Intimate Interview

Mengenal Rosalina, Model Difabel dan Ikon Keberagaman Asian Para Games 2018

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 08 Okt 2018 15:42 WIB
Foto: Instagram @ kazzrozza Foto: Instagram @ kazzrozza

Jakarta - Sabtu (6/10/2018) menjadi hari yang tak terlupakan bagi Rosalina Oktavia. Di hari itu, ia tampil sebagai pengisi acara di malam pembukaan Asian Para Games 2018. Lewat aksinya, Rosalina membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk bersinar.

Dalam perhelatan yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, itu Rosalina muncul di beberapa segmen. Salah satunya segmen pertama yang mengangkat tema keberagaman.

Meski kaki kirinya sudah teramputasi, ia tetap memberikan penampilan terbaiknya. Berbalut busana khas Nusa Tenggara Timur berwarna merah keemasan, Rosalina berjalam sambil membawa lentera kecil, dari belakang hingga depan panggung yang luasnya hampir memenuhi lapangan bola GBK itu. Paha kiri Rosalina ditopang kaki prostetik berwarna emas, yang senada dengan kostum rancangan Citra Subyakto itu.

Baca Juga: Potret Rosalina, Model Berkaki Satu Ikon Keberagaman di Asian Para Games

Rosalina Oktavia saat tampil di pembukaan Asian Para Games 2018. Rosalina Oktavia saat tampil di pembukaan Asian Para Games 2018. (Foto: Instagram/@chitras)

Disaksikan jutaan pasang mata, penampilan Rosalina menjadi pengantar parade kebhinekaan yang ada di Indonesia di mana ratusan penari tampil sambil mengarak simbol budaya dan agama. Ia memang terpilih sebagai ikon keberagaman Asian Para Games 2018 yang bertema 'We Are One' itu. "Pastinya deg-degan, senang, campur-campur deh. Hehe. Apalagi acaranya disiarkan langsung ke seluruh penjuru Asia," ujar Rosalina kepada Wolipop, Senin (8/10/2018).

Bagi perempuan yang sudah dua tahun menekuni dunia modeling ini, keterlibatannya di pesta olahraga kaum difabel se-Asia itu bagaikan kado ulang tahun yang tak terlupakan. Usianya genap 27 tahun pada 29 September lalu.

Namun, ada satu yang membuat hari itu benar-benar meninggalkan kesan yang mendalam di benak Rosalina. "Momen yang paling mengesankan itu saat aku melihat Pak Jokowi. Meski nggak bisa ketemu langsung dan melihatnya dari jauh, dalam hati ngomong, 'Oh my God, Pak Jokowi juga melihatku.' Padahal, belum tentu beliau lihat soalnya jauh. Tapi buatku, itu spesial banget," jelas Rosalina.

Baca Juga: Inspiratif! Wanita Indonesia Ini Buat Gerakan Lipstik untuk Difabel

Mengenal Rosalina, Model Difabel dan Ikon Keberagaman Asian Para Games 2018Foto: Instagram @ kazzrozza


Rosalina berasal dari Demak, Jawa Tengah, dan sekarang tinggal di Singapura bersama suami. Di sana, ia berkarier sebagai model dan pernah terpilih sebagai duta Singapore Fashion Runway, ajang fashion yang mendukung orang-orang berkebutuhan khusus. Pengalaman tersebut yang lantas mengantarnya ke ajang Asian Para Games 2018.

"Waktu dikasih tahu mentorku tiga bulan lalu untuk tampil di Asian Para Games 2018, aku benar-benar terkejut sekaligus nggak percaya, iya atau enggak, karena saking senangnya," ujar sulung dua bersaudara dari pasangan Siswo dan Purhayati itu.

Adapun persiapan berlangsung singkat. Rosalina baru berlatih sekitar seminggu sebelum acara digelar. Beruntung, penampilannya berjalan lancar. Hanya saja, ia batal tampil dengan para atlet Indonesia saat defile karena tekendala hal teknis. "Mungkin dress-ku terlalu berat, jadi panitia merasa medannya gak memungkinkan buatku berjalan. Daripada terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Rosalina yang mengidolakan model difabel Paola Antonini itu.

Rasa bangga tentunya juga terukir di benak kedua orangtua Rosalina meski tak menyaksikan langsung aksi anak mereka di GBK. Diungkapkan Rosalina, angtuanya selalu memberi dukungan, terutama di masa-masa terburuknya. Rosalina kehilangan kaki kirinya tiga tahun lalu akibat malapraktik dokter menyusul kecelakaan motor yang dialaminya pada 2009.

Mengenal Rosalina, Model Difabel dan Ikon Keberagaman Asian Para Games 2018Foto: Instagram @ kazzrozza
"Aku pastinya sangat terpuruk kala itu. Berkat dukungan orangtuaku, aku mencoba untuk bangkit lagi. Semakin aku mengurung diri akan semakin terpuruk juga. Aku belajar untuk positive thinking. Saat Tuhan mengambil sesuatu dari kita, Dia pasti akan menggantinya dengan yang lebih baik," ucap penggemar karya-karya desainer Ivan Gunawan itu.

Penampilannya di Asian Para Games 2018 boleh jadi sebagai 'pengganti' itu. Ia pun berharap aksinya tersebut dapat menginspirasi mereka yang berkebutuhan khusus untuk terus bersemangat mengejar impian.

"Semua keterbatasan kita hanyalah sudut pandang dari orang lain, berkaryalah sesuai dengan kemampuan kita. Hilangkan rasa tak percaya diri meskipun kita tahu ada keterbatasan fisik dari diri kita. Jangan pernah memperlihatkan keterbatasan kita, tunjukkan bahwa kita spesial dan kita pasti bisa," tutup dia.
(dtg/dtg)