Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

4 Cara Simpan Beras agar Tahan Lama & Bebas dari Kutu

Angga Laraspati - wolipop
Jumat, 10 Apr 2026 14:28 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi Toples Beras
Foto: shutterstock
Jakarta -

Beras menjadi salah satu stok bahan makanan pokok yang wajib ada di rumah. Namun, jika tidak disimpan dengan benar, beras bisa cepat berkutu, berbau apek, hingga menurunkan kualitasnya. Kondisi ini tentu membuat beras tidak lagi layak dikonsumsi dan berisiko terbuang sia-sia.

Cara Menyimpan Beras Bebas dari Kutu dan Tahan Lama
Cara paling efektif untuk menyimpan beras yaitu dengan memindahkannya ke wadah kedap udara dan jangan membiarkannya terpapar sinar matahari. Selain penyimpanan yang baik, penggunaan peralatan memasak yang higienis juga turut menjaga kualitas beras saat diolah.

Untuk itu, penting mengetahui cara menyimpan beras yang tepat agar tetap bersih, tahan lama, dan aman digunakan. Berikut ini adalah tips menyimpan beras agar tetap bersih dan tahan lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Simpan di Wadah Kedap Udara

Menurut SANKEN mengenai panduan praktis menyimpan beras agar bebas kutu dan tahan lama, cara pertama yaitu dengan menaruhnya pada toples kaca atau kontainer plastik tebal berbahan food grade yang memiliki silicone seal di bagian penutupnya.

ADVERTISEMENT

Hindari menyimpan beras hanya di dalam kemasan plastik dari pabrik. Plastik kemasan dari pabrik biasanya sangat mudah sobek, berlubang tipis, atau bahkan ditembus oleh gigitan serangga kecil dari luar.

2. Gunakan Daun Salam

Cara kedua yaitu dengan memasukkan tiga hingga empat lembar daun salam yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan ke dalam kontainer penyimpanan beras. Minyak alami dari daun salam dinilai dapat menjadi tameng pengusir hama.

3. Jauhkan dari Bawang

Jangan biarkan simpan beras di kabinet yang sama dengan bawang merah dan bawang putih. Sebab, bawang merah dan bawang putih secara alami melepaskan gas etilen dan memiliki kadar air yang terus menguap.

4. Pakai Sistem FIFO

Terakhir yaitu menggunakan prinsip First In, First Out atau FIFO. Menurut panduan keamanan pangan yang dikutip dari Trust20 mengenai manajemen stok, FIFO secara singkat adalah tidak menumpuk stok baru dengan stok lama.

Jadi, tuangkan sisa stok lama ke wadah sementara, kemudian tuangkan stok baru ke dasar toples dan letakkan kembali stok lama ke bagian atas. Ini mencegah bahan yang sudah lama mengendap di dasar wadah menjadi kedaluwarsa tanpa disadari.

Jangan Lupa Gunakan Rice Cooker Berkualitas
Selain penyimpanan yang baik, jenis rice cooker yang digunakan saat memasak juga menentukan hasil nasi yang dimasak. Sebaiknya, gunakan rice cooker dengan fitur pemanas otomatis sehingga hasil nasi konsisten pulen tanpa risiko gosong.

Jika ingin nasi pulen sempurna, Anda bisa menggunakan rice cooker berkualitas, seperti Rice Cooker dari SANKEN. SANKEN memiliki berbagai jenis rice cooker dengan kapasitas mulai dari 1 Liter, 1,2 Liter, 1,8 Liter hingga 2 Liter.

Seluruh rice cooker SANKEN juga telah menggunakan Stainless Steel Pot berkualitas tinggi, menjadikan makanan yang diolah lebih higienis dan sehat. Body rice cooker SANKEN juga terbuat dari Stainless Steel sehingga kokoh, mewah dan mudah dibersihkan.

Dengan fitur multifungsi 6 in 1, rice cooker SANKEN tidak hanya dapat digunakan untuk menanak nasi, namun juga dapat digunakan untuk mengukus, membuat sup, bubur, tumisan, menggoreng nasi, bahkan membuat kue.

(anl/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads