Liputan Khusus
Kapan Wanita Butuh Bantuan Psikolog Saat Putus Cinta?
wolipop
Jumat, 15 Jun 2012 09:11 WIB
Jakarta
-
Tidak semua wanita dapat tegar saat putus dari kekasih. Apalagi jika dia sangat mencintai pasangan dan merasa si pria adalah jodohnya. Impian serta harapan yang kandas sering membuat wanita merasa tidak karuan.
Salah satu solusi untuk mengatasinya ialah pergi ke psikolog. Namun, kondisi seperti apa yang mengharuskan wanita pergi ke psikolog? Berikut uraian dan penjelasannya yang disarankan oleh Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, seorang psikolog di bidang klinis, lulusan Master Psikologi, Universitas Indonesia, dan Master of Health Profession Education, Universitas New South Wales, Australia.
1. Lebih Dari Setahun, Masih Sedih Karena Putus Cinta
"Sebenarnya tidak ada batasan karena setiap orang berbeda-beda, tapi mungkin kalau setahun lebih masih belum dapat menerimanya, bisa meminta bantuan psikolog," papar Rosdiana Setyaningrum, yang akrab dipanggil Diana, saat diwawancara wolipop melalui telepon, Kamis (14/06/2012).
Setahun bukanlah waktu yang sebentar. Untuk itu, jika Anda mempunyai saudara atau kerabat yang tidak dapat melupakan kesedihan karena putus cinta hingga lebih dari setahun, apalagi kalau kondisinya mengkhawatirkan orang-orang di sekitarnya, ajak dia pergi ke psikolog untuk membantu menetralkan kembali perasaannya.
2. Tingkah Lakunya Setelah Putus Mengganggu Orang di Sekelilingnya
Setiap orang berbeda-beda dalam meluapkan perasaan mereka, termasuk saat putus cinta. Ada yang merasa kuat dan ada juga yang merasa begitu terpuruk. Orang yang merasa sangat hancur perlu dikhawatirkan. Kalau tindakan atau tingkah lakunya setelah putus sangat mengganggu orang-orang di sekelilingnya maka dia perlu meminta bantuan psikolog.
Sebagai contoh, setelah putus ada orang yang selalu menangis setiap malam, jarang makan, tidak mau ditemui oleh teman-temannya, dan berpengaruh terhadap kuliah atau pekerjaannya. "Butuh bantuan psikolog juga dilihat sampai sejauh mana tingkah lakunya mengganggu kehidupan dan lingkungannya," urai Diana.
3. Depresi
Tingginya tingkat stres ketika putus cinta dapat mengakibatkan seseorang menjadi depresi. Sulit menyembuhkan wanita yang sudah merasa pupus dan frustasi. Jadi, sebaiknya meminta bantuan psikolog untuk penyembuhan.
"Dampak paling buruk dari putusnya hubungan bisa sampai depresi karena sedih yang berkepanjangan. Kalau sudah begini, lebih baik pergi ke psikolog," ujar Diana.
(eny/eya)
Salah satu solusi untuk mengatasinya ialah pergi ke psikolog. Namun, kondisi seperti apa yang mengharuskan wanita pergi ke psikolog? Berikut uraian dan penjelasannya yang disarankan oleh Rosdiana Setyaningrum, MPsi, MHPEd, seorang psikolog di bidang klinis, lulusan Master Psikologi, Universitas Indonesia, dan Master of Health Profession Education, Universitas New South Wales, Australia.
1. Lebih Dari Setahun, Masih Sedih Karena Putus Cinta
"Sebenarnya tidak ada batasan karena setiap orang berbeda-beda, tapi mungkin kalau setahun lebih masih belum dapat menerimanya, bisa meminta bantuan psikolog," papar Rosdiana Setyaningrum, yang akrab dipanggil Diana, saat diwawancara wolipop melalui telepon, Kamis (14/06/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Tingkah Lakunya Setelah Putus Mengganggu Orang di Sekelilingnya
Setiap orang berbeda-beda dalam meluapkan perasaan mereka, termasuk saat putus cinta. Ada yang merasa kuat dan ada juga yang merasa begitu terpuruk. Orang yang merasa sangat hancur perlu dikhawatirkan. Kalau tindakan atau tingkah lakunya setelah putus sangat mengganggu orang-orang di sekelilingnya maka dia perlu meminta bantuan psikolog.
Sebagai contoh, setelah putus ada orang yang selalu menangis setiap malam, jarang makan, tidak mau ditemui oleh teman-temannya, dan berpengaruh terhadap kuliah atau pekerjaannya. "Butuh bantuan psikolog juga dilihat sampai sejauh mana tingkah lakunya mengganggu kehidupan dan lingkungannya," urai Diana.
3. Depresi
Tingginya tingkat stres ketika putus cinta dapat mengakibatkan seseorang menjadi depresi. Sulit menyembuhkan wanita yang sudah merasa pupus dan frustasi. Jadi, sebaiknya meminta bantuan psikolog untuk penyembuhan.
"Dampak paling buruk dari putusnya hubungan bisa sampai depresi karena sedih yang berkepanjangan. Kalau sudah begini, lebih baik pergi ke psikolog," ujar Diana.
(eny/eya)
Home & Living
3 Perabot Dapur Kecil yang Diam-Diam Bikin Aktivitas Lebih Nyaman
Elektronik & Gadget
Upgrade Audio Kontenmu dengan TNW A37 Wireless Microphone 2-In-1 Bikin Suara Lebih Jernih & Profesional Tanpa Ribet!
Elektronik & Gadget
INBEX Ring Light Tripod Ukuran Besar Andalan Konten Kreator Masa Kini!
Perawatan dan Kecantikan
Bye Noda Hitam & Garis Halus, Pilih Moisturizer SKINTIFIC yang Paling Cocok untuk Kulitmu!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Ramalan Zodiak 28 Maret: Capricorn Rintangan Menghadang, Pisces Hati-hati
Ramalan Zodiak Cinta 27 Maret: Pisces Penuh Kejutan, Taurus Terima Kekurangan
Bongkar Sifat Asli Wanita dari Zodiaknya, Kamu Termasuk yang Mana?
Ramalan Zodiak 27 Maret: Libra Lebih Sabar, Sagitarius Banyak Masalah
Ramalan Zodiak 27 Maret: Aries Pemasukan Mengalir, Gemini Keuangan Menurun
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 28 Maret: Capricorn Rintangan Menghadang, Pisces Hati-hati
2
Viral Verificator
Cerita Viral Mudik Naik Motor, Istri Diikat Sarung agar Tetap Aman
3
Foto: Gaya Agnez Mo Pamer Perut Rata di Red Carpet iHeartRadio 2026
4
Potret Terbaru Nikita Willy Tampil Dengan Hijab, Cantiknya Bikin Adem
5
Kisah Pria Di-bully di Sekolah Hingga Tempat Kerja, Kini Didekati Banyak Wanita
MOST COMMENTED











































