Seluk-beluk Tanaman Porang: Manfaat, Harga, dan Budidaya
Tanaman porang mencuri perhatian berkat kisah sukses Paidi seorang mantan pemulung. Paidi yang kini beralih jadi petani porang disebut mampu mengekspor tanaman umbi tersebut ke luar negeri seperti Jepang.
Dalam buku Tanaman Porang: Pengenalan, Budidaya, dan Pemanfaatannya dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2015, disebutkan, tanaman porang (Amorphophallus oncophyllus) adalah tanaman anggota famili Araceae yang secara umum dikenal dengan nama bunga bangkai karena bau bunganya yang tidak sedap.
Di beberapa daerah, tanaman ini dikenal dengan nama iles-iles, iles kuning, acung atau acoan. Tanaman porang merupakan tanaman asli Indonesia dan sudah sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat. Pada zaman penjajahan Jepang, masyarakat di sekitar hutan dipaksa untuk mencari porang untuk keperluan bahan pangan dan industri Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanaman Porang Foto: Dok. Kementerian Pertanian |
Manfaat tanaman Porang sejauh ini yakni pengolahan umbi segar menjadi bentuk chips, tepung porang (konjac flour) dan tepung glukomannan (konjac glucomannan).
Tepung porang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, di antaranya pangan fungsional, pakan ternak, pengikat air, bahan pengental, penggumpal atau pembentuk gel dan makanan diet rendah lemak dan kalori. Sebagai bahan pangan, tepung porang dapat diolah menjadi konnyaku (mirip tahu) dan shirataki (berbentuk mie) yang cukup terkenal di Jepang, China, dan Taiwan yang relatif mahal harganya.
Di Indonesia, beberapa penelitian pemanfaatan tepung porang juga telah dilakukan. Tepung porang dapat digunakan sebagai bahan campuran (komposit) dalam pembuatan beras tiruan. Demikian pula pada pembuatan mie instan, penambahan 1% tepung porang dapat meningkatkan kandungan protein, lemak, pati, serat dan pengembangan mie.
Sifat larutan tepung porang yang kental juga dapat dimanfaatkan sebagai penstabil es krim untuk memperbaiki teksturnya. Semakin tinggi konsentrasi tepung porang, semakin lama resistensi es krim terhadap pelelehan atau semakin sulit untuk meleleh.
Tepung porang juga dapat digunakan sebagai bahan pengenyal (gelling agent) sehingga berpeluang untuk menggantikan boraks yang berisiko terhadap kesehatan. Salah satunya adalah pada pembuatan tahu. Selain itu juga dapat digunakan sebagai bahan pengikat pada pembuatan sosis ayam yang dicampur dengan maizena sebagai bahan pengisi dengan proporsi 2% : 22%.
Selain itu porang mengandung zat glukomannan yang baik untuk program diet karena dapat memberikan rasa kenyang. Glukomannan diekstraksi dari umbi porang yang diperoleh pada saat dua minggu sebelum tanaman rebah.
Harga umbi segar yang telah layak dipanen untuk diambil glukomannannya berkisar antara Rp 3.000-3.500/kg. Namun apabila diproses dan dikeringkan menjadi bentuk keripik (Chip), harganya menjadi Rp 17.500-22.000/kg. Harganya pun lebih meningkat lagi jika sudah jadi tepung glukomannan, sekitar Rp 125.000- 150.000/kg.
Harga umbi kecil, yang dihasilkan dari tanaman berumur 1-2 tahun dan digunakan sebagai bibit berkisar Rp 9.000-11.000/kg. Harga umbi katak (bulbil) yang digunakan sebagai bibit adalah Rp25.000-30.000/kg. Biji lepas kulit yang diperoleh dari buah tanaman yang telah mengalami pertumbuhan maksimal (berumur empat tahun) harganya berkisar Rp 40.000-50.000/kg.
Sedangkan dalam budidaya porang, umumnya tanaman porang dipanen dua hingga tiga tahun. Namun, Paidi mengubah pola menanam porang sehingga lebih cepat dipanen. Porang umumnya tumbuh liar di bawah naungan pohon lain, hal inilah yang membuat porang lama untuk bisa panen.
Nama Paidi tengan menjadi perbicangan. Pria 37 tahun yang tinggal di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun ini menjadi seorang miliarder setelah membudidayakan porang. Foto: Sugeng Harianto |
Paidi kemudian mencoba membudidayakan tanaman porang agar bisa dipanen lebih cepat. Caranya dengan menanam tanaman porang ditanam di persawahan. Paidi pun bisa memanen 70 ton porang di satu hektare lahan.
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Home & Living
Lovise Sofa Anna Tierslice, Sofa Estetik yang Bikin Ruangan Kamu Seperti di Internet!
Health & Beauty
Sering Pegal dan Cepat Capek? Review Swisse Ultiboost Calcium & Vitamin D untuk Kesehatan Tulang
Fashion
Bikin Kamu Tampil Keren dan Tetap Nyaman dengan Pilihan Sepatu Ini
Japandi Tak Sekadar Tren Interior, Kini Hadir Lewat Perangkat Rumah Tangga
Mau Mencuci Hijab Pakai Mesin Cuci? Simak 5 Tips Ini Biar Tetap Awet
5 Cara Sustainable Living yang Mudah Diterapkan di Rumah
4 Rekomendasi Elektronik Rumah untuk Upgrade di Awal Tahun 2026
Tanpa Disadari 5 Kesalahan Ini Bisa Bikin Kulkas Boros Listrik
Potret Celine Evangelista Umrah Bareng Anak, Cantik Natural Tanpa Makeup
Di Balik Status Miliarder Beyonce, Upah Buruh Brand Fashionnya Cuma Rp 8 Ribu
5 Benda yang Layak Dibeli untuk Oleh-oleh saat Traveling
Tatiana Kennedy Meninggal di Usia Muda, Drama Keluarga Kennedy Terkuak













































