Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kapok Kena Tipu, Aura Kasih Belajar Serba-serbi Kayu Plywood

Jihaan Khoirunnisa - wolipop
Kamis, 27 Okt 2022 16:28 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Aura Kasih
Foto: Screenshoot
Jakarta -

Beberapa waktu lalu sempat ramai curhatan penyanyi Aura Kasih yang kecewa lantaran salah membeli lemari kayu di online shop. Tak mau ketipu lagi, ia pun langsung mendatangi Sampoerna Kayoe Office untuk belajar kiat-kiat memilih material kayu berkualitas untuk furnitur, langsung dari ahlinya.

Diketahui sebelumnya, Aura Kasih sempat curhat di media sosial karena jengkel melihat lemarinya yang rusak. Dalam postingan vlog yang berjudul 'A Day in My Life with Aura', terlihat pintu lemarinya terlepas dari engsel ketika dibuka. Padahal lemari tersebut baru saja dibeli.

Ketika tiba di Sampoerna Kayoe Office, Aura Kasih disambut langsung oleh Lead Associate Group Commercial Product & Product Development Sampoerna Kayoe Simon Petrus H Sidabutar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin lagi bikin reels, ternyata gagal. Furniturnya rusak. Di situ aku mikir, kok bisa sih rusak. Sampai copot lagi," kata Aura Kasih dalam unggahan video di channel YouTube Sampoerna Kayoe, Kamis (27/10/2022).

"Aku bingung. Aku kan nggak ngerti ya bahan-bahan kayu, jenis-jenis kayu olahan yang cocok untuk furnitur kayak lemari atau jadi lapisan di lantai," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Buat yang belum tahu, Plywood merupakan alternatif kayu yang diproduksi dengan menggabungkan lapisan veneer kayu dan melalui proses penekanan untuk merekatkan dan terbentuk menjadi satu papan. Harganya pun cenderung lebih ramah di kantong.

"(Untuk Plywood), prosesnya kita kupas, (lalu) dijadikan lembaran, (dan) dikeringkan. Jadi keringnya sempurna. Beda sama (kayu) solid, dia keringkan hanya pinggirnya saja. Dalamnya nggak kering," kata Simon.

Dikatakannya, kayu olahan Plywood bisa dikreasikan menjadi berbagai macam furnitur. Mulai dari lemari, lantai rumah, pintu, hingga furnitur lainnya.

"Kualitas jenis kayu di dalamnya berbeda. Kalau lemari yang mba (Aura) beli kan pakai particle board. Dia memang lebih ringkih dan tidak tahan lembap. Kalau yang ini pakai Plywood. Bagian dalam kita bikin pakai birch," paparnya.

Menurutnya, Plywood terbilang lebih kuat ketimbang material lainnya. Di samping itu juga memiliki ketahanan terhadap air, cuaca, dan suhu lembab. Sehingga sangat disarankan untuk penggunaan sebagai cover dan rangka furnitur.

Sedangkan particle board meski lebih murah, namun lebih ringkih sehingga mudah hancur. Jenis kayu ini juga tidak tahan terhadap air dan kelembapan. Selain itu memiliki permukaan kurang halus dan proses finishing catnya cukup sulit dilakukan.

Lebih lanjut, Simon menekankan pentingnya menyesuaikan jenis kayu dengan kebutuhan agar tetap awet dan nggak gampang rusak. Karena pada dasarnya pemilihan kayu sangat bergantung pada peruntukannya, apakah untuk penggunaan outdoor atau indoor.

Dia mengungkapkan masyarakat tidak perlu bingung, karena Sampoerna Kayoe melayani pembuatan produk secara kustom. Sehingga dapat menyesuaikan yang dibutuhkan.

"Produk kita bisa kustom macam-macam (sesuai kebutuhan). Karena (veneer) dia per lembar, bisa (kita) treatment per lembarnya," katanya.

Sebagai contoh untuk laci yang ditempatkan di area lembap seperti kamar mandi akan menggunakan finishing tahan air. Beda lagi dengan produk kayu yang akan ditempatkan di luar ruangan alias outdoor, maka treatment yang diberikan pun tidak sama.

Simon dan Aura Kasih pun melanjutkan kunjungan dengan melihat contoh produk dari Sampoerna Kayoe. Salah satunya yaitu sebuah pintu dengan keunggulan material tahan api.

"Pintunya kita bisa bikin tahan api. Jadi di dalamnya beda, dikasih material yang berbeda. Bisa tahan sampai 1 jam. Kalau kebakaran masih bisa aman," tuturnya.

Kepada Aura Kasih, Simon menjelaskan selain kayu solid, kayu olahan bisa menjadi alternatif bagi yang ingin mendapatkan kayu berkualitas dengan performa baik, tanpa mengorbankan biaya tinggi. Adapun salah satu material yang disarankan yaitu Plywood.

Selanjutnya, Simon menemani Aura Kasih melihat display produk EZZY dan NeVY door. Dia pun memaparkan perbedaan dari keduanya. Menurut Simon EZZY door sudah baku ukurannya. Sementara NeVY door bisa kustom sesuai size dan warna yang diinginkan konsumen.

Aura Kasih Foto: Screenshoot

Sebagai informasi, Sampoerna Kayoe merupakan bagian dari unit bisnis Sampoerna Group. Didirikan tahun 1978, perusahaan telah memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun di industri kayu. Hingga kini, produk Sampoerna Kayoe berhasil merambah ke lebih dari 35 negara. Lebih lanjut, Simon menjelaskan dalam membuat produk untuk konsumen, Sampoerna Kayoe menggunakan jenis kayu yang bisa dipanen setiap 5 tahun.

"Kalau jati kan bisa 30 tahun lebih. Itu nunggu besarnya lama. Kalau kita 5 tahun panen. Kita juga ngasih masukan ke petani soal jaraknya berapa, cara menanamnya gimana supaya lebih bagus," pungkasnya.

Masyarakat pun tidak perlu cemas soal legalitas. Karena Sampoerna Kayoe memastikan bahan mentah dari supplier memenuhi standar operasional dan teknis yang diberlakukan oleh berbagai organisasi pemerintah dan nonpemerintah.

(akn/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads