Bingung, Pilih Putus atau Bertahan dengan Kekasih yang Membuat Capek Hati?
Anna Surti Ariani - wolipop
Selasa, 19 Jan 2016 11:24 WIB
Jakarta
-
Saat ini aku sedang mengalami dilema yang cukup membingungkan buatku. Di satu sisi perasaan cinta dan sayang pada si dia sangat besar sekali, tapi di sisi lain aku capek sama kebiasaannya dia yang susah berkomunikasi dan terkadang mau menang sendiri. Padahal kami saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menuju jenjang yang lebih serius. Beberapa bulan belakangan ini kami sudah jarang berkomunikasi. Orangtua sampai teman-teman menyarankan untuk putus dan mencari orang lain yang lebih baik dibanding dia. Bagaimana ya? Apa aku harus bertahan atau mengikuti saran orang-orang di sekelilingku? Terimakasih sebelumnya.
(Sesa, 25 Tahun)
Jawab:
Hai Sesa, pertanyaan buat Anda nih. Apakah perkawinan yang diwarnai kesulitan berkomunikasi akan membahagiakan untuk Anda? Apakah sejauh ini, kalau Anda bertengkar, bisa dibicarakan sampai tuntas dan mencapai kesepakatan yang membuat Anda berdua lebih kompak? Kalau dua pertanyaan ini Anda jawab 'tidak', maka apa gunanya mempertahankan hubungan yang hanya didasari cinta?
Perkawinan yang bahagia membutuhkan banyak komunikasi hangat dan kerja sama antara suami dan istri. Cinta memang menjadi dasar yang kokoh, namun akan segera menghilang kalau tak dipertahankan lewat kebahagiaan perkawinan. Kebahagiaan perkawinan diperjuangkan lewat komunikasi dan kerja sama.
Nah, sekarang, jadilah wanita dewasa. Apapun yang Anda putuskan tentang hubungan ini (berlanjut atau tidak), itu bukan karena Anda mengikuti saran orang lain. Itu karena Anda tahu mana yang terbaik, dan siap menanggung segala konsekuensinya. Untuk memantapkan keputusan Anda, jangan lupa sembahyang sebelumnya ya! (eny/eny)
(Sesa, 25 Tahun)
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkawinan yang bahagia membutuhkan banyak komunikasi hangat dan kerja sama antara suami dan istri. Cinta memang menjadi dasar yang kokoh, namun akan segera menghilang kalau tak dipertahankan lewat kebahagiaan perkawinan. Kebahagiaan perkawinan diperjuangkan lewat komunikasi dan kerja sama.
Nah, sekarang, jadilah wanita dewasa. Apapun yang Anda putuskan tentang hubungan ini (berlanjut atau tidak), itu bukan karena Anda mengikuti saran orang lain. Itu karena Anda tahu mana yang terbaik, dan siap menanggung segala konsekuensinya. Untuk memantapkan keputusan Anda, jangan lupa sembahyang sebelumnya ya! (eny/eny)











































