Liputan Khusus
Putus atau Lanjut Saat Dikasari Kekasih? Cermati 3 Hal Ini!
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 01 Feb 2013 17:32 WIB
Jakarta
-
Tidak ada wanita yang mau diperlakukan kasar oleh kekasihnya. Terlebih lagi jika sampai pada pemukulan dan kekerasan verbal yang mencoreng harga diri. Ketika mendapat kekerasan dari sang pacar, apa yang sebaiknya dilakukan? Tetap melanjutkan hubungan atau langsung berpisah?
Hal itu tergantung dari banyak aspek dan sejauh mana tindak kekerasan menimbulkan efek negatif. Psikolog Roslina Verauli menerangkan, hubungan seharusnya bersifat konstruktif yaitu membuat individu lebih berkembang. Tapi ketika justru mengarah ke hal-hal destruktif, misalnya salah satu pihak secara emosional tertekan, trauma, mendapat luka-luka secara fisik, kepribadian jadi rendah diri dan penghayatan diri jadi negatif, sebaiknya akhiri hubungan.
Menurut psikolog yang sehari-harinya bekerja di Rumah Sakit Pondok Indah ini, ada tiga hal yang perlu dilihat sebelum mengambil keputusan untuk berpisah atau lanjut setelah mengalami kekerasan. Apabila baru pertama kali kekasih berlaku kasar, maka masih bisa dipertimbangkan untuk dimaafkan. Namun lihat juga dampak psikologis dari perlakuan kasar tersebut.
"Meski baru pertama kali tapi kalau dampaknya sangat signifikan, sampai trauma hebat, lebih baik consider untuk tinggalin," ujar wanita yang akrab disapa Vera ini kepada wolipop.
Kedua, perhatikan apakah kekerasan yang dilakukan hanya satu kali atau terjadi pengulangan. Tindak kekerasan seharusnya jangan sampai terjadi dan bila dialami sampai lebih dari satu kali maka itu patut diwaspadai. Karena kekerasan tidak boleh sampai menjadi kebiasaan. "Nggak boleh ada yang kedua untuk kekerasan," tegasnya.
Ketiga adalah melihat pemicu yang membuat seseorang melakukan kekerasan. Apabila tindakan kasar sampai melukai fisik maupun mental disebabkan karena penggunaan narkoba, alkohol atau gangguan kepribadian, maka tidak perlu pikir panjang, "I'm sorry goodbye," tukas penulis buku 'Love Cold' ini.
"Ada orang yang memiliki gangguan kepribadian kalau sedang emosional dia sangat tantrum. Dari luar dia normal tapi akan mudah tersakiti kalau merasa diabaikan. Dia merasa tidak dicintai. Kalau kondisinya begitu mendingan udah, tinggalin," jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.
(hst/hst)
Hal itu tergantung dari banyak aspek dan sejauh mana tindak kekerasan menimbulkan efek negatif. Psikolog Roslina Verauli menerangkan, hubungan seharusnya bersifat konstruktif yaitu membuat individu lebih berkembang. Tapi ketika justru mengarah ke hal-hal destruktif, misalnya salah satu pihak secara emosional tertekan, trauma, mendapat luka-luka secara fisik, kepribadian jadi rendah diri dan penghayatan diri jadi negatif, sebaiknya akhiri hubungan.
Menurut psikolog yang sehari-harinya bekerja di Rumah Sakit Pondok Indah ini, ada tiga hal yang perlu dilihat sebelum mengambil keputusan untuk berpisah atau lanjut setelah mengalami kekerasan. Apabila baru pertama kali kekasih berlaku kasar, maka masih bisa dipertimbangkan untuk dimaafkan. Namun lihat juga dampak psikologis dari perlakuan kasar tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, perhatikan apakah kekerasan yang dilakukan hanya satu kali atau terjadi pengulangan. Tindak kekerasan seharusnya jangan sampai terjadi dan bila dialami sampai lebih dari satu kali maka itu patut diwaspadai. Karena kekerasan tidak boleh sampai menjadi kebiasaan. "Nggak boleh ada yang kedua untuk kekerasan," tegasnya.
Ketiga adalah melihat pemicu yang membuat seseorang melakukan kekerasan. Apabila tindakan kasar sampai melukai fisik maupun mental disebabkan karena penggunaan narkoba, alkohol atau gangguan kepribadian, maka tidak perlu pikir panjang, "I'm sorry goodbye," tukas penulis buku 'Love Cold' ini.
"Ada orang yang memiliki gangguan kepribadian kalau sedang emosional dia sangat tantrum. Dari luar dia normal tapi akan mudah tersakiti kalau merasa diabaikan. Dia merasa tidak dicintai. Kalau kondisinya begitu mendingan udah, tinggalin," jelas psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.
(hst/hst)
Olahraga
Perut dan Paha Lebih Kencang Tanpa ke Gym? Coba 2 Alat Fitness Rumahan Ini yang Lagi Banyak Dipakai!
Kesehatan
Pegal Hilang Hitungan Menit! Alat Pijat Elektrik 5 in 1 Ini Jadi Solusi Relaksasi Praktis di Rumah
Makanan & Minuman
Cuma Ubi Cilembu dan Yoghurt, Dessert Viral Ini Bikin Penasaran!
Pakaian Wanita
Bingung Cari Kado? Hampers Dompet Wanita Elegan Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 13 Maret: Scorpio Keuangan Lancar, Sagitarius Jangan Emosi
Ramalan Zodiak 13 Maret: Cancer Masalah Datang, Leo Penuh Perjuangan
Ada Robot Seks AI dengan Selera Humor, Bikin Orang Ketawa Lebih dari Manusia
Ramalan Zodiak Cinta 12 Maret: Capricorn Tahan Emosi, Cancer Lebih Perhatian
Ramalan Zodiak 12 Maret: Taurus Jangan Putus Asa, Gemini Pertahankan Kinerja
Most Popular
1
Viral Verificator
Viral Ramadan Core! Beli Baju Lebaran Lebih Awal, Saat Dicoba Bikin Syok
2
Potret Eks Penyanyi Cilik Maissy Kembali Disorot, Suami Digosipkan Selingkuh
3
Ramalan Zodiak 13 Maret: Scorpio Keuangan Lancar, Sagitarius Jangan Emosi
4
Chloe Kelly Jadi Barbie, Simbol Inspirasi Baru di Dunia Sepak Bola Wanita
5
Ramalan Zodiak 13 Maret: Cancer Masalah Datang, Leo Penuh Perjuangan
MOST COMMENTED











































