7 Cara Berdebat Tanpa Bertengkar
wolipop
Selasa, 14 Jun 2011 16:06 WIB
Jakarta
-
Tidak ada yang salah dari sebuah perdebatan. Justru berdebat menjadikan hubungan semakin kuat. Namun, berdebat dapat menjadi pertengkaran yang hebat jika masing-masing pasangan tidak dapat mengendalikan diri.
"Konflik merupakan bagian penting dalam menciptakan hubungan yang sehat. Ketika mengekspresikan diri dan memberitahu pasangan apa yang kita butuhkan, bisa saja memicu konflik. Sengaja atau tidak sengaja, kita akan saling menyakiti. Namun semua ini dapat teratasi dari bagaimana kita menyelesaikannya," ujar psikiater, Malcolm Stern, yang juga penulis buku 'Falling In Love'.
Ada seni tersendiri untuk menghindari pertengkaran. Seperti dilansir dari Lifestyle.aol, tips berikut ini merupakan cara berargumen yang baik tanpa menyulut emosi masing-masing pihak.
Jadi pendengar yang baik
Ketika perbedaan pendapat terjadi, jangan langsung menutup telinga dan meninggalkannya. "Dengarkan pendapat pasangan dan coba rasakan ketika Anda berada di posisinya. Cobalah untuk mengertilah posisinya, sebelum Anda ingin dimengerti," ungkap Malcolm.
Cukup katakan sekali dengan penuh perasaan
Seringkali wanita mengucapkan berpuluh-puluh kali hal yang sama dengan cara yang berbeda. Cara seperti ini tidak dapat menyelesaikan masalah, malah menambah emosi kedua belah pihak. "Jika Anda merasa pesan yang disampaikan tidak jelas, sebaiknya katakan, 'aku tidak merasa kamu mendengarkan aku. Aku ingin kamu lebih mengerti keadaanku'," saran Malcolm. Dengan penyampaian yang tenang, membuat pasangan lebih mengerti apa yang Anda inginkan.
Keluar dari masalah
Setelah Anda mengungkapkan perasaan Anda, jangan mengulang kembali fakta-fakta yang sama. Fokuslah pada bagaimana Anda bisa keluar dari situasi tersebut tanpa lebih banyak menyalahkan pasangan. Bantu juga pasangan agar dapat memahami Anda lebih baik lagi.
Jangan mencarinya
Pria cenderung menarik diri ketika memiliki konflik dengan pasangannya. Hal terburuk yang dilakukan wanita adalah berusaha mencari pasangan dan terus meminta penjelasan. Yang dibutuhkan pria ketika sedang mengalami konflik adalah membiarkannya sendiri. Ketika dia sudah lebih tenang, dia akan kembali menemui Anda dan siap membicarakan masalah secara terbuka.
Mendinginkan suasana yang 'panas'
Kata-kata yang menyakitkan dapat keluar dari mulut Anda ketika situasi sedang memanas. Namun, penting bagi Anda untuk menarik lagi kata-kata Anda. Sebaiknya, tunggu beberapa jam atau hari untuk 'menetralkan' suasana.
"Ketika situasinya sudah mencair, akuilah kemarahan Anda yang lalu karena situasinya yang semakin memanas. Katakan Anda mencintai pasangan dan peduli terhadapnya," jelas Malcom.
Meminta bantuan dari orang lain
Untuk memberikan pencerahan, mintalah bantuan dari orang lain, seperti teman dan keluarga. Sudut pandang orang ketiga biasanya lebih netral, sehingga Anda dan pasangan dapat lebih mudah mencari solusi terbaik dari sebuah konflik.
Ambil pelajaran dari sebuah konflik
Banyak pasangan yang menganggap sebuah konflik merupakan masalah besar. Padahal kita hanyalah manusia biasa yang hidup dengan tingkat stres yang cukup tinggi karena pekerjaan atau masalah keluarga. Ditambah lagi situasi hubungan asmara yang sedang tidak harmonis, dapat semakin menyulutkan emosi.
Untuk itu, belajarlah dari sebuah konflik dan saling berkomitmen untuk tidak membahas permasalahan yang sama. Selain itu, saling menghargai, memaafkan dan memahami pasangan sangat penting untuk hubungan yang harmonis.
(kik/kik)
"Konflik merupakan bagian penting dalam menciptakan hubungan yang sehat. Ketika mengekspresikan diri dan memberitahu pasangan apa yang kita butuhkan, bisa saja memicu konflik. Sengaja atau tidak sengaja, kita akan saling menyakiti. Namun semua ini dapat teratasi dari bagaimana kita menyelesaikannya," ujar psikiater, Malcolm Stern, yang juga penulis buku 'Falling In Love'.
Ada seni tersendiri untuk menghindari pertengkaran. Seperti dilansir dari Lifestyle.aol, tips berikut ini merupakan cara berargumen yang baik tanpa menyulut emosi masing-masing pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika perbedaan pendapat terjadi, jangan langsung menutup telinga dan meninggalkannya. "Dengarkan pendapat pasangan dan coba rasakan ketika Anda berada di posisinya. Cobalah untuk mengertilah posisinya, sebelum Anda ingin dimengerti," ungkap Malcolm.
Cukup katakan sekali dengan penuh perasaan
Seringkali wanita mengucapkan berpuluh-puluh kali hal yang sama dengan cara yang berbeda. Cara seperti ini tidak dapat menyelesaikan masalah, malah menambah emosi kedua belah pihak. "Jika Anda merasa pesan yang disampaikan tidak jelas, sebaiknya katakan, 'aku tidak merasa kamu mendengarkan aku. Aku ingin kamu lebih mengerti keadaanku'," saran Malcolm. Dengan penyampaian yang tenang, membuat pasangan lebih mengerti apa yang Anda inginkan.
Keluar dari masalah
Setelah Anda mengungkapkan perasaan Anda, jangan mengulang kembali fakta-fakta yang sama. Fokuslah pada bagaimana Anda bisa keluar dari situasi tersebut tanpa lebih banyak menyalahkan pasangan. Bantu juga pasangan agar dapat memahami Anda lebih baik lagi.
Jangan mencarinya
Pria cenderung menarik diri ketika memiliki konflik dengan pasangannya. Hal terburuk yang dilakukan wanita adalah berusaha mencari pasangan dan terus meminta penjelasan. Yang dibutuhkan pria ketika sedang mengalami konflik adalah membiarkannya sendiri. Ketika dia sudah lebih tenang, dia akan kembali menemui Anda dan siap membicarakan masalah secara terbuka.
Mendinginkan suasana yang 'panas'
Kata-kata yang menyakitkan dapat keluar dari mulut Anda ketika situasi sedang memanas. Namun, penting bagi Anda untuk menarik lagi kata-kata Anda. Sebaiknya, tunggu beberapa jam atau hari untuk 'menetralkan' suasana.
"Ketika situasinya sudah mencair, akuilah kemarahan Anda yang lalu karena situasinya yang semakin memanas. Katakan Anda mencintai pasangan dan peduli terhadapnya," jelas Malcom.
Meminta bantuan dari orang lain
Untuk memberikan pencerahan, mintalah bantuan dari orang lain, seperti teman dan keluarga. Sudut pandang orang ketiga biasanya lebih netral, sehingga Anda dan pasangan dapat lebih mudah mencari solusi terbaik dari sebuah konflik.
Ambil pelajaran dari sebuah konflik
Banyak pasangan yang menganggap sebuah konflik merupakan masalah besar. Padahal kita hanyalah manusia biasa yang hidup dengan tingkat stres yang cukup tinggi karena pekerjaan atau masalah keluarga. Ditambah lagi situasi hubungan asmara yang sedang tidak harmonis, dapat semakin menyulutkan emosi.
Untuk itu, belajarlah dari sebuah konflik dan saling berkomitmen untuk tidak membahas permasalahan yang sama. Selain itu, saling menghargai, memaafkan dan memahami pasangan sangat penting untuk hubungan yang harmonis.
(kik/kik)
Pakaian Pria
Smart Casual Ramadhan 2026, Pilihan Kemeja Pria yang Bikin Kerja Semakin Nyaman!
Pakaian Pria
Rekomendasi Baju Koko Pria untuk Ramadhan 2026, Nyaman, Elegan, dan Siap Temani Ibadah Kamu!
Pakaian Wanita
Tampil Profesional dan Percaya Diri di Kantor dengan Blouse Motif Batik Modern yang Unik
Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Jika Sendi Terasa Nyeri saat Puasa! Rosagen Force Bantu Pelihara Kesehatan Persendian Kamu
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Cara Tenangkan Pikiran Saat Masalah Datang
Ramalan Zodiak Cinta 19 Februari: Gemini Harmonis, Virgo Ada PIhak Ketiga
17 Februari 2026 Bukan Gerhana Biasa, Astrolog Ramalkan Awal Babak Baru
Ramalan Zodiak 19 Februari: Cancer Bicara Jujur, Leo Hindari Perselisihan
Relation-Sipping, Tren Pacaran Simpel yang Disukai Gen Z
Most Popular
1
Foto: Jisoo BLACKPINK Kencan dengan 8 Aktor Ganteng di Boyfriend on Demand
2
Langkah Emas Raih Kemenangan
Punya GERD? Ini Manfaat Puasa dan Tips Agar Lambung Tetap Aman
3
Baru Cerai, Nicole Kidman Didekati Multimiliuner, Terungkap Statusnya
4
Disney Rilis Gaun Pengantin Bercahaya, 500 Lampu Dijahit di Dalam Baju
5
Intip Kado Ultah Nagita Slavina-Raffi Ahmad, Harganya Sama-sama Capai Rp 7 M
MOST COMMENTED











































