Solusi untuk Pasangan LDR yang Sulit Berkomunikasi
Anna Surti Ariani, - wolipop
Minggu, 23 Okt 2016 09:43 WIB
Jakarta
-
Saat ini saya menjalani hubungan yang sering LDR karena pasangan berpindah tempat tugas. Namun keadaan sekarang pasangan memiliki posisi yang lebih tinggi dan intensitas kesibukan kerja yang lebih tinggi dari saya. Sering kali ketika menelepon selalu terhenti karena kesibukannya, bahkan pada waktu malam haripun pasti ada meeting atau kerjaan yang menumpuk. Saya mencoba percaya, memahami dan terus menyemangatinya.
Namun disaat hari libur, saya sepertinya agak menuntut untuk meluangkan waktu lebih banyak agar dapat sharing atau berkomunikasi dengan baik by phone atau webcam tanpa ada gangguan kerjaan, apakah itu salah?
Sepertinya pasangan saya ingin jalan-jalan terus di saat libur tiba. Tapi saya merasa waktu untuk komunikasi dengan baik sudah berkurang. Dan pasangan terpancing emosi karena dikira saya banyak mau-nya dengan ingin menelepon lebih sering.
Mohon untuk sarannya agar dapat berjalan dengan baik. Terima kasih..
Liyana, 20 Tahun
Jawab:
Hai Liyana,
Jika Anda pacaran sudah lebih dari hitungan bulan, biasanya hubungan yang terjadi sudah lebih asli. Artinya apa yang terjadi saat ini mungkin akan diulangi saat menikah kelak. Jadi kalau kelak ia harus
sering bertugas di daerah yang berbeda, mungkin ia juga akan jarang menghubungi Anda.
Memang ada orang-orang yang sangat fokus pada pekerjaannya, sehingga mengalami kesulitan apabila terus dihubungi oleh orang-orang yang ia cintai. Kadang orang-orang inipun membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri, sehingga di waktu libur juga tak suka dihubungi. Walaupun demikian, pada orang-orang yang sudah siap berkomitmen, masalahnya bukan di suka atau tak suka dihubungi, tapi ia memahami bahwa pasangannya ingin dihubungi, jadi akan lebih sukarela melakukannya.
Coba Anda evaluasi bagaimana cara Anda meminta dihubungi. Kalau Anda justru menuduh dia lebih suka berjalan-jalan atau menghabiskan waktu sendiri atau bersama teman kerjanya, dia mungkin jadi lebih malas menghubungi Anda. Bukankah tidak ada orang yang suka disalahkan atau dituduh?
Akan lebih baik kalau Anda menyampaikan permintaan Anda dengan tenang, dengan I message. Contohnya, "Kalau lama nggak meneleponmu, aku kangen sekali lho. Kadang aku juga khawatir kalau ada apa-apa dengan kamu, jadi aku betul-betul ingin tahu kabarmu. Aku mengerti kok kamu perlu waktu untuk dirimu sendiri, dan aku tidak bermaksud mengganggumu." Jika pembicaraan telah terbuka dengan baik, maka Anda berdua bisa memutuskan bersama kapan waktu yang paling nyaman untuk berkomunikasi, dan dengan cara apa.
Di sisi lain, kalau sudah disampaikan tanpa tuduhan, bahkan dengan cara yang baik, namun ia masih terus malas berkomunikasi, lalu bagaimana? Mungkin ia memang belum siap berkomitmen dengan Anda. Maka terserah Anda, apakah akan menunggu sampai ia siap berkomitmen atau tidak. (eny/eny)
Namun disaat hari libur, saya sepertinya agak menuntut untuk meluangkan waktu lebih banyak agar dapat sharing atau berkomunikasi dengan baik by phone atau webcam tanpa ada gangguan kerjaan, apakah itu salah?
Sepertinya pasangan saya ingin jalan-jalan terus di saat libur tiba. Tapi saya merasa waktu untuk komunikasi dengan baik sudah berkurang. Dan pasangan terpancing emosi karena dikira saya banyak mau-nya dengan ingin menelepon lebih sering.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Liyana, 20 Tahun
Jawab:
Hai Liyana,
Jika Anda pacaran sudah lebih dari hitungan bulan, biasanya hubungan yang terjadi sudah lebih asli. Artinya apa yang terjadi saat ini mungkin akan diulangi saat menikah kelak. Jadi kalau kelak ia harus
sering bertugas di daerah yang berbeda, mungkin ia juga akan jarang menghubungi Anda.
Memang ada orang-orang yang sangat fokus pada pekerjaannya, sehingga mengalami kesulitan apabila terus dihubungi oleh orang-orang yang ia cintai. Kadang orang-orang inipun membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri, sehingga di waktu libur juga tak suka dihubungi. Walaupun demikian, pada orang-orang yang sudah siap berkomitmen, masalahnya bukan di suka atau tak suka dihubungi, tapi ia memahami bahwa pasangannya ingin dihubungi, jadi akan lebih sukarela melakukannya.
Coba Anda evaluasi bagaimana cara Anda meminta dihubungi. Kalau Anda justru menuduh dia lebih suka berjalan-jalan atau menghabiskan waktu sendiri atau bersama teman kerjanya, dia mungkin jadi lebih malas menghubungi Anda. Bukankah tidak ada orang yang suka disalahkan atau dituduh?
Akan lebih baik kalau Anda menyampaikan permintaan Anda dengan tenang, dengan I message. Contohnya, "Kalau lama nggak meneleponmu, aku kangen sekali lho. Kadang aku juga khawatir kalau ada apa-apa dengan kamu, jadi aku betul-betul ingin tahu kabarmu. Aku mengerti kok kamu perlu waktu untuk dirimu sendiri, dan aku tidak bermaksud mengganggumu." Jika pembicaraan telah terbuka dengan baik, maka Anda berdua bisa memutuskan bersama kapan waktu yang paling nyaman untuk berkomunikasi, dan dengan cara apa.
Di sisi lain, kalau sudah disampaikan tanpa tuduhan, bahkan dengan cara yang baik, namun ia masih terus malas berkomunikasi, lalu bagaimana? Mungkin ia memang belum siap berkomitmen dengan Anda. Maka terserah Anda, apakah akan menunggu sampai ia siap berkomitmen atau tidak. (eny/eny)
Perawatan dan Kecantikan
Bedak Sering Nempel Nggak Rata? Coba Ganti Puff Kamu Ke Pilihan Produk Ini
Pakaian Pria
Nggak Zaman Pakai Celana Ketat! Celana Wide Pants Jadi Andalan Cowok Indonesia Biar Tetap Santai Tapi Keren
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Kusam & Belang? 2 Body Scrub Ini Bisa Bikin Kulit Auto Cerah, Halus, dan Wangi Seharian!
Hobi dan Mainan
Biar Nggak Salah Nada Lagi! 3 Capo Gitar Ini Jadi Solusi Gitaris Pemula
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Konsultasi Tarot
Apakah saya bisa balikan dengan mantan saya
Konsultasi Tarot
Kasih Sayang dan Perhatian yang Tak Berbalas, Bagaimana Harus Terima Keadaan?
Konsultasi Tarot
4 Tahun Menikah, Tiba-tiba Rindu Mantan Kekasih Sampai Menangis
Konsultasi Tarot
Mantan Terlalu Cepat Move On, Apakah Hubungan Mereka Serius?
Konsultasi Tarot
Pacaran Baru Seminggu, Kekasih Sudah Berani Pinjam Uang
Most Popular
1
Pesona Tian Xiwei di Drama China Where the Mask Ends, Visualnya Memukau
2
Potret Olla Ramlan Olahraga Aerial Hoop, Pakai Busana Backless Serba Hitam
3
Potret Pernikahan Keturunan Konfusius ke-46 dengan Sosialita yang Jadi Sorotan
4
Viral Cucu Eks Presiden Korsel Bongkar Skandal Keluarga Lewat Webtoon Domba
5
Viral Aktris Thailand Ngaku Dilecehkan Petugas Medis Saat Sesak Napas
MOST COMMENTED











































