Liputan Khusus
Putus atau Lanjut Saat Dikasari Kekasih? Cermati 3 Hal Ini!
wolipop
Jumat, 01 Feb 2013 17:31 WIB
Jakarta
-
Tidak ada wanita yang mau diperlakukan kasar oleh kekasihnya. Terlebih lagi jika sampai pada pemukulan dan kekerasan verbal yang mencoreng harga diri. Ketika mendapat kekerasan dari sang pacar, apa yang sebaiknya dilakukan? Tetap melanjutkan hubungan atau langsung berpisah?
Hal itu tergantung dari banyak aspek dan sejauh mana tindak kekerasan menimbulkan efek negatif. Psikolog Roslina Verauli menerangkan, hubungan seharusnya bersifat konstruktif yaitu membuat individu lebih berkembang. Tapi ketika justru mengarah ke hal-hal destruktif, misalnya salah satu pihak secara emosional tertekan, trauma, mendapat luka-luka secara fisik, kepribadian jadi rendah diri dan penghayatan diri jadi negatif, sebaiknya akhiri hubungan.
Menurut psikolog yang sehari-harinya bekerja di Rumah Sakit Pondok Indah ini, ada tiga hal yang perlu dilihat sebelum mengambil keputusan untuk berpisah atau lanjut setelah mengalami kekerasan. Apabila baru pertama kali kekasih berlaku kasar, maka masih bisa dipertimbangkan untuk dimaafkan. Namun lihat juga dampak psikologis dari perlakuan kasar tersebut.
"Meski baru pertama kali tapi kalau dampaknya sangat signifikan, sampai trauma hebat, lebih baik consider untuk tinggalin," ujar wanita yang akrab disapa Vera ini kepada wolipop.
Kedua, perhatikan apakah kekerasan yang dilakukan hanya satu kali atau terjadi pengulangan. Tindak kekerasan seharusnya jangan sampai terjadi dan bila dialami sampai lebih dari satu kali maka itu patut diwaspadai. Karena kekerasan tidak boleh sampai menjadi kebiasaan. "Nggak boleh ada yang kedua untuk kekerasan," tegasnya.
Ketiga adalah melihat pemicu yang membuat seseorang melakukan kekerasan. Apabila tindakan kasar sampai melukai fisik maupun mental disebabkan karena penggunaan narkoba, alkohol atau gangguan kepribadian, maka tidak perlu pikir panjang, "I'm sorry goodbye," tukas penulis buku 'Love Cold' ini.
"Ada orang yang memiliki gangguan kepribadian kalau sedang emosional dia sangat tantrum. Dari luar dia normal tapi akan mudah tersakiti kalau merasa diabaikan. Dia merasa tidak dicintai. Kalau kondisinya begitu mendingan udah, tinggalin," jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.
(hst/hst)
Hal itu tergantung dari banyak aspek dan sejauh mana tindak kekerasan menimbulkan efek negatif. Psikolog Roslina Verauli menerangkan, hubungan seharusnya bersifat konstruktif yaitu membuat individu lebih berkembang. Tapi ketika justru mengarah ke hal-hal destruktif, misalnya salah satu pihak secara emosional tertekan, trauma, mendapat luka-luka secara fisik, kepribadian jadi rendah diri dan penghayatan diri jadi negatif, sebaiknya akhiri hubungan.
Menurut psikolog yang sehari-harinya bekerja di Rumah Sakit Pondok Indah ini, ada tiga hal yang perlu dilihat sebelum mengambil keputusan untuk berpisah atau lanjut setelah mengalami kekerasan. Apabila baru pertama kali kekasih berlaku kasar, maka masih bisa dipertimbangkan untuk dimaafkan. Namun lihat juga dampak psikologis dari perlakuan kasar tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, perhatikan apakah kekerasan yang dilakukan hanya satu kali atau terjadi pengulangan. Tindak kekerasan seharusnya jangan sampai terjadi dan bila dialami sampai lebih dari satu kali maka itu patut diwaspadai. Karena kekerasan tidak boleh sampai menjadi kebiasaan. "Nggak boleh ada yang kedua untuk kekerasan," tegasnya.
Ketiga adalah melihat pemicu yang membuat seseorang melakukan kekerasan. Apabila tindakan kasar sampai melukai fisik maupun mental disebabkan karena penggunaan narkoba, alkohol atau gangguan kepribadian, maka tidak perlu pikir panjang, "I'm sorry goodbye," tukas penulis buku 'Love Cold' ini.
"Ada orang yang memiliki gangguan kepribadian kalau sedang emosional dia sangat tantrum. Dari luar dia normal tapi akan mudah tersakiti kalau merasa diabaikan. Dia merasa tidak dicintai. Kalau kondisinya begitu mendingan udah, tinggalin," jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.
(hst/hst)
Hobi dan Mainan
Sering Ikut Event, Seminar, atau Kerja Kantoran? 3 ID Card Holder Ini Bikin Kartu Aman dan Tetap Rapi
Makanan & Minuman
Anak Susah Makan? Bantu Lengkapi Gizi Anak dengan PediaSure Vanila
Hobbies & Activities
LOJEL Voja Cabin 21 Inch, Pilihan Koper Anti Ribet untuk Short Trip
Pakaian Pria
Adidas D.O.N Issue 5, Sepatu Basket Pria yang Ringan dan Stylish
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak Cinta 5 Maret: Capricorn Perbaiki Komunikasi, Pisces Mengalah
Ramalan Zodiak 5 Maret: Libra Jangan Menyimpang, Scorpio Redam Pertengkaran
Viral Banner Romantis di Mobil, Isinya Minta Jalan Demi Lamar Kekasih
Ramalan Zodiak 5 Maret: Cancer Jangan Baper, Virgo Terima Keadaan
Ramalan Zodiak 5 Maret: Taurus Introspeksi Diri, Gemini Lebih Tegas
Most Popular
1
Gaya Musim Dingin Bumil Amanda Manopo Baby Moon Keliling Eropa Bareng Suami
2
Wajah 'Old Money' Jadi Tren Operasi Plastik, Seperti Apa?
3
Trans First Luxury Buka di METRO Gandaria City, Tempat Jual-Beli Barang Branded
4
Influencer Tarot Didenda Rp 170 Miliar Usai Tuduh Profesor Terlibat Pembunuhan
5
Dapat Kejutan Ultah, Gaya Mahalini Berdaster-Pakai Roll Rambut Curi Atensi
MOST COMMENTED











































