Ini Jawaban Cerdas Saat Ditanya Kapan Nikah pada Hari Lebaran

Anggi Mayasari - wolipop Kamis, 22 Jun 2017 16:15 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Lebaran yang akan datang sebentar lagi bagi banyak orang dijadikan sebagai momen berkumpul dan kesempatan bertemu dengan keluarga besar. Namun salah satu ungkapan yang tak pernah luput untuk dibahas adalah pertanyaan kapan menikah. Memang soal pernikahan adalah hal yang lazim untuk dipertanyakan pada anggota keluarga yang sudah masuk usia dewasa tetapi belum menetapkan pilihan untuk mengikat simpul janji suci pernikahan.

Mungkin sebagian dari Anda yang telah memasuki usia dewasa sudah lelah jika terus-terusan ditanya tentang kapan menikah. Tak sedikit juga yang merasa bingung untuk memberikan pernyataan tentang pernikahan. Lalu bagaimanakah cara tepat menjawab pertanyaan kapan menikah di momen Lebaran nanti?

Menurut psikolog Ayoe Sutomo, pertanyaan kapan menikah memang sering kali dilontarkan pada momen Hari Raya Idul Fitri saat berkumpul bersama keluarga. Biasanya seseorang yang lebih tua atau orang-orang yang usianya jauh di atas dari Andalah yang akan bertanya tentang kapan menikah. Untuk itu jawaban yang baik adalah dengan berkata manis dan sopan.

"Tidak boleh diambil pusing walaupun sebenarnya sepet atau pahit ditanyain kayak gitu. Cukup jawab dengan inshaallah doakan saja, doaiin ya. karena pertanyaan itu nggak akan berhenti. Kalau Anda sudah menikah, Anda akan ditanya kapan punya anak. Setelah punya Anak kok cuma satu, kapan dikasih adek. Setelah itu anaknya kuliah, kapan lulus, kapan mantu, kapan punya cucu terus akan seperti itu," jelas Ayoe saat dihubungi Wolipop, Selasa (20/6/2017).

Meski dianggap hal wajar menanyakan kapan menikah, namun bagi orang yang sering ditanyai hal serupa tentu akan kesal juga. Sehingga tak sedikit yang merasa lebih baik jika harus berada di kantor atau bekerja saja daripada hadir di pertemuan keluarga. Padahal menurut Ayoe, memilih bekerja atau tak datang kumpul bersama keluarga bukan hal yang tepat untuk dilakukan. Untuk itu jawaban bijak yang dapat dilakukan adalah dengan minta doakan saja untuk segera melangsungkan pernikahan.

"Ada beberapa yang ekstrim jawab gini ya 'nikah, jodoh , dan mati itu kan urusan Tuhan. Emang mau kalau ditanya kapan matinya'. Saya tidak menyarankan karena biasanya yang bertanya seperti itu tante kita, om kita atau sepuh ya mungkin belum terlampau untuk memahami bahwa sebetulnya pilihan untuk menikah dan tidak menikah itu urusan kita," ucapnya.

Psikolog yang juga pembawa acara di salah satu stasiun televisi swasta ini juga menyarankan untuk tida perlu gelisah atau gundah ketika dihadapi oleh pertanyaan seperti itu. Ayoe juga mengungkapkan jangan sampai karena pertanyaan-pertanyaan kapan nikah seperti itu mempengaruhi keputusan seseorang untuk segera melangsungkan pernikahan.

"Paling bakal ada kelanjutan 'udah milih apalagi sih', yaudah jawab aja iya doanya-doanya aja ya. Kalau saya menyarankannya seperti itu karena mau nggak mau kita harus bijaksana dengan adat ketimuran, dan ramah tamah. Kita merasa diburu-buru oleh pernyataan tersebut. 'Yaudah deh gua udah bosen ditanya-tanya gitu mulu. Siapa aja yang mau sama gua, gua nikah sama dia'. Nggak boleh alasan pernikahan seperti itu. Alasan pernikahan harus dari dalam diri kita sendiri bukan dari orang lain atau lingkungan sekitar kita," terang Ayu.

Untuk itu jawaban yang paling baik adalah cukup dengan tersenyum dan meminta keluarganya untuk mendoakan yang terbaik bagi dirinya. Bertutur kata lembut dan sopan juga sangat penting untuk menghindari penilaian-penilaian negatif orang lain.

"Kalau misalnya kita jawabnya agak kasar nanti akan muncul lagi omongannya gini 'pantesan aja nikahnya lama ditanyain gitu jawabnya judes' nah itu juga sering ketemu. Padahal bukan karena niatan untuk judes ya mungkin karena capek ditanyain. Jadi berteguh hati lah yang masih ditanya sama orang-orang besok di lebaran," pungkas Ayoe.
(agm/agm)