Duhai Sayang, Tak Semua Mawar itu Berduri

Mustiana Lestari - wolipop Jumat, 12 Mar 2021 08:06 WIB
mawar Foto: Mustiana Lestari
Jakarta -

Siapa yang tak suka mawar, aromanya menggoda dan warna warninya begitu memikat. Namun duri-duri di mawar kadang membuat dirimu bisa terluka. Duhai sayang, cek deh cara membuat mawar-mawar kecintaanmu tidak berduri disontek dari Jainul, petani mawar di Desa Gunungsari, Batu, Malang.

Jainul menegaskan ada beberapa mawar yang tidak berduri, salah satunya jenis mawar merah dan sebagian jenis mawar putih. Kalaupun tanaman mawar merahmu berduri bisa diakali dengan cara stek.

"Bunga yang berduri itu bisanya mawar kuning, orange, putih. Nah ini, mawar merah ga berduri hasil dari stek halus. Ambil ujung matanya diisolasi tumbuh jadi jenis mawar yang ga berduri. Kecuali kalau di stek ke mawar kuning, orange itu tetap akan berduri. Jadi kalau mau stek ke mawar kuning untuk ambil warna saja," kata Jainul di perkebunan mawar Gunungsari beberapa waktu lalu.

Junaidi pun memberikan beberapa tips lainnya saat hendak merawat mawar. Pertama jangan lupa dipupuk dengan pupuk kandang dan disemprot air 2 kali sehari. Jika musim hujan cukup satu kali disiram saja.

"Kemarau mawar malah subur. Kita rawat mawar kayak rawat anak aja. Kita harus tahu kan saatnya semprot ada hitungannya, trus seminggu sekali semprot pembasmi hama. Kalau layu dipotong biar ada lagi pucuknya yang besar tumbuhnya," tandasnya.

Dia pun meminta para pecinta mawar untuk mewaspadai hama ulat dan kutu yang membuat daun berkeriput dan batang kaku sehingga menyebabkan bunga tak mekar dan langsung kering.

Warna warni mawar yang rupawan di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kabupaten Malang tak seindah bisnis mawar di kala pandemi.Warna warni mawar yang rupawan di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kabupaten Malang tak seindah bisnis mawar di kala pandemi. Foto: Rengga Sancaya

"Biasanya 3 bulan nunggu berbunga. Nanti kalau sudah berbunga satu akan nyambung terus. Kalau musim hujan mawar malah kedinginan kemarau malah hangat yang penting tanahnya dijaga agar tetap basah," sebutnya.

Dia mengatakan petani di desa ini sudah lama menggantungkan hidup dari menanam mawar. Mawar yang dihasilkan kemudian dijual ke berbagai daerah termasuk Jakarta dan Bali.

Beruntung, Bank BRI hadir di tengah mereka memberikan berbagai kemudahan pinjaman lunak. Sehingga terhitung sudah ratusan petani menikmati pinjaman KUR dan pribadi dari BRI untuk terus memperluas lahan mereka.

Kisah para petani mawar menjadi satu dari kumpulan kisah dalam program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia. Program ini mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.



Simak Video "Ayu Maulida Putri Bicara soal Hari Kartini dan Wanita"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)