. Tentukan Sikap
Jika sudah terlalu lama break, tapi si dia masih menunjukkan sikap acuh tak acuh sebaiknya tentukan sikap. Bisa jadi si dia memang sebenarnya memang ingin putus atau jangan-jangan sudah memiliki wanita lain.
Ratih Ibrahim, psikolog sekaligus konsultan cinta di Wolipop menyarankan agar wanita lebih tegas bila kekasih minta break tapi tidak memberikan batas waktu. "Masih banyak kesempatan untuk mendapatkan pria yang lebih sayang dan lebih yakin mengenai perasaannya terhadap kamu," ujar Ratih.
5. Memperbaiki Hubungan atau Move On
Bila masa break selesai dan kekasih ingin melanjutkan jalinan asmara, maka Anda dan kekasih harus memperbaiki hubungan. Tapi bila si dia ternyata lebih nyaman sendiri, maka mau tidak mau Anda harus menerima keputusannya dan belajar untuk move on. Memang tidak mudah, tapi ada pelajaran setiap putusnya hubungan. Setidaknya, Anda sedikit terbiasa tidak ada si dia karena sebelumnya telah menjalani masa break.
(kik/kik)
Olahraga
Cari Sepatu buat Daily Run hingga Long Run? Nike Structure 25 Layak Dicoba
Hobbies & Activities
Gitar Akustik yang Cocok untuk Pemula, Yamaha F310 Punya Suara Jernih dan Nyaman Dimainkan
Pakaian Pria
Sepatu Santai untuk Sholat Id! 2 Slide Sneakers Ini Nyaman dan Praktis Dipakai Lebaran
Olahraga
Mau Main Badminton Makin Nyaman? Jangan Sampai Lupa Grip Anti Slip Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 12 Maret: Capricorn Tahan Emosi, Cancer Lebih Perhatian
Ramalan Zodiak 12 Maret: Taurus Jangan Putus Asa, Gemini Pertahankan Kinerja
Ramalan Zodiak 12 Maret: Aquarius Hindari Perdebatan, Pisces Jangan Ceroboh
Ramalan Zodiak 12 Maret: Libra Jangan Ragu, Sagitarius Keuangan Membaik
Ramalan Zodiak Cinta 11 Maret: Aquarius Banyak Godaan, Pisces Jaga Perasaan
Most Popular
1
Viral Komentar Aktor China Zhang Linghe Tentang Asia Tenggara, Diduga Rasis
2
Mackenyu Makin Macho di One Piece Season 2, Tubuh Kekar Bikin Terkesima
3
Istri Walkot New York Rama Duwaji Disindir karena Pakai Crop Top Saat Bukber
4
Tips Dokter Gizi Agar Kulit Tetap Glowing Saat Puasa, Hindari Makanan Ini
5
Curhat Beauty Influencer Syok Wajahnya Berubah Drastis Saat Hamil
MOST COMMENTED











































